Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi menetapkan kebijakan pengujian paper test secara intensif setiap 30 menit di seluruh bandara yang terdampak penyebaran abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK). Langkah ini diambil sebagai respons terhadap perubahan arah angin yang dikhawatirkan memperluas sebaran abu vulkanik, sehingga berpotensi mengganggu operasional penerbangan nasional. Kementerian Perhubungan, berdasarkan hasil evaluasi bersama, memutuskan penutupan sementara delapan bandara hingga pukul 24.00 WIB untuk menjamin keselamatan penerbangan di wilayah terdampak.
Langkah Mitigasi Kementerian Perhubungan: Pengujian Abu Vulkanik Secara Intensif
Menhub menegaskan bahwa pengujian paper test tidak hanya dilakukan di delapan bandara yang ditutup, melainkan diperluas ke seluruh bandara yang berada pada jalur potensi penyebaran abu vulkanik. Langkah ini merupakan bagian dari protokol mitigasi Kementerian Perhubungan untuk memantau konsentrasi abu vulkanik secara real-time. Dengan interval pengujian setiap 30 menit, pemerintah dapat segera mengambil keputusan operasional berdasarkan kondisi terkini di lapangan, termasuk pembukaan kembali bandara yang sempat ditutup. Kebijakan ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam menjaga keselamatan penerbangan di tengah bencana geologis yang masih berlangsung. Selain itu, data dari paper test menjadi acuan utama bagi otoritas bandara dan maskapai untuk menentukan kelayakan penerbangan.
Wilayah Terdampak dan Implikasi bagi Pemerintah Daerah
Delapan bandara yang ditutup sementara meliputi:
- Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang (Banten)
- Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta
- Bandara Radin Inten II, Lampung
- Bandara Husein Sastranegara, Bandung (Jawa Barat)
- Bandara Budiarto, Curug Tangerang (Banten)
- Bandara Pondok Cabe, Tangerang Selatan (Banten)
- Bandara Taufik Kiemas, Pesisir Barat (Lampung)
- Bandara Atung Bungsu, Pagar Alam (Sumatera Selatan)
Wilayah-wilayah tersebut kini berada dalam status siaga tinggi terhadap dampak erupsi GAK. Pemerintah daerah setempat diimbau untuk meningkatkan koordinasi dengan otoritas bandara dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) guna menyiapkan jalur evakuasi alternatif dan memastikan ketersediaan perlengkapan keselamatan bagi warga yang terdampak. Selain itu, sosialisasi kepada masyarakat mengenai potensi hujan abu dan gangguan transportasi udara perlu dilakukan secara masif dalam beberapa hari ke depan.
Sebagai catatan strategis bagi pemerintah daerah, langkah antisipatif yang direkomendasikan meliputi pengaktifan pos komando darurat bencana dan penguatan sistem peringatan dini berbasis data dari paper test yang dilakukan otoritas penerbangan. Koordinasi lintas sektor antara dinas perhubungan, badan penanggulangan bencana, dan rumah sakit rujukan perlu dipercepat untuk mengantisipasi lonjakan pasien akibat paparan abu vulkanik. Selain itu, pemerintah daerah dapat memanfaatkan data sebaran abu vulkanik dari Kementerian Perhubungan untuk menyesuaikan jadwal penerbangan domestik dan meminimalkan kerugian ekonomi akibat penutupan bandara. Rekomendasi ini menjadi penting agar pemerintah daerah mampu merespons secara cepat dan tepat terhadap dinamika erupsi Gunung Anak Krakatau yang masih terus dipantau.