|  Indonesia, WIB
Beranda Regional Kebakaran Hutan dan Lahan di Kalimantan Tengah Meluas, Kabut Asap...
Regional

Kebakaran Hutan dan Lahan di Kalimantan Tengah Meluas, Kabut Asap Selimuti Palangka Raya

Kebakaran Hutan dan Lahan di Kalimantan Tengah Meluas, Kabut Asap Selimuti Palangka Raya

Karhutla di Kalimantan Tengah meluas per 25 Agustus 2026 dengan 320 titik panas terdeteksi di Kabupaten Pulang Pisau, Kapuas, dan Kota Palangka Raya. Kabut asap menurunkan jarak pandang hingga 500 meter dan kualitas udara tidak sehat. Pemerintah provinsi mengerahkan 5 helikopter water bombing dan 2.000 personel gabungan untuk penanganan darurat.

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Kalimantan Tengah terus meluas hingga akhir Agustus 2026, dengan peningkatan signifikan titik panas (hotspot) di sejumlah wilayah. Berdasarkan pemantauan satelit NOAA, tercatat 320 titik panas di provinsi ini per 25 Agustus 2026, terutama di Kabupaten Pulang Pisau, Kabupaten Kapuas, dan Kota Palangka Raya. Kabut asap tebal mulai menyelimuti Palangka Raya sejak pagi hari, menyebabkan jarak pandang turun drastis hingga 500 meter. Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) di kota tersebut mencapai level tidak sehat dengan konsentrasi PM2.5 sebesar 150 µg/m³. Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah bersama TNI-Polri dan Manggala Agni telah mengerahkan sumber daya untuk penanganan darurat.

Peningkatan Titik Panas dan Dampak Kabut Asap

Berdasarkan data satelit dan laporan lapangan, sebaran titik panas di Kalimantan Tengah menunjukkan pola yang mengkhawatirkan. Berikut rincian wilayah terdampak dan indikator kerawanan:

  • Kabupaten Pulang Pisau – tercatat sebagai wilayah dengan konsentrasi hotspot tertinggi, terutama di Kecamatan Banama Tingang.
  • Kabupaten Kapuas – titik panas menyebar di beberapa kecamatan, memperparah kualitas udara di daerah penyangga.
  • Kota Palangka Raya – kabut asap dari wilayah sekitar mulai menyelimuti ibu kota provinsi, mengganggu aktivitas penerbangan dan transportasi darat.
  • Kualitas udara di Palangka Raya berada pada kategori tidak sehat berdasarkan ISPU, dengan parameter PM2.5 mencapai 150 µg/m³, melampaui ambang batas normal.

Kondisi ini diperburuk oleh akses jalan di Kecamatan Banama Tingang yang tertutup kabut asap tebal, mengakibatkan sebanyak 10 desa terisolasi. Warga di wilayah tersebut kesulitan mendapatkan pasokan logistik dan layanan kesehatan dasar.

Upaya Penanganan oleh Pemerintah Daerah

Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah telah mengaktifkan status siaga darurat karhutla dan mengerahkan sumber daya secara masif. Langkah-langkah yang dilakukan meliputi:

  • Pengerahan 5 unit helikopter water bombing untuk melakukan pemadaman dari udara di titik-titik api yang sulit dijangkau.
  • Penempatan 2.000 personel gabungan dari TNI, Polri, dan Manggala Agni untuk pemadaman darat serta patroli pencegahan.
  • Pembentukan posko kesehatan di beberapa lokasi untuk menangani gangguan pernapasan akibat kabut asap.
  • Imbauan resmi kepada masyarakat untuk menggunakan masker, mengurangi aktivitas luar ruangan, dan melaporkan jika menemukan titik api baru.

Meskipun upaya penanganan telah dilakukan, cuaca kering dan angin yang bertiup dari selatan memperluas sebaran asap. Pemerintah daerah juga berkoordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk memperoleh dukungan tambahan.

Sebagai catatan strategis, Pemerintah Daerah Kalimantan Tengah direkomendasikan untuk memperkuat sistem deteksi dini karhutla berbasis satelit dan meningkatkan patroli terpadu di wilayah rawan, khususnya di Kabupaten Pulang Pisau dan Kapuas. Selain itu, perlu dilakukan sosialisasi intensif kepada masyarakat mengenai larangan membuka lahan dengan cara membakar, serta penyediaan alternatif pengolahan lahan non-bakar. Langkah ini penting untuk menekan risiko meluasnya karhutla dan dampak kabut asap pada periode musim kemarau mendatang.

Entitas dalam Berita
Organisasi: NOAA, Pemerintah Provinsi Kalteng, TNI-Polri, Manggala Agni
Lokasi: Kalimantan Tengah, Pulang Pisau, Kapuas, Palangka Raya, Banama Tingang
Berita Terkait