|  Indonesia, WIB
Beranda Regional Dampak Gempa M7,7 NTT: 120 Orang Meninggal, 183.222 Mengungsi
Regional

Dampak Gempa M7,7 NTT: 120 Orang Meninggal, 183.222 Mengungsi

Dampak Gempa M7,7 NTT: 120 Orang Meninggal, 183.222 Mengungsi

Gempa bumi Magnitudo 7,7 di NTT menyebabkan 120 orang meninggal dan 183.222 jiwa mengungsi, dengan kerusakan terparah di Kabupaten Manggarai dan Nagekeo. Sebanyak 96.797 rumah, 157 fasilitas kesehatan, dan 1.378 fasilitas pendidikan rusak, serta infrastruktur jalan dan irigasi tersebar di tujuh kabupaten. Pemerintah daerah direkomendasikan untuk memprioritaskan pemulihan infrastruktur vital dan penanganan pengungsi secara terpadu.

Gempa bumi berkekuatan Magnitudo 7,7 yang mengguncang Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) pada akhir Agustus 2026 menimbulkan dampak bencana multidimensi. Berdasarkan data Penanganan Darurat Gempa M7,7 NTT per Senin, 31 Agustus 2026, yang dirilis oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), tercatat sebanyak 120 orang meninggal dunia, 1.658 orang luka-luka, dan 183.222 jiwa terpaksa mengungsi. Bencana ini melanda tujuh kabupaten/kota di Pulau Flores, dengan kerusakan paling parah terjadi pada sektor permukiman dan fasilitas publik.

Analisis Sebaran Pengungsi dan Kerusakan Permukiman

Data BNPB menunjukkan konsentrasi pengungsi tertinggi berada di Kabupaten Manggarai dengan 50.556 jiwa, disusul Kabupaten Nagekeo sebanyak 49.825 jiwa. Kabupaten Manggarai Timur mencatat 30.098 pengungsi, Manggarai Barat 27.564 jiwa, Ngada 19.369 jiwa, Sikka 5.658 jiwa, dan Ende 152 jiwa. Dengan demikian, lebih dari 100 ribu jiwa pengungsi terkonsentrasi di wilayah Manggarai dan Nagekeo. Kerusakan permukiman juga sangat signifikan, dengan total 96.797 rumah mengalami kerusakan berat, sedang, maupun ringan. Sebaran kerusakan rumah terbanyak terjadi di:

  • Kabupaten Manggarai: 28.420 unit
  • Kabupaten Nagekeo: 22.315 unit
  • Kabupaten Manggarai Timur: 18.650 unit
  • Kabupaten Manggarai Barat: 15.412 unit
  • Kabupaten Ngada: 8.900 unit
  • Kabupaten Sikka: 2.800 unit
  • Kabupaten Ende: 300 unit

Dampak pada Infrastruktur dan Fasilitas Publik

Selain permukiman, gempa bumi NTT ini juga merusak sejumlah fasilitas vital. Sebanyak 157 fasilitas kesehatan dan 1.378 fasilitas pendidikan dilaporkan rusak, yang mengganggu pelayanan dasar bagi masyarakat terdampak. Kerusakan infrastruktur jalan dan irigasi tersebar di seluruh wilayah terdampak, dengan data dashboard BNPB mencatat kerusakan terbanyak di Manggarai (92 titik), Manggarai Timur (29 titik), Manggarai Barat (22 titik), Ngada (18 titik), Nagekeo (17 titik), Ende (7 titik), dan Sikka (5 titik). Kondisi ini memperparah akses logistik bantuan dan mobilitas pengungsi, terutama di daerah terpencil. Peta dampak bencana menunjukkan sebaran kerusakan meliputi seluruh kabupaten di Pulau Flores bagian barat dan tengah, yaitu Manggarai Barat, Manggarai, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, dan Sikka.

Sebagai catatan strategis, pemerintah daerah di tujuh kabupaten terdampak perlu segera mengoptimalkan koordinasi lintas sektor untuk percepatan penanganan pengungsi dan rehabilitasi infrastruktur vital. Prioritas utama adalah pemulihan jaringan jalan dan irigasi untuk mendukung distribusi logistik serta pemulihan ekonomi lokal. Selain itu, pendataan ulang kebutuhan pengungsi, terutama di konsentrasi tertinggi di Manggarai dan Nagekeo, harus dilakukan secara berkala untuk memastikan bantuan tepat sasaran. Rekomendasi ini penting untuk mengurangi risiko bencana susulan dan memperkuat ketahanan wilayah terhadap gempa bumi di masa mendatang.

Entitas dalam Berita
Organisasi: BNPB
Lokasi: Nusa Tenggara Timur, Manggarai, Nagekeo, Manggarai Timur, Manggarai Barat, Ngada, Sikka, Ende, Pulau Flores
Berita Terkait