|  Indonesia, WIB
Beranda Regional Pemerintah Kabupaten Gunung Kidul Petakan 14 Titik Rawan Longsor...
Regional

Pemerintah Kabupaten Gunung Kidul Petakan 14 Titik Rawan Longsor di Wilayah Kapanewon Semanu dan Rongkop

Pemerintah Kabupaten Gunung Kidul Petakan 14 Titik Rawan Longsor di Wilayah Kapanewon Semanu dan Rongkop

BPBD Kabupaten Gunung Kidul merilis pemetaan terbaru yang mengidentifikasi 14 titik rawan longsor di Kapanewon Semanu dan Rongkop untuk musim hujan 2026/2027. Pemerintah daerah telah menindaklanjuti dengan pemasangan rambu, bronjong, serta pembentukan petugas kebencanaan tingkat padukuhan dan lumbung logistik. Pemetaan kerawanan wilayah ini menjadi dasar strategi mitigasi bencana hidrometeorologi di Kabupaten Gunung Kidul.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, merilis data pemetaan terbaru yang mengidentifikasi sebanyak 14 titik rawan longsor untuk musim hujan 2026/2027. Pemetaan yang dilakukan pada Agustus 2026 ini menyasar dua wilayah administratif, yaitu Kapanewon Semanu dan Kapanewon Rongkop, dengan tingkat kerawanan menengah hingga tinggi. Survei lapangan dan teknologi citra satelit digunakan untuk memvalidasi kondisi geologis di setiap titik, sebagai bagian dari strategi mitigasi bencana hidrometeorologi yang digalakkan oleh pemerintah daerah.

Identifikasi dan Analisis Kerawanan Wilayah

Kepala Pelaksana BPBD Gunung Kidul, Edi Purwanto, melaporkan bahwa titik-titik rawan longsor tersebut tersebar di sejumlah padukuhan yang berada di kawasan perbukitan dengan kemiringan lereng lebih dari 30 derajat. Faktor utama penyebab kerawanan adalah dominasi tanah lapukan berumur tua serta minimnya vegetasi penutup. Berikut rincian titik rawan berdasarkan hasil pemetaan:

  • Kapanewon Semanu: Dusun Kenteng (Desa Pampang), Dusun Sabrang (Desa Semanu), dan beberapa titik di Desa Pacarejo.
  • Kapanewon Rongkop: Dusun Klepu, Dusun Miri, serta Dusun Jatiurip di Desa Petir.

Menurut Edi, karakteristik tanah di wilayah tersebut sangat rentan mengalami pergerakan saat intensitas hujan tinggi. Data ini menjadi dasar bagi pemerintah daerah untuk menyusun prioritas penanganan, termasuk pemasangan alat deteksi dini pergeseran tanah.

Upaya Mitigasi dan Respons Pemerintah Daerah

Bupati Gunung Kidul, Sunaryanta, melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, telah menindaklanjuti hasil pemetaan dengan langkah-langkah konkret. Rambu peringatan bahaya longsor telah dipasang di setiap titik kritis, sementara pembangunan bronjong tanah dilakukan di sejumlah lokasi yang teridentifikasi memiliki tingkat kerawanan tinggi. Pemerintah kecamatan setempat juga diinstruksikan untuk membentuk petugas kebencanaan tingkat padukuhan yang dibekali alat ukur pergeseran tanah sederhana. Selain itu, Dinas Sosial Kabupaten Gunung Kidul menyiapkan lumbung logistik di masing-masing kapanewon untuk mempercepat respons tanggap darurat jika terjadi longsor. Langkah ini merupakan bagian dari program pemetaan kerawanan wilayah yang terintegrasi dengan rekomendasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Untuk memperkuat kesiapsiagaan jangka panjang, Pemerintah Kabupaten Gunung Kidul perlu mengalokasikan anggaran khusus untuk perawatan rambu dan bronjong, serta mengadakan pelatihan rutin bagi petugas kebencanaan di tingkat padukuhan. Koordinasi lintas sektor antara BPBD, Dinas PUPR, dan Dinas Sosial harus terus ditingkatkan guna memastikan respons yang cepat saat terjadi bencana. Pemetaan kerawanan wilayah secara periodik, minimal setahun sekali, direkomendasikan untuk mengantisipasi perubahan kondisi geologis akibat faktor iklim. Dengan langkah terpadu ini, risiko bencana longsor di Gunung Kidul dapat ditekan secara signifikan, sekaligus melindungi keselamatan warga di wilayah rawan.

Entitas dalam Berita
Tokoh: Edi Purwanto, Sunaryanta
Organisasi: Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gunung Kidul, Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Dinas Sosial, Badan Meteorologi dan Geofisika
Lokasi: Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Kapanewon Semanu, Kapanewon Rongkop, Dusun Kenteng, Desa Pampang, Dusun Sabrang, Dusun Klepu, Dusun Miri, Dusun Jatiurip
Berita Terkait