Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan bersama TNI, Polri, dan Manggala Agni masih menghadapi perluasan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang signifikan di sejumlah wilayah. Berdasarkan hasil rapat koordinasi penanganan karhutla yang digelar di Posko Palembang pada 18 September 2026, capaian pemadaman harian tercatat mencapai 236,75 hektare. Namun, hasil pemeriksaan sehari sebelumnya menunjukkan luas kebakaran baru mencapai sekitar 505 hektare. Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Djamari Chaniago menegaskan bahwa Sumatera Selatan menempati peringkat pertama secara nasional dalam kejadian karhutla harian terkini. Kondisi ini menuntut percepatan penanganan di lapangan agar laju kebakaran tidak melampaui kapasitas pemadaman.
Laju Kebakaran Baru Masih Melampaui Capaian Pemadaman
Data yang dihimpun dari posko menunjukkan bahwa laju kebakaran baru masih lebih besar dibandingkan capaian pemadaman. Pada hari yang sama, tercatat tambahan area yang harus ditangani mencapai 402,22 hektare. Angka ini mengindikasikan bahwa upaya pemadaman yang dilakukan belum mampu mengimbangi penyebaran api di lapangan. Berikut rincian data terkini:
- Capaian pemadaman harian: 236,75 hektare
- Luas kebakaran baru (pemeriksaan sebelumnya): ~505 hektare
- Tambahan area yang harus ditangani: 402,22 hektare
- Peringkat nasional karhutla harian: pertama
Kenaikan angka kebakaran baru ini menjadi perhatian serius pemerintah pusat dan daerah. Menko Polkam menekankan perlunya langkah-langkah taktis di lapangan untuk memastikan penurunan luas area terdampak. Sementara itu, upaya pemadaman yang dilakukan oleh personel gabungan dari TNI, Polri, dan Manggala Agni terus diintensifkan di berbagai titik rawan. Kondisi ini menuntut pengerahan sumber daya secara terfokus dan terukur untuk menekan angka kebakaran di wilayah prioritas.
Prioritas Penanganan di Kecamatan Kertapati, Palembang
Menindaklanjuti hasil rapat koordinasi, Menko Polkam meminta agar strategi pengerahan personel dan kekuatan pemadaman dipusatkan pada lokasi dengan kejadian besar, khususnya di Karya Jaya, Kecamatan Kertapati, Kota Palembang. Wilayah ini menjadi salah satu titik dengan tingkat kerawanan tertinggi di Sumatera Selatan. Meskipun kondisi karhutla harian di Sumatera Selatan tertinggi secara nasional, pemerintah pusat menilai bahwa bantuan pemadaman dari negara lain belum diperlukan. Kekuatan yang dimiliki oleh Komando Daerah Militer (Kodam), Kepolisian Daerah (Polda), dan pemerintah daerah dinilai masih memadai untuk menangani situasi saat ini. Pemerintah daerah setempat diharapkan dapat memusatkan perhatian pada titik-titik rawan yang teridentifikasi agar eskalasi kebakaran dapat ditekan secara signifikan.
Sebagai catatan strategis bagi pemerintah daerah, rekomendasi utama yang dapat diberikan adalah penguatan koordinasi lintas sektor di tingkat lapangan serta percepatan mobilisasi sumber daya ke titik-titik rawan. Evaluasi berkala terhadap efektivitas pemadaman dan deteksi dini kebakaran baru perlu ditingkatkan. Selain itu, optimalisasi peran Manggala Agni dan satuan tugas daerah menjadi kunci untuk mencegah perluasan area terdampak kebakaran hutan dan lahan di Sumatera Selatan.