|  Indonesia, WIB
Beranda Regional Kebakaran Gunung Bromo Meluas hingga ke Jemplang Malang
Regional

Kebakaran Gunung Bromo Meluas hingga ke Jemplang Malang

Kebakaran Gunung Bromo Meluas hingga ke Jemplang Malang

Balai Besar TNBTS menutup total seluruh aktivitas wisata Gunung Bromo akibat karhutla yang meluas hingga Jemplang, Malang, dan memengaruhi empat kabupaten. Penutupan ini merupakan langkah strategis untuk mengendalikan api dan melindungi ekosistem Taman Nasional. Koordinasi lintas instansi dan penguatan sistem peringatan dini menjadi rekomendasi utama bagi pemerintah daerah.

Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) resmi menetapkan status penutupan total seluruh aktivitas wisata di kawasan Gunung Bromo. Keputusan ini diambil menyusul meluasnya karhutla yang kini menjalar hingga kawasan Jemplang, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Kebakaran yang sebelumnya terdeteksi di Sabana Pengol, Kabupaten Probolinggo, pada Sabtu, 12 September 2026, dipercepat oleh hembusan angin kencang di wilayah pegunungan. Penutupan ini tertuang dalam Surat Pengumuman Nomor: PG.23/T.8/TU/HMS.01.07/B/09/2026 dan berlaku efektif untuk seluruh pintu masuk utama.

Peta Kerawanan Karhutla di Wilayah Kerja TNBTS

Penutupan total ini menyasar seluruh jalur akses wisata yang menghubungkan kawasan TNBTS dari empat kabupaten. Berdasarkan surat edaran resmi, berikut adalah titik-titik pintu masuk yang ditutup sementara sebagai langkah mitigasi karhutla:

  • Jemplang — Kabupaten Malang
  • Cemoro Lawang — Kabupaten Probolinggo
  • Wonokriti — Kabupaten Pasuruan
  • Senduro — Kabupaten Lumajang

Kebakaran ini merupakan insiden karhutla kedua yang melanda Taman Nasional dalam kurun waktu satu bulan terakhir. Sebelumnya, pada 3 Agustus 2026, titik api muncul di Blok Bantengan dan merambat ke Watu Gede, Kabupaten Pasuruan. Penanganan kebakaran saat ini dilakukan oleh petugas gabungan dari Balai Besar TNBTS dan instansi terkait yang tengah berupaya memadamkan api sekaligus mengamankan perimeter kawasan agar tidak meluas lebih jauh.

Koordinasi Lintas Sektor dalam Penanganan Karhutla

Dalam laporan teritorial yang dihimpun, penyebaran api di kawasan Jemplang menjadi perhatian utama karena area ini berbatasan langsung dengan permukiman warga dan area lindung yang memiliki nilai ekologis tinggi. Balai Besar TNBTS bersama dengan BPBD Kabupaten Malang dan unsur TNI/Polri telah melakukan pemetaan titik api serta membentuk sektor-sektor pemadaman untuk mempersempit area terdampak. Koordinasi lintas instansi ini dinilai krusial untuk memastikan keselamatan personel dan warga sekitar, sekaligus mencegah meluasnya kerusakan ekosistem Taman Nasional.

Sebagai catatan strategis, pemerintah daerah di empat kabupaten terdampak diharapkan dapat memperkuat sistem peringatan dini karhutla dan melakukan patroli terpadu secara berkala di wilayah penyangga TNBTS. Selain itu, langkah rehabilitasi lahan pascakebakaran perlu segera direncanakan, termasuk melibatkan masyarakat lokal dalam program pemulihan ekosistem. Hal ini merupakan bagian dari upaya mitigasi jangka panjang untuk menjaga kelestarian kawasan konservasi sekaligus meminimalkan risiko kejadian serupa di masa mendatang.

Entitas dalam Berita
Organisasi: Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, Balai Besar TNBTS, instansi terkait
Lokasi: Gunung Bromo, Jemplang, Malang, Sabana Pengol, Probolinggo, Jawa Timur, Cemoro Lawang, Wonokriti, Pasuruan, Senduro, Lumajang, Blok Bantengan, Watu Gede
Berita Terkait