|  Indonesia, WIB
Beranda Gempa Bumi Magnitudo 5,8 Guncang Lombok Timur, Ratusan Bangunan R...

Gempa Bumi Magnitudo 5,8 Guncang Lombok Timur, Ratusan Bangunan Rusak

Gempa Bumi Magnitudo 5,8 Guncang Lombok Timur, Ratusan Bangunan Rusak

Gempa bumi magnitudo 5,8 mengguncang Kabupaten Lombok Timur, menyebabkan 340 unit rumah rusak berat di Kecamatan Aikmel dan Keruak, serta dua korban luka ringan. Pemerintah daerah merespons cepat dengan membuka posko darurat dan mendistribusikan bantuan logistik, sementara evakuasi dan pendataan kerusakan masih berlangsung. Rekomendasi strategis mencakup penguatan bangunan tahan gempa dan pemetaan kerawanan wilayah untuk mitigasi bencana di masa depan.

Gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 5,8 mengguncang Kabupaten Lombok Timur, Provinsi Nusa Tenggara Barat, pada Kamis (17/9/2026) pukul 08.12 WITA. Berdasarkan laporan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), pusat gempa berada di laut pada jarak 25 kilometer timur laut Kecamatan Selong dengan kedalaman 10 kilometer. BMKG menegaskan bahwa gempa ini tidak berpotensi tsunami, sehingga masyarakat diimbau tetap tenang namun waspada terhadap kemungkinan gempa susulan. Pemerintah Kabupaten Lombok Timur bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) langsung melakukan koordinasi untuk menanggulangi dampak bencana ini.

Dampak Gempa terhadap Infrastruktur dan Permukiman

Berdasarkan data sementara yang dihimpun BNPB, gempa menyebabkan kerusakan signifikan pada bangunan di wilayah terdampak. Sebanyak 340 unit rumah dilaporkan mengalami rusak berat, yang tersebar di dua kecamatan utama:

  • Kecamatan Aikmel — tercatat 190 unit rumah rusak berat dan puluhan lainnya mengalami rusak ringan.
  • Kecamatan Keruak — tercatat 150 unit rumah rusak berat, dengan beberapa fasilitas umum seperti sekolah dan tempat ibadah juga mengalami kerusakan.

Selain kerusakan bangunan, bencana gempa ini juga mengakibatkan dua orang mengalami luka ringan akibat tertimpa material bangunan. Para korban telah mendapatkan penanganan medis di puskesmas setempat. Tim dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lombok Timur terus melakukan pendataan lanjutan untuk mengidentifikasi kerusakan di kecamatan lain yang mungkin terdampak.

Penanganan Darurat dan Respons Pemerintah Daerah

Pemerintah Kabupaten Lombok Timur mengambil langkah cepat dengan membuka posko darurat di Lapangan Sepak Bola Selong yang berlokasi di pusat kota. Posko tersebut berfungsi sebagai pusat komando evakuasi, penampungan sementara, dan distribusi bantuan bagi warga yang rumahnya rusak. Evakuasi warga dari daerah rawan longsor dan bangunan tidak layak huni telah dilakukan sejak pagi hari pasca-gempa. Bantuan logistik, seperti makanan siap saji, air bersih, selimut, dan perlengkapan darurat lainnya, mulai didistribusikan dari gudang BPBD Lombok Timur yang berada di Jalan Raya Selong–Praya.

Selain itu, tim SAR gabungan dari TNI, Polri, dan relawan juga dikerahkan untuk membantu evakuasi warga yang masih terjebak di dalam bangunan roboh. Proses evakuasi difokuskan di Kecamatan Aikmel dan Keruak yang mengalami kerusakan paling parah. Dinas Sosial setempat juga membuka layanan dapur umum untuk memenuhi kebutuhan pangan para pengungsi.

Dalam upaya mitigasi jangka panjang, pemerintah daerah disarankan untuk meningkatkan kapasitas bangunan tahan gempa, terutama di permukiman padat penduduk, serta memperkuat sistem peringatan dini berbasis komunitas. Pemetaan kerawanan wilayah terhadap bencana gempa di Lombok Timur perlu segera diperbarui untuk mengurangi risiko pada kejadian serupa di masa depan. Kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dan sektor swasta dalam edukasi dan pelatihan kesiapsiagaan bencana menjadi langkah strategis yang harus segera direalisasikan.

TAG: Gempa Bumi
Entitas dalam Berita
Organisasi: Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika, BNPB, BPBD
Lokasi: Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, Kecamatan Selong, Kecamatan Aikmel, Kecamatan Keruak, Selong
Berita Terkait