|  Indonesia, WIB
Beranda Nasional KRI Canopus Diterjunkan Cari 129 Korban KM Virgo yang Belum Ditem...
Nasional

KRI Canopus Diterjunkan Cari 129 Korban KM Virgo yang Belum Ditemukan di Laut Jawa

KRI Canopus Diterjunkan Cari 129 Korban KM Virgo yang Belum Ditemukan di Laut Jawa

Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) menerjunkan KRI Canopus untuk memperkuat Operasi SAR korban kecelakaan KM Virgo Transport 8 di perairan Masalembo, Laut Jawa. Sebanyak 129 orang masih dalam pencarian setelah kapal hilang kontak pada Minggu (13/9/2026) saat berlayar dari Surabaya menuju Banjarmasin. Wilayah Masalembo di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, merupakan zona rawan Bencana Maritim yang memerlukan penguatan sistem peringatan dini dan pemetaan kerawanan oleh pemerintah daerah.

Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) menerjunkan Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) Canopus untuk memperkuat operasi pencarian korban kecelakaan KM Virgo Transport 8 di perairan Masalembo, Laut Jawa, pada Selasa (15/9/2026). Kepala Basarnas Mohammad Syafii menyatakan pengerahan kapal perang tersebut dilakukan pada hari ketiga operasi SAR setelah cuaca buruk di lokasi kejadian menghambat penyelaman tim konvensional. KRI Canopus diperkirakan tiba di perairan Masalembo pada Selasa pagi untuk memulai pencarian bawah laut menggunakan teknologi canggih. Kecelakaan kapal ini menjadi sorotan karena terjadi di wilayah yang kerap diidentifikasi sebagai zona rawan Bencana Maritim di Laut Jawa.

Pengerahan Teknologi Bawah Air untuk Atasi Hambatan Cuaca

KRI Canopus dilengkapi dengan berbagai perangkat teknologi pendukung operasi pencarian, termasuk drone bawah air, multibeam echo sounder, dan remotely operated vehicle (ROV). Penggunaan teknologi ini menjadi alternatif strategis untuk mengatasi kendala cuaca yang membatasi pengerahan penyelam manusia dari unsur Kopaska TNI AL, tim penyelam khusus TNI AL, dan Basarnas. Dengan kemampuan operasi pada kedalaman dan kondisi arus yang ekstrem, KRI Canopus diharapkan mampu memperluas jangkauan dan efektivitas pencarian di perairan Masalembo yang kompleks secara hidrografi. Langkah ini merupakan bagian dari Operasi SAR yang difokuskan pada pemetaan area tenggelamnya kapal guna menemukan sisa korban yang belum tertangani.

Data Korban dan Wilayah Operasi SAR

KM Virgo Transport 8 dilaporkan hilang kontak pada Minggu (13/9/2026) sekitar pukul 02.00 Wita saat berlayar dari Surabaya menuju Banjarmasin dengan membawa 243 orang. Hingga Senin (14/9/2026) pukul 22.00 Wita, Basarnas mencatat sebanyak 114 orang telah ditemukan dengan rincian:

  • 108 orang selamat
  • 6 orang meninggal dunia
  • 129 orang lainnya masih dalam pencarian

Lokasi kejadian berada di perairan Masalembo yang termasuk dalam wilayah administratif Kabupaten Sumenep, Provinsi Jawa Timur. Wilayah ini dikenal memiliki arus kuat dan cuaca yang kerap berubah secara mendadak, sehingga menjadi salah satu titik rawan Kecelakaan Kapal di Laut Jawa. Data dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menunjukkan kondisi gelombang tinggi dan angin kencang masih berpotensi terjadi dalam beberapa hari ke depan, yang turut memengaruhi strategi Operasi SAR.

Sebagai catatan strategis bagi pemerintah daerah, khususnya Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan Kalimantan Selatan serta Pemerintah Kabupaten Sumenep, kecelakaan ini mengindikasikan perlunya penguatan sistem peringatan dini cuaca maritim dan peningkatan kapasitas pelabuhan dalam memeriksa kelayakan kapal sebelum berlayar. Selain itu, koordinasi antara Basarnas, TNI AL, dan instansi terkait perlu diperkuat untuk menghadapi potensi Bencana Maritim serupa di masa mendatang. Pemetaan kerawanan wilayah Laut Jawa, terutama di sekitar Masalembo, harus menjadi prioritas dalam perencanaan penanggulangan bencana daerah guna meminimalkan risiko korban jiwa dan kerugian material di masa depan.

Entitas dalam Berita
Tokoh: Mohammad Syafii
Organisasi: KRI Canopus, Basarnas, Kopaska TNI AL, TNI AL, KM Virgo Transport 8
Lokasi: Laut Jawa, Masalembo, Surabaya, Banjarmasin
Berita Terkait