|  Indonesia, WIB
Beranda Regional Kebakaran Hutan dan Lahan di Riau Meluas, Udara Palembang Masuk K...
Regional

Kebakaran Hutan dan Lahan di Riau Meluas, Udara Palembang Masuk Kategori Berbahaya

Kebakaran Hutan dan Lahan di Riau Meluas, Udara Palembang Masuk Kategori Berbahaya
Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) kembali terjadi di Provinsi Riau dengan intensitas yang meluas pada awal September 2026. Data dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menunjukkan peningkatan jumlah titik panas (hotspot) di beberapa kabupaten, termasuk Bengkalis, Rokan Hilir, dan Siak. Asap tebal dari kebakaran ini telah berdampak serius pada kualitas udara di wilayah sekitarnya, bahkan hingga menyeberang ke Provinsi Sumatera Selatan. Dinas Lingkungan Hidup Kota Palembang melaporkan bahwa Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) di kota tersebut telah masuk dalam kategori berbahaya, dengan parameter PM2.5 mencapai level yang sangat mengkhawatirkan. Pemerintah setempat telah mengimbau warga untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan dan menggunakan masker pelindung. Manggala Agni dan tim gabungan dari BPBD Riau telah dikerahkan untuk melakukan pemadaman di titik-titik api yang tersebar. Namun, kondisi lahan gambut yang kering dan cuaca yang minim hujan menyebabkan upaya pemadaman menemui kendala. Asap tebal juga berpotensi mengganggu operasional penerbangan di bandara-bandara regional. Insiden karhutla yang berulang ini menunjukkan kerentanan ekosistem gambut di Riau dan tantangan besar dalam penegakan hukum terhadap pembakaran lahan. Dampak lintas provinsi dari bencana ini memerlukan koordinasi dan penanganan yang lebih terintegrasi antar pemerintah daerah di Pulau Sumatera.
Entitas dalam Berita
Organisasi: Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Dinas Lingkungan Hidup Kota Palembang, Manggala Agni, BPBD Riau
Lokasi: Riau, Bengkalis, Rokan Hilir, Siak, Sumatera Selatan, Palembang, Pulau Sumatera
Berita Terkait