|  Indonesia, WIB
Beranda Regional Korem 045 Garuda Jaya Padamkan Karhutla 5 Hektare di Belilik Bang...
Regional

Korem 045 Garuda Jaya Padamkan Karhutla 5 Hektare di Belilik Bangka Tengah

Korem 045 Garuda Jaya Padamkan Karhutla 5 Hektare di Belilik Bangka Tengah

Personel TNI dari Korem 045/Garuda Jaya berhasil memadamkan Karhutla seluas lima hektare di Desa Belilik, Bangka Tengah, pada 29 Agustus 2026. Operasi pemadaman yang cepat dan terkoordinasi berhasil mencegah kerugian material dan korban jiwa, serta menjadi dasar bagi peningkatan patroli dan koordinasi lintas wilayah, termasuk dengan posko pengendalian Karhutla di Bakauheni. Pemerintah daerah direkomendasikan untuk memperkuat sistem peringatan dini dan kapasitas Satgas Karhutla guna mengantisipasi musim kemarau ekstrem.

Personel TNI dari Korem 045/Garuda Jaya berhasil memadamkan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) seluas lima hektare di Desa Belilik, Kecamatan Namang, Kabupaten Bangka Tengah, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, pada Sabtu, 29 Agustus 2026. Satuan tugas (Satgas) Karhutla setempat mengerahkan satu unit mobil pemadam kebakaran setelah menerima laporan warga mengenai titik api yang berpotensi merambat ke permukiman dan perkebunan kelapa sawit di sekitarnya. Kejadian ini menjadi perhatian serius bagi jajaran Korem 045/Garuda Jaya yang langsung melakukan koordinasi dengan pihak terkait untuk mengendalikan api. Operasi pemadaman yang cepat dan terkoordinasi berhasil mencegah kerugian material dan korban jiwa.

Langkah Taktis dan Respons Cepat Satgas Karhutla Korem 045/Garuda Jaya

Komandan Korem 045/Garuda Jaya, Brigjen TNI Nur Wahyudi, melaporkan bahwa api berhasil dipadamkan sepenuhnya dan situasi di lokasi kejadian telah kondusif. Keberhasilan pemadaman ini tidak lepas dari kesiagaan personel Satgas Karhutla yang langsung turun ke lapangan sesaat setelah laporan diterima. Langkah-langkah operasional yang dilakukan meliputi:

  • Pengerahan satu unit mobil pemadam kebakaran dari posko terdekat untuk menjangkau titik api di lahan gambut dan semak belukar.
  • Pembuatan sekat bakar (firebreak) secara manual untuk memutus jalur rambat api ke area perkebunan kelapa sawit milik warga.
  • Penyemprotan air secara intensif pada bara api yang masih tersisa guna mencegah munculnya titik api baru.
  • Evakuasi penduduk di sekitar lokasi ke titik aman sementara, meskipun tidak ada korban jiwa yang dilaporkan.

Seluruh rangkaian operasi pemadaman berlangsung dalam waktu singkat berkat koordinasi erat antara TNI, pemerintah desa, dan warga setempat. Data dari lapangan menunjukkan bahwa lahan yang terbakar didominasi oleh semak belukar kering dan sebagian kecil gambut, yang sangat mudah terbakar pada musim kemarau ekstrem. Dengan respons cepat ini, potensi kebakaran meluas ke area permukiman dan perkebunan dapat diminimalkan secara signifikan.

Strategi Pencegahan dan Penguatan Koordinasi Lintas Wilayah

Pasca kejadian, Korem 045/Garuda Jaya meningkatkan frekuensi patroli dan sosialisasi pencegahan Karhutla kepada masyarakat setempat. Langkah ini diambil untuk mengantisipasi potensi kebakaran baru di tengah musim kemarau ekstrem yang melanda wilayah Bangka Belitung, di mana kondisi cuaca panas disertai angin kencang dapat mempercepat penyebaran api. Masyarakat diimbau untuk tidak melakukan pembakaran lahan dan segera melaporkan titik api kepada petugas TNI, Polri, atau Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Dalam upaya meningkatkan koordinasi lintas sektor, Korem juga menjalin komunikasi dengan posko pengendalian Karhutla di wilayah Bakauheni, Lampung, sebagai referensi dalam pengembangan sistem deteksi dini dan respons cepat. Hal ini dianggap penting mengingat Bakauheni memiliki pengalaman dalam menangani kebakaran lahan gambut yang kerap terjadi saat musim kemarau.

Sebagai catatan strategis bagi Pemerintah Daerah Kabupaten Bangka Tengah dan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, rekomendasi penguatan sistem peringatan dini berbasis partisipasi masyarakat perlu diintegrasikan dengan peta kerawanan Karhutla yang dimutakhirkan secara berkala. Selain itu, peningkatan kapasitas personel Satgas Karhutla di tingkat desa dan kecamatan, serta pengadaan sarana pemadam yang memadai menjadi prioritas untuk mengurangi risiko kebakaran lahan gambut yang rentan terjadi pada musim kemarau panjang. Koordinasi dengan daerah sekitar, seperti Bakauheni, dapat menjadi model dalam pembentukan posko terpadu yang responsif terhadap bencana kebakaran lintas batas wilayah.

Entitas dalam Berita
Tokoh: Brigjen TNI Nur Wahyudi
Organisasi: Korem 045/Garuda Jaya, Satgas karhutla, TNI, Polri, BPBD
Lokasi: Desa Belilik, Kecamatan Namang, Kabupaten Bangka Tengah, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Bangka Belitung
Berita Terkait