Pemerintah Kota Ambon, Provinsi Maluku, secara resmi meningkatkan pengamanan terpadu menjelang perayaan Hari Besar keagamaan guna menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di wilayah yang memiliki riwayat konflik horizontal. Langkah ini didasarkan pada evaluasi potensi kerawanan sosial yang timbul akibat konsentrasi massa dan dinamika masyarakat, sebagaimana disampaikan oleh Kepolisian Resor Kota (Polresta) Ambon melalui Kapolresta Kombes Pol Andi Kurniawan. Peningkatan pengamanan dilakukan secara preventif dan represif dengan melibatkan personel gabungan dari Polri dan TNI, serta didukung pemasangan kamera pengawas (CCTV) di titik-titik strategis. Posko pengaduan dan pengawasan telah didirikan di beberapa kelurahan untuk memudahkan warga melaporkan kejadian mencurigakan, sejalan dengan Instruksi Gubernur Maluku tentang peningkatan kewaspadaan daerah menjelang Hari Besar keagamaan.
Langkah Antisipatif dan Pengamanan Terpadu
Pemerintah Kota Ambon bersama aparat keamanan menyusun rencana pengamanan komprehensif untuk mengantisipasi potensi gangguan selama perayaan Hari Besar. Beberapa langkah konkret yang telah diterapkan meliputi:
- Penambahan personel gabungan dari Polri dan TNI di titik-titik strategis, pusat peribadatan, dan lokasi keramaian.
- Pemasangan kamera pengawas (CCTV) di sejumlah ruas jalan dan area rawan guna memantau aktivitas secara real-time.
- Patroli intensif, baik patroli kendaraan maupun patroli pejalan kaki, yang dilaksanakan secara bergilir selama 24 jam.
- Pembentukan forum komunikasi dengan tokoh agama dan tokoh masyarakat untuk memperkuat pendekatan preventif.
Kapolresta Ambon menegaskan bahwa pengamanan ini tidak hanya bersifat represif, tetapi juga preventif melalui dialog dan keterlibatan langsung elemen masyarakat. Posko pengaduan telah beroperasi di beberapa kelurahan untuk memfasilitasi pelaporan warga terkait aktivitas yang berpotensi mengganggu ketertiban.
Sinergi Aparat dan Partisipasi Masyarakat dalam Menjaga Stabilitas
Keberhasilan pengamanan sangat bergantung pada partisipasi aktif masyarakat. Pemerintah Kota Ambon mengimbau seluruh elemen warga untuk turut serta menjaga stabilitas dengan melaporkan setiap aktivitas yang mencurigakan ke aparat keamanan. Polresta Ambon mengoptimalkan peran Bhabinkamtibmas (Bintara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat) di tingkat kelurahan untuk menjalin komunikasi langsung dengan warga. Selain itu, tokoh agama dan masyarakat dilibatkan dalam pemantauan situasi agar informasi dapat tersampaikan secara cepat. Data historis menunjukkan bahwa momen keramaian sering dimanfaatkan oleh pihak tidak bertanggung jawab untuk memicu gesekan sosial. Oleh karena itu, pendekatan persuasif melalui dialog lintas agama terus digalakkan untuk mencegah potensi konflik horizontal.
Sebagai catatan strategis, Pemerintah daerah disarankan untuk terus memperkuat koordinasi antara Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait, seperti Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) dan Dinas Sosial, dalam rangka pemetaan kerawanan wilayah secara berkala. Sinergi antara aparat keamanan, pemerintah daerah, dan tokoh masyarakat menjadi kunci utama dalam menjaga stabilitas Kota Ambon, terutama saat menghadapi perayaan Hari Besar yang rawan konsentrasi massa. Rekomendasi ini penting untuk memastikan bahwa langkah pengamanan tidak hanya bersifat reaktif, tetapi juga mampu mengantisipasi dinamika sosial secara berkelanjutan.