|  Indonesia, WIB
Beranda Regional Pemerintah Papua Pegunungan Tetapkan Status Siaga Bencana Kebakar...
Regional

Pemerintah Papua Pegunungan Tetapkan Status Siaga Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan

Pemerintah Papua Pegunungan Tetapkan Status Siaga Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan

Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan menetapkan status siaga bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mulai 29 Agustus hingga 30 September 2026, menyusul musim kemarau ekstrem dengan indeks curah hujan rendah di kabupaten rawan seperti Jayawijaya, Lanny Jaya, dan Yalimo. Respons penanggulangan melibatkan operasi water bombing dan penerjunan regu Manggala Agni di 15 titik panas, serta aktivasi posko tanggap darurat di tiap daerah. Kebijakan daerah mencakup sanksi pidana tegas bagi pelaku pembakaran lahan dan rekomendasi untuk memperkuat sistem peringatan dini serta rehabilitasi lahan pasca-kebakaran guna mengurangi risiko berulang.

Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan resmi menetapkan status siaga bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mulai 29 Agustus 2026 hingga 30 September 2026, sebagai respons cepat terhadap peningkatan kerawanan akibat musim kemarau ekstrem. Keputusan ini diumumkan oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Papua Pegunungan, Elisa Kogoya, berdasarkan laporan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang mencatat indeks curah hujan di bawah 50 mm per bulan di sebagian besar wilayah, termasuk Kabupaten Jayawijaya, Kabupaten Lanny Jaya, dan Kabupaten Yalimo. Langkah ini diambil untuk meminimalkan dampak ekologis dan kerugian ekonomi yang lebih luas, sejalan dengan kebijakan daerah dalam pengelolaan bencana terpadu.

Data Kerawanan dan Respons Penanggulangan Karhutla

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Papua Pegunungan hingga 28 Agustus 2026, tercatat sebanyak 15 titik panas (hotspot) tersebar di wilayah rawan, dengan tiga di antaranya telah membakar lahan seluas 30 hektare di Distrik Asolokobal, Kabupaten Jayawijaya. Pemerintah provinsi bergerak cepat dengan mengerahkan dua unit helikopter untuk operasi water bombing serta lima regu Manggala Agni yang diterjunkan langsung ke lokasi titik api. Langkah ini merupakan bagian dari rencana kontinjensi daerah yang telah disiapkan sebelumnya untuk menghadapi siaga bencana di masa kemarau ekstrem. Data spesifik terkait kerawanan mencakup:

  • Kabupaten dengan risiko tinggi: Jayawijaya, Lanny Jaya, Yalimo
  • Total hotspot terdeteksi: 15 titik
  • Luas lahan terbakar di Distrik Asolokobal: 30 hektare
  • Personel dikerahkan: 5 regu Manggala Agni dan pilot helikopter

Kebijakan Daerah dan Imbauan untuk Masyarakat

Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan menginstruksikan kepada seluruh kepala daerah, khususnya bupati di wilayah rawan, untuk mengaktifkan posko tanggap darurat. Pemerintah Kabupaten Jayawijaya telah menyiapkan posko di Wamena guna mempermudah koordinasi pemadaman dan evakuasi jika diperlukan. Dalam upaya memberikan efek jera, pemerintah secara resmi mengumumkan opsi sanksi pidana bagi masyarakat yang sengaja membuka lahan dengan cara dibakar. Kebijakan daerah ini sejalan dengan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, yang mengancam pelaku dengan hukuman penjara hingga 10 tahun.

Sebagai catatan strategis, Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan perlu memperkuat sistem peringatan dini berbasis partisipasi masyarakat dan mengoptimalkan patroli terpadu di seluruh kabupaten rawan karhutla. Selain itu, mengingat kerugian ekologis dan ancaman terhadap pertanian lokal yang terbukti signifikan pada peristiwa kebakaran hutan tahun sebelumnya, alokasi anggaran khusus untuk rehabilitasi lahan pasca-kebakaran serta peningkatan sosialisasi tentang bahaya pembakaran lahan sangat direkomendasikan. Langkah ini penting untuk mengurangi risiko berulang dan menjaga ketahanan lingkungan daerah di Papua Pegunungan.

Entitas dalam Berita
Tokoh: Elisa Kogoya
Organisasi: Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan, BMKG, BPBD Provinsi, Manggala Agni, Pemerintah Kabupaten Jayawijaya
Lokasi: Papua Pegunungan, Kabupaten Jayawijaya, Kabupaten Lanny Jaya, Kabupaten Yalimo, Distrik Asolokobal, Wamena
Berita Terkait