|  Indonesia, WIB
Beranda Regional Kebakaran Landa Permukiman Padat di Kota Makassar, 50 Rumah Hangu...
Regional

Kebakaran Landa Permukiman Padat di Kota Makassar, 50 Rumah Hangus

Kebakaran Landa Permukiman Padat di Kota Makassar, 50 Rumah Hangus

Kebakaran besar melanda permukiman padat di Kelurahan Bara-Baraya, Kecamatan Mariso, Kota Makassar pada Selasa dini hari, menghanguskan 50 rumah dan memaksa lebih dari 200 jiwa mengungsi. Kendala akses jalan sempit dan minimnya hidran kebakaran menjadi faktor utama tingginya kerawanan di kawasan tersebut. Pemerintah daerah direkomendasikan untuk melakukan evaluasi tata ruang, pengadaan hidran, dan penyiapan lokasi pengungsian tetap guna mitigasi bencana serupa di masa depan.

Pada Selasa dini hari pukul 02.30 WITA, kebakaran besar melanda permukiman padat di Kelurahan Bara-Baraya, Kecamatan Mariso, Kota Makassar, Provinsi Sulawesi Selatan. Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Makassar menerjunkan 15 unit mobil pemadam untuk mengendalikan api yang dengan cepat menjalar akibat struktur bangunan berhimpitan dan material mudah terbakar. Dugaan sementara, kebakaran dipicu korsleting listrik di salah satu rumah warga. Akibat kejadian ini, sekitar 50 unit rumah hangus terbakar dan lebih dari 200 jiwa terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman. Tidak ada korban jiwa, namun kerugian material diperkirakan mencapai miliaran rupiah.

Analisis Kerawanan Bencana di Permukiman Padat Kota Makassar

Insiden kebakaran di Kelurahan Bara-Baraya kembali menyoroti tingginya tingkat kerawanan bencana di permukiman padat pusat Kota Makassar. Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar, kawasan dengan kepadatan tinggi seperti Mariso, Rappocini, dan Ujung Tanah kerap mengalami kesulitan akses bagi kendaraan pemadam kebakaran. Berikut rincian indikator kerawanan yang teridentifikasi dari insiden ini:

  • Lokasi: Kelurahan Bara-Baraya, Kecamatan Mariso, Kota Makassar.
  • Luas area terdampak: Sekitar 0,5 hektare permukiman padat.
  • Jumlah rumah hangus: 50 unit hunian permanen dan semipermanen.
  • Jumlah pengungsi: Lebih dari 200 jiwa dari 70 Kepala Keluarga (KK).
  • Sarana pemadam: 15 unit mobil Damkar dan puluhan personel.
  • Kendala utama: Akses jalan sempit (lebar kurang dari 3 meter) dan minimnya hidran kebakaran di lingkungan tersebut.
  • Kerugian material: Diperkirakan mencapai Rp5 miliar berdasarkan aset bangunan dan isi rumah.
  • Korban jiwa: Nihil.

Kepala BPBD Kota Makassar, Dr. Andi Dahlan, menegaskan bahwa peristiwa bencana kebakaran seperti ini menjadi alarm bagi pemerintah daerah untuk segera melakukan pemetaan kerawanan dan revitalisasi sistem proteksi kebakaran di permukiman padat. Ia juga mengimbau masyarakat untuk lebih waspada terhadap potensi korsleting listrik, terutama saat beban listrik meningkat pada malam hari.

Rekomendasi Penataan Ruang dan Mitigasi Kebakaran

Insiden kebakaran di Makassar kembali mengingatkan pentingnya integrasi mitigasi bencana dalam perencanaan tata ruang kota. Pemerintah Kota Makassar melalui Dinas Tata Ruang dan Dinas Perumahan perlu mengevaluasi kembali izin mendirikan bangunan di kawasan padat, khususnya zona yang tidak memiliki akses jalan yang memadai untuk kendaraan pemadam. Selain itu, pengadaan hidran kebakaran di setiap kelurahan menjadi kebutuhan mendesak, terutama di titik-titik rawan seperti Bara-Baraya. Dinas Sosial dan BPBD setempat juga perlu menyiapkan dapur umum dan lokasi pengungsian tetap yang strategis guna mempercepat respons saat bencana terjadi. Sebagai catatan strategis, pemerintah daerah disarankan untuk mengintegrasikan peta kerawanan kebakaran dalam Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) dan memperkuat koordinasi lintas sektor dalam pelaksanaan sosialisasi mitigasi kebakaran kepada masyarakat di permukiman padat.

Entitas dalam Berita
Organisasi: Damkar Kota Makassar
Lokasi: Kelurahan Bara-Baraya, Kecamatan Mariso, Kota Makassar, Sulawesi Selatan
Berita Terkait