Kabupaten Bogor, Jawa Barat – Kebakaran yang melanda kawasan Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS) Galuga telah meluas hingga mencakup area seluas 7,1 hektare. Peristiwa ini terhitung sebagai salah satu bencana kebakaran terbesar di wilayah Bogor dalam beberapa tahun terakhir, melibatkan wilayah administrasi Kabupaten Bogor dan Kota Bogor. Bupati Bogor, Rudy Susmanto, menyampaikan bahwa luasan area terdampak meningkat signifikan dari penilaian awal 1,7 hektare menjadi lima hektare di wilayah Kabupaten Bogor. Jika digabungkan dengan area terdampak di Kota Bogor, total luas kebakaran mencapai 7,1 hektare, menjadikan penanganannya sebagai prioritas utama pemerintah daerah.
Kendala Penanganan dan Upaya Pemadaman di TPAS Galuga
Proses pemadaman kebakaran di TPAS Galuga menghadapi kendala yang kompleks akibat karakteristik timbunan sampah yang telah berusia puluhan tahun dengan ketinggian lebih dari 10 meter. Material sampah yang telah mengeras, menyerupai briket, menyimpan bara api di bagian dalam gundukan. Hal ini menyebabkan kobaran api tidak lagi terlihat di permukaan, namun asap tebal masih terus muncul dari sejumlah titik, menyulitkan upaya pemadaman secara konvensional.
Untuk mengatasi situasi tersebut, tim gabungan dari Pemerintah Kabupaten Bogor, Pemerintah Kota Bogor, dan TNI AU telah dikerahkan. Langkah penanganan yang dilakukan meliputi pembongkaran gundukan sampah menggunakan alat berat, dilanjutkan dengan penyemprotan air, proses pendinginan, serta operasi water bombing dari udara. Upaya ini difokuskan untuk memastikan api benar-benar padam hingga ke lapisan dalam material sampah, guna mencegah munculnya kembali titik api di kemudian hari.
- Luas kebakaran gabungan: 7,1 hektare (Kabupaten Bogor dan Kota Bogor)
- Wilayah terdampak: Kawasan TPAS Galuga, Kabupaten Bogor, berbatasan dengan Kota Bogor
- Ketinggian timbunan sampah: lebih dari 10 meter dengan material mengeras seperti briket
- Kronologi: Kebakaran bermula dari lahan pertanian di sekitar lokasi pada Senin, 7 September 2026, pukul 16.00 WIB
- Tim penanganan: Pemerintah Kabupaten Bogor, Pemerintah Kota Bogor, dan TNI AU
Kronologi dan Prioritas Keselamatan Masyarakat
Berdasarkan laporan sementara, kebakaran bermula dari lahan pertanian di sekitar TPAS Galuga pada Senin, 7 September 2026, sekitar pukul 16.00 WIB. Api dengan cepat merambat ke area pembuangan sampah, diperparah oleh angin kencang dan material sampah yang mudah terbakar. Hingga saat ini, penanganan masih difokuskan pada upaya penyelamatan masyarakat di sekitar lokasi dan penyelesaian pemadaman secara menyeluruh.
Pemerintah Kabupaten Bogor belum mengumumkan penyebab pasti kebakaran. Namun, proses penyelidikan akan dilakukan secara menyeluruh setelah tahap darurat selesai. Pendekatan ini diambil untuk memastikan bahwa langkah penanganan bencana tidak terganggu dan fokus utama tetap pada pengendalian situasi di lapangan.
Sebagai catatan strategis untuk pemerintah daerah, kejadian kebakaran di TPAS Galuga ini menegaskan perlunya penguatan sistem deteksi dini dan mitigasi risiko bencana di area pengelolaan sampah. Pemerintah Kabupaten Bogor dan Kota Bogor perlu berkoordinasi dalam penyusunan rencana tanggap darurat terpadu, termasuk peningkatan kapasitas alat berat dan akses air untuk penanganan kebakaran skala besar. Selain itu, evaluasi menyeluruh terhadap pengelolaan TPAS, termasuk aspek kestabilan timbunan dan ketahanan material, menjadi langkah penting untuk mencegah terulangnya kejadian serupa di masa mendatang.