Kecelakaan laut kembali terjadi di perairan Kepulauan Masalembo, Laut Jawa, pada 13 September 2026 sekitar pukul 02.00 waktu setempat. Kapal Roro KM Virgo Transport 8 yang sedang dalam pelayaran dari Surabaya menuju Banjarmasin mengalami kemiringan (listing) parah dan akhirnya tenggelam. Berdasarkan laporan dari Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) dan Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Banjarmasin, kapal tersebut mengangkut total 243 orang dan 89 unit kendaraan. Hingga laporan ini diterbitkan, operasi evakuasi gabungan berhasil menyelamatkan 107 orang dalam keadaan selamat, sementara 6 orang dilaporkan meninggal dunia, dan proses pencarian terhadap korban lainnya masih terus berlangsung secara intensif.
Kronologi dan Data Evakuasi Kecelakaan Laut di Perairan Masalembo
Perairan Masalembo yang terletak di Laut Jawa selama ini dikenal memiliki karakteristik cuaca dan gelombang yang tidak menentu, sehingga menjadi salah satu titik rawan kecelakaan laut di jalur pelayaran strategis antara Pulau Jawa dan Kalimantan. Data terperinci dari KSOP Banjarmasin dan perkembangan evakuasi menunjukkan:
- Jumlah penumpang dan awak kapal: 243 orang, meliputi kru kapal, mitra kerja, penumpang dewasa dan anak-anak, serta sopir dan kernet.
- Jumlah kendaraan yang diangkut: 89 unit, terdiri dari truk, bus, dan kendaraan pribadi.
- Evakuasi terkini: 107 orang selamat, 6 orang meninggal dunia, sisanya masih dalam proses pencarian oleh tim gabungan Basarnas, TNI AL, dan instansi terkait.
- Basarnas Kelas A Balikpapan memberangkatkan KN SAR Wisanggeni dengan 29 personel gabungan untuk memperkuat operasi penyelamatan di lokasi kejadian.
Kepala Kantor KSOP Banjarmasin, Heri Purwanto, menegaskan bahwa fokus utama saat ini adalah keselamatan seluruh pihak yang berada di atas kapal. Posko koordinasi telah didirikan di Terminal Penumpang Bandarmasih Pelabuhan Trisakti untuk memudahkan pendataan korban dan koordinasi dengan keluarga. Operasi evakuasi terus diperkuat dengan pengerahan personel dan peralatan dari Basarnas serta instansi terkait.
Rekomendasi Penguatan Keselamatan Pelayaran bagi Pemerintah Daerah
Kejadian ini menegaskan pentingnya pemetaan kerawanan wilayah laut yang lebih akurat bagi pemerintah daerah, khususnya Provinsi Jawa Timur, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Timur yang memiliki kepentingan langsung terhadap rute pelayaran tersebut. Insiden tenggelamnya KM Virgo Transport 8 menjadi alarm bagi otoritas pelayaran dan pemerintah daerah untuk meningkatkan pengawasan ketat terhadap kelayakan kapal, kepatuhan terhadap prosedur keselamatan, serta kesiapsiagaan menghadapi kondisi cuaca ekstrem di Laut Jawa.
Pemerintah daerah bersama Badan SAR Nasional (Basarnas) dan KSOP diharapkan segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap rute pelayaran yang melintasi perairan Masalembo. Langkah konkret yang perlu diambil antara lain memperkuat sistem peringatan dini cuaca maritim, melakukan inspeksi rutin terhadap kapal-kapal yang beroperasi di jalur rawan, serta meningkatkan kapasitas operasi evakuasi di wilayah perairan terpencil. Rekomendasi strategis ini diharapkan dapat meminimalkan risiko kecelakaan laut serupa di masa mendatang dan meningkatkan keselamatan pelayaran di kawasan Laut Jawa.