Bupati Manggarai Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), secara resmi mengajukan permintaan tambahan bantuan logistik kepada Pemerintah Pusat guna menangani puluhan ribu pengungsi korban gempa bumi berkekuatan M7,7 yang mengguncang wilayah tersebut. Berdasarkan data terbaru Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), jumlah pengungsi di Kabupaten Manggarai Timur telah mencapai lebih dari 30.000 jiwa, tersebar di berbagai titik pengungsian yang sebagian besar berada di daerah terpencil. Permintaan ini disampaikan dalam rapat koordinasi darurat yang digelar di Posko Utama Penanggulangan Bencana di ibu kota kabupaten, dengan melibatkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTT dan perwakilan BNPB pusat.
Kebutuhan Logistik dan Hambatan Distribusi
Bupati Manggarai Timur menegaskan bahwa stok logistik yang tersedia di tingkat daerah mulai menipis seiring berjalannya waktu tanggap darurat, sementara akses distribusi ke sejumlah kecamatan terdampak masih belum pulih. Bantuan yang paling mendesak saat ini meliputi:
- Tenda darurat untuk menampung keluarga yang kehilangan tempat tinggal;
- Selimut dan matras untuk memenuhi kebutuhan dasar di lokasi pengungsian;
- Paket makanan siap saji dan air bersih dalam jumlah besar;
- Fasilitas sanitasi darurat (MCK) untuk mencegah penyebaran penyakit.
Kondisi infrastruktur jalan di Manggarai Timur mengalami kerusakan parah akibat gempa, terutama di kecamatan-kecamatan yang jauh dari ibu kota kabupaten seperti Kecamatan Borong dan Kecamatan Lamba Leda. Kerusakan ini menghambat proses distribusi bantuan secara merata dan cepat, sehingga beberapa titik pengungsian terpencil masih belum tersentuh logistik. Pemerintah daerah telah berkoordinasi dengan BPBD NTT dan BNPB pusat untuk mempercepat pengiriman bantuan tambahan, termasuk melalui jalur udara dan laut jika diperlukan.
Prioritas Penanganan Kesehatan dan Sinergi Pemerintah
Selain kebutuhan logistik, pemerintah Kabupaten Manggarai Timur juga memprioritaskan penanganan kesehatan bagi para pengungsi. Layanan medis darurat telah didirikan di beberapa posko, namun keterbatasan tenaga kesehatan dan obat-obatan masih menjadi kendala. Bupati secara khusus menyoroti perlunya layanan psikososial bagi korban trauma, terutama anak-anak, lansia, dan kelompok rentan lainnya. Tim dari Dinas Kesehatan dan Dinas Sosial setempat telah mulai melakukan pendataan dan asesmen psikologis, namun permintaan tambahan tenaga relawan dari pusat masih diajukan.
Permintaan tambahan bantuan logistik ini menunjukkan bahwa fase tanggap darurat di wilayah Manggarai Timur masih berlangsung intensif. Sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi NTT, dan pemerintah kabupaten menjadi kunci untuk memastikan distribusi bantuan berjalan efisien dan tepat sasaran. BNPB pusat diharapkan dapat segera mengirimkan tambahan logistik, termasuk tenda family pack dan genset listrik, untuk memperkuat operasional posko-posko pengungsian.
Catatan strategis untuk pemerintah daerah: Perlu segera melakukan pemetaan ulang titik-titik rawan bencana di wilayah Manggarai Timur, khususnya di kecamatan terpencil yang aksesnya terputus. Selain itu, percepatan rehabilitasi infrastruktur jalan dan jembatan harus menjadi prioritas agar rantai distribusi logistik tidak terhambat. Pemerintah daerah juga disarankan untuk mengaktifkan posko-posko lapangan yang lebih dekat dengan lokasi pengungsian guna mempersingkat waktu respons, serta mengintegrasikan data pengungsi secara real-time dengan BNPB untuk optimalisasi alokasi sumber daya.