|  Indonesia, WIB
Beranda Regional Gunung Sinabung Siaga, Polri Kerahkan 176 Personel dan Siapkan Ja...
Regional

Gunung Sinabung Siaga, Polri Kerahkan 176 Personel dan Siapkan Jalur Evakuasi

Gunung Sinabung Siaga, Polri Kerahkan 176 Personel dan Siapkan Jalur Evakuasi

Status Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, dinaikkan ke Level III (Siaga). Polri menerjunkan 176 personel dan berkoordinasi dengan TNI serta Pemda setempat untuk pengamanan dan evakuasi warga di dua desa rawan. Langkah kesiapsiagaan bencana meliputi penyiapan jalur evakuasi, dapur lapangan, dan distribusi masker.

Peningkatan status Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, menjadi Level III (Siaga) mendorong Kepolisian Republik Indonesia (Polri) bersama Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Karo untuk memperkuat langkah kesiapsiagaan bencana dan pengamanan wilayah terdampak. Sebanyak 176 personel dari Polda Sumatera Utara diterjunkan ke titik-titik strategis, terdiri dari 92 personel Brimob, 80 personel Samapta, dan empat personel tim kesehatan. Personel tersebut difungsikan untuk mengamankan kawasan rawan, memfasilitasi mobilitas warga, serta mendukung proses evakuasi dan pelayanan kesehatan di wilayah Kabupaten Karo.

Pemetaan Kerawanan dan Pengamanan Wilayah Terdampak

Berdasarkan hasil pemantauan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), radius aman aktivitas vulkanik Gunung Sinabung ditetapkan hingga enam kilometer dari pusat erupsi. Kawasan dalam radius tiga kilometer masuk kategori berisiko tinggi terhadap lontaran material pijar dan awan panas. Pemetaan kerawanan ini menjadi acuan bagi Polri dan instansi terkait dalam menentukan prioritas pengamanan dan evakuasi. Dua desa mendapatkan perhatian khusus karena letak geografisnya yang berada di lintasan aliran awan panas:

  • Desa Payung — masuk zona risiko tinggi dengan jarak kurang dari 3 km dari puncak.
  • Desa Kuta Tengah — juga berada di jalur aliran awan panas dan rawan terdampak lontaran material.

Personel Polri disebar di pos pengamanan dan jalur evakuasi utama di kedua desa tersebut. Selain itu, patroli rutin dilakukan untuk memastikan tidak ada warga yang mendekati zona terlarang. Koordinasi dengan TNI dan BPBD setempat diperkuat untuk menjamin respons cepat terhadap perubahan aktivitas vulkanik.

Langkah Evakuasi dan Dukungan Logistik bagi Warga

Pemerintah daerah bersama Polri dan TNI telah menyiapkan sejumlah langkah strategis untuk mengantisipasi kemungkinan erupsi lebih lanjut. Jalur evakuasi dari setiap desa rawan telah ditetapkan dan dipasangi rambu sementara, serta titik kumpul (assembly point) didirikan di beberapa lokasi aman di luar radius siaga. Dapur lapangan mulai dioperasikan untuk memenuhi kebutuhan pangan warga yang mengungsi, sementara 15.000 masker telah didistribusikan guna mengantisipasi gangguan pernapasan akibat abu vulkanik. Dalam aspek pendidikan, sekolah-sekolah di wilayah terdampak diliburkan hingga pemberitahuan lebih lanjut. Tim medis dari Polri dan Dinas Kesehatan setempat bersiaga di posko-posko pengungsian, memberikan pelayanan kesehatan gratis bagi warga yang mengalami gangguan fisik akibat paparan abu atau trauma psikologis pasca-erupsi. Koordinasi lintas sektor terus diperkuat, termasuk dengan BPBD Kabupaten Karo dan Polda Sumatera Utara, agar respons bencana berjalan cepat dan tepat sasaran.

Catatan strategis bagi Pemerintah Daerah: pemantauan aktivitas Gunung Sinabung harus dilakukan secara berkelanjutan, didukung dengan sistem peringatan dini berbasis komunitas. Edukasi publik mengenai prosedur evakuasi dan mitigasi bencana perlu diintensifkan, khususnya bagi warga yang bermukim di zona rawan. Selain itu, sinergi antara aparat keamanan, pemerintah daerah, dan relawan kebencanaan harus terus dijaga demi meminimalkan risiko korban jiwa serta dampak sosial-ekonomi di Kabupaten Karo.

Entitas dalam Berita
Organisasi: Polri, TNI, Polda Sumatera Utara, PVMBG
Lokasi: Gunung Sinabung, Kabupaten Karo, Sumatera Utara, Desa Payung, Desa Kuta Tengah
Berita Terkait