Kebakaran hebat melanda kawasan permukiman padat penduduk Mandala di Distrik Jayapura Utara, Kota Jayapura, Papua, pada Senin siang pukul 14.40 WIT. Peristiwa ini menghanguskan ratusan rumah di dua rukun tetangga (RT) dan mengakibatkan sekitar 2.000 jiwa kehilangan tempat tinggal. Kapolresta Jayapura Kota, Komisaris Besar Polisi Fredrickus Maclarimboen, menyatakan bahwa pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk memastikan pemicu awal kebakaran. Proses pemadaman berlangsung hingga pukul 20.00 WIT dengan melibatkan seluruh armada pemadam kebakaran, termasuk mobil pemadam, water cannon, dan mobil tangki suplai air. Pemerintah Kota Jayapura bersama TNI dan Polri telah bergerak cepat mendirikan tenda-tenda pengungsian darurat di sekitar kawasan Mandala untuk menampung para korban.
Penyelidikan dan Faktor Penghambat Pemadaman
Kapolresta Jayapura Kota mengungkapkan bahwa tim penyidik masih mengumpulkan keterangan saksi dan bukti di lokasi kejadian. Ia mengakui bahwa lokasi kebakaran yang berada di pinggir pantai dengan akses jalan terbatas menjadi kendala utama dalam proses pemadaman. Selain itu, material bangunan yang sebagian besar terbuat dari kayu dan bahan mudah terbakar lainnya mempercepat penyebaran api. Berdasarkan data sementara, sejumlah faktor yang memperparah situasi antara lain:
- Letak permukiman yang padat dan tidak tertata rapi, sehingga api mudah menjalar dari satu rumah ke rumah lainnya.
- Jalan sempit yang hanya dapat dilalui kendaraan roda dua, menghambat mobilitas mobil pemadam kebakaran.
- Keterbatasan pasokan air laut karena lokasi di pesisir namun tidak tersedia akses yang memadai untuk penyedotan.
- Angin kencang yang bertiup dari arah laut mendorong api menyebar lebih luas.
Kondisi ini menunjukkan bahwa permukiman padat di kawasan pesisir memiliki kerentanan tinggi terhadap kebakaran dan memerlukan perhatian khusus dalam perencanaan tata ruang.
Respons Pemerintah dan Kerentanan Permukiman Padat
Pemerintah Kota Jayapura bersama TNI dan Polri telah mendirikan posko pengungsian dan dapur umum di lapangan terbuka dekat lokasi kebakaran. Hingga saat ini, sekitar 2.000 jiwa mengungsi di tenda-tenda darurat yang disediakan. Bencana ini menjadi peringatan bagi pemerintah daerah untuk meningkatkan infrastruktur pencegahan dan mitigasi bencana di permukiman padat. Pemerintah Kota Jayapura telah menginstruksikan Dinas Pemadam Kebakaran dan Dinas Sosial untuk melakukan pendataan kerugian dan kebutuhan dasar para korban. Selain itu, koordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Papua dilakukan untuk memastikan bantuan logistik dan hunian sementara.
Bencana kebakaran di Mandala ini menyoroti pentingnya penataan permukiman yang lebih baik, penyediaan akses jalan yang memadai bagi kendaraan pemadam, serta pengadaan sumber air cadangan di kawasan rawan kebakaran. Pemerintah daerah perlu segera menyusun rencana tata ruang yang mempertimbangkan aspek keselamatan dan mitigasi bencana, khususnya di wilayah permukiman padat dan pesisir seperti Distrik Jayapura Utara. Langkah strategis seperti pembangunan jalur evakuasi, pemasangan hidran air, serta sosialisasi kesiapsiagaan bencana kepada warga harus menjadi prioritas untuk mengurangi risiko bencana serupa di masa mendatang.