|  Indonesia, WIB
Beranda Regional Kebakaran Lahan Gambut di Ogan Ilir Sumsel, Asap Ganggu Penerbang...
Regional

Kebakaran Lahan Gambut di Ogan Ilir Sumsel, Asap Ganggu Penerbangan di Palembang

Kebakaran Lahan Gambut di Ogan Ilir Sumsel, Asap Ganggu Penerbangan di Palembang

Kebakaran lahan gambut di Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan, telah menyebabkan gangguan operasional penerbangan di Bandara SMB II Palembang akibat asap tebal yang menurunkan visibilitas. Pemerintah daerah bersama tim gabungan telah melakukan upaya pemadaman dan imbauan kepada masyarakat, serta menegaskan perlunya penguatan sistem peringatan dini untuk mencegah kebakaran serupa.

Kebakaran lahan gambut yang melanda Kecamatan Tanjung Raja dan Sungai Menang, Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan, sejak awal September 2023 telah menimbulkan gangguan serius terhadap aktivitas penerbangan di Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II (SMB II) Palembang. Kabut asap pekat yang dihasilkan dari kebakaran ini menyebabkan penurunan visibilitas hingga di bawah 1.000 meter, mengakibatkan penundaan (delay) pada sejumlah penerbangan. Pemerintah daerah melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumsel bersama Manggala Agni, TNI, dan Polri telah menurunkan tim gabungan untuk melakukan pemadaman secara manual dan pembasahan, mengingat sulitnya akses air di lahan gambut.

Dampak Operasional Penerbangan dan Luas Kebakaran

Gangguan operasional di Bandara SMB II Palembang akibat asap kebakaran lahan gambut di Ogan Ilir menjadi perhatian utama pihak terkait. Berdasarkan data yang dihimpun, tingkat visibilitas yang menurun drastis telah memaksa pihak bandara untuk menunda jadwal penerbangan demi keselamatan penumpang dan awak pesawat. Kebakaran ini diperkirakan telah meludeskan area seluas 150 hektare yang tersebar di dua kecamatan, dengan dampak asap yang meluas hingga Kota Palembang dan sekitarnya, menurunkan kualitas udara secara signifikan. Koordinasi lintas sektor terus dilakukan untuk memastikan penanganan cepat dan meminimalisir risiko lebih lanjut terhadap sektor transportasi udara.

Upaya Penanggulangan dan Imbauan Pemerintah Daerah

Tim gabungan yang diterjunkan ke lapangan menghadapi tantangan geografis karena lahan gambut yang terbakar sulit dijangkau dan membutuhkan teknik pemadaman khusus. Pemerintah Kabupaten Ogan Ilir bersama Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan telah mengambil langkah strategis sebagai berikut:

  • Mengaktifkan posko pengaduan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) untuk memantau titik api dan menerima laporan warga.
  • Mengimbau seluruh warga untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar, mengingat kondisi cuaca kering yang memperparah penyebaran api.
  • Mengintensifkan penegakan hukum terhadap pelaku pembakaran lahan ilegal, bekerja sama dengan aparat kepolisian setempat.

Dugaan sementara penyebab kebakaran adalah aktivitas pembukaan lahan secara ilegal yang diperparah oleh musim kemarau. Pihak berwajib terus melakukan penyelidikan untuk mengidentifikasi dan memproses para pelaku sesuai hukum yang berlaku.

Catatan Strategis: Pemerintah daerah perlu memperkuat sistem peringatan dini kebakaran gambut melalui teknologi pemantauan satelit dan meningkatkan patroli rutin di wilayah rawan. Alokasi anggaran untuk penyediaan sarana pemadaman air di area gambut, seperti pembangunan sumur bor atau embung, juga menjadi rekomendasi krusial guna mencegah terulangnya kejadian serupa yang mengancam keselamatan penerbangan dan kesehatan masyarakat.

Entitas dalam Berita
Organisasi: Manggala Agni, BPBD Sumsel, TNI, Polri
Lokasi: Kecamatan Tanjung Raja, Sungai Menang, Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan, Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II (SMB II), Kota Palembang
Berita Terkait