|  Indonesia, WIB
Beranda Nasional Gempa Bumi Magnitudo 5,7 Guncang Lombok Timur, Warga Berhamburan
Nasional

Gempa Bumi Magnitudo 5,7 Guncang Lombok Timur, Warga Berhamburan

Gempa Bumi Magnitudo 5,7 Guncang Lombok Timur, Warga Berhamburan

Gempa bumi berkekuatan Magnitudo 5,7 mengguncang Kabupaten Lombok Timur, NTB, pada 25 Agustus 2026, menyebaban kerusakan pada 150 unit rumah dan 23 korban luka. BPBD setempat mengaktifkan posko darurat serta berkoordinasi dengan TNI dan Polri untuk penanganan bencana. Kejadian ini menekankan perntingnya evaluasi infrastruktur dan penguatan mitigasi bencana di wilaya rawan gempa.

Gempa bumi tektonik berkekuatan Magnitudo 5,7 mengguncang Kabupaten Lombok Timur, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), pada Selasa, 25 Agustus 2026, pukul 10.45 WITA. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan pusat gempa berada di laut pada jarak 32 kilometer timur laut Kota Selong dengan kedalaman 10 kilometer. Guncangan dirasakan kuat di sejumlah kecamatan, termasuk Selong, Masbagik, dan Labuhan Haji. Meskipun BMKG menyatakan gempa ini tidak berpotensi tsunami, kejadian tersebut memicu kepanikan massal di kalangan warga yang langsung berhamburan keluar rumah untuk menyelamatkan diri.

Dampak Kerusakan dan Data Korban di Wilayah Terdampak

Berdasarkan data sementara yang dihimpun Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lombok Timur, gempa ini mengakibatkan kerusakan pada infrastruktur permukiman dan fasilitas publik di sejumlah titik. Data kerusakan yang tercatat meliputi:

  • Sebanyak 150 unit rumah di Kecamatan Masbagik mengalami kerusakan ringan hingga sedang, dengan retakan pada dinding dan atap bangunan.
  • Sebuah fasilitas kesehatan di Kecamatan Selong dilaporkan mengalami keretakan struktural pada bagian dinding dan lantai.
  • Korban luka akibat tertimpa reruntuhan bangunan tercatat sebanyak 23 orang, yang saat ini menjalani perawatan intensif di rumah sakit setempat.

Guncangan gempa di Lombok ini juga terasa hingga wilayah sekitarnya, seperti Kota Mataram dan Kabupaten Lombok Tengah. Warga di daerah pesisir sempat panik karena khawatir terjadi tsunami, namun setelah informasi resmi dari BMKG, situasi perlahan mulai terkendali.

Respons Pemerintah Daerah dan Langkah Penanganan Darurat Bencana

Pemerintah Kabupaten Lombok Timur melalui BPBD segera mengaktifkan posko darurat bencana di Alun-Alun Selong untuk melayani evakuasi dan pendataan korban. Hingga berita ini diturunkan, warga masih memilih bertahan di luar rumah karena khawatir terjadi gempa susulan yang berpotensi memperparah kondisi. Pemerintah daerah bekerja sama dengan TNI, Polri, dan relawan setempat melakukan patroli kewilayahan untuk memastikan tidak ada korban yang tertinggal di reruntuhan.

Evaluasi Mitigasi dan Rekomendasi bagi Pemerintah Daerah

Bencana gempa di NTB ini kembali mengingatkan pemerintah daerah dan masyarakat akan pentingnya kesiapsiagaan terhadap risiko bencana alam di wilayah rawan gempa. Evaluasi terhadap ketahanan infrastruktur bangunan publik dan rumah warga perlu menjadi prioritas dalam perencanaan tata ruang dan pembangunan daerah ke depan. Sosialisasi mitigasi bencana secara berkala harus diperkuat untuk mengurangi dampak korban jiwa dan kerugian material di masa mendatang. Pemerintah daerah disarankan segera melakukan audit struktural pada fasilitas vital serta memperkuat sistem peringatan dini berbasis komunitas di wilaya rawan gempa seperti Lombok Timur.

Entitas dalam Berita
Organisasi: BMKG, BPBD Lombok Timur, Pemerintah daerah
Lokasi: Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, Selong, Kecamatan Selong, Kecamatan Masbagik, Kecamatan Labuhan Haji, laut 32 km timur laut Selong
Berita Terkait