|  Indonesia, WIB
Beranda Regional Karhutla di Biak Numfor Meluas, Water Cannon dan Tim Jihandak Bri...
Regional

Karhutla di Biak Numfor Meluas, Water Cannon dan Tim Jihandak Brimob Dikerahkan

Karhutla di Biak Numfor Meluas, Water Cannon dan Tim Jihandak Brimob Dikerahkan

Kabupaten Biak Numfor, Papua, dilanda kebakaran hutan dan lahan meluas yang memicu asap pekat hingga pemukiman warga. Operasi pemadaman melibatkan 130 personel gabungan dengan water cannon dan dukungan Tim Jihandak Brimob untuk mengatasi ancaman ledakan misterius dari bom peninggalan Perang Dunia II di kawasan Mokmer Sup. Pemerintah daerah direkomendasikan memperkuat sistem peringatan dini dan kesiapsiagaan di medan berat.

Kabupaten Biak Numfor, Provinsi Papua, tengah menghadapi situasi darurat akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang meluas. Kepulan asap pekat telah mencapai permukiman warga, mendorong Polres Biak Numfor bersama unsur TNI, pemadam kebakaran, Basarnas, dan Pemerintah Daerah menerjunkan 130 personel gabungan. Operasi pemadaman difokuskan di kawasan perbukitan curam yang sulit dijangkau, dengan water cannon menjadi peralatan utama mengingat medan ekstrem dan akses terbatas.

Koordinasi Penanganan Darurat Karhutla di Biak Numfor

Operasi pemadaman karhutla di Biak Numfor melibatkan kolaborasi lintas instansi yang terkoordinasi di bawah komando Polres Biak Numfor. Personel gabungan diterjunkan ke titik-titik api di kawasan perbukitan curam yang menjadi tantangan utama. Selain water cannon, tim menggunakan peralatan manual dan pemantauan udara untuk memetakan luas area terdampak. Berdasarkan laporan lapangan, wilayah terdampak dibagi menjadi beberapa zona pengamanan:

  • Zona 1: Sorido, Yendidori, dan Distrik Biak Barat — prioritas pemadaman karena dekat dengan pemukiman.
  • Zona 2: Kawasan Mokmer Sup — area dengan potensi bahaya tambahan akibat ledakan misterius.
  • Zona 3: Wilayah perbukitan lainnya yang masih dalam pemantauan.

Kendala utama yang dihadapi adalah medan curam dan asap tebal yang membatasi jarak pandang. Meskipun demikian, upaya pemadaman terus dilakukan secara bergilir untuk mencegah meluasnya api ke area permukiman dan infrastruktur vital.

Ancaman Ledakan Misterius dan Peran Tim Jihandak Brimob

Selain kendala medan, tim gabungan menghadapi ancaman ledakan misterius di sekitar kawasan Mokmer Sup. Dugaan sementara, ledakan tersebut berasal dari bom peninggalan Perang Dunia II yang masih aktif di bawah permukaan tanah. Menanggapi hal ini, Tim Penjinak Bahan Peledak (Jihandak) Satuan Brimob diterjunkan untuk menyelidiki dan melakukan asesmen pengamatan di lokasi. Tim Jihandak dibekali peralatan deteksi dan prosedur pengamanan ketat guna memastikan keselamatan personel dan warga sekitar. Langkah ini menjadi bagian krusial dalam operasi penanganan karhutla karena potensi ledakan dapat mengancam keselamatan tim pemadam dan memperparah situasi kebakaran.

Operasi ini menunjukkan kompleksitas penanganan bencana di wilayah teritorial seperti Papua, yang tidak hanya menghadapi tantangan alam tetapi juga potensi bahaya historis. Pemerintah Kabupaten Biak Numfor bersama aparat keamanan terus berkoordinasi untuk memastikan keamanan dan kelancaran operasi. Hingga saat ini, belum ada laporan korban jiwa, namun asap tebal telah mengganggu aktivitas warga di beberapa distrik. Sebagai rekomendasi strategis bagi pemerintah daerah, perlu dilakukan penguatan sistem peringatan dini karhutla, peningkatan kesiapsiagaan personel di medan berat, serta inventarisasi dan pemetaan potensi bahaya historis di wilayah rawan guna mengantisipasi kejadian serupa di masa mendatang.

TAG: Karhutla
Entitas dalam Berita
Organisasi: Polres Biak Numfor, Polisi, TNI, Pemadam Kebakaran, Basarnas, Pemerintah Daerah, Satuan Brimob, Tim Jihandak
Lokasi: Biak Numfor, Papua, Mokmer Sup, Sorido, Yendidori, Distrik Biak Barat
Berita Terkait