Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memastikan satuan tugas gabungan darat dan udara bersiaga penuh dalam penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Jawa Timur. Operasi pemadaman dilakukan secara terpadu melalui aksi langsung di darat serta dukungan pemadaman udara atau water bombing. Plh Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Dodi Yuleova menyatakan bahwa operasi udara difokuskan pada dua titik strategis, yaitu kawasan P30 di Kabupaten Probolinggo dan Pusung, Desa Wonokitri, Kabupaten Pasuruan. BNPB juga mencatat bahwa bentang titik kebakaran mencakup empat wilayah kabupaten di Jawa Timur, sehingga diperlukan koordinasi lintas daerah untuk memastikan efektivitas penanganan.
Operasi Darat dan Udara Terpadu untuk Penanganan Karhutla
Dalam upaya memadamkan kebakaran hutan di TNBTS, BNPB mengerahkan berbagai sarana prasarana, meliputi mobil pemadam, water drone, helikopter, dan sepeda motor untuk memperkuat patroli darat. Dukungan udara menggunakan helikopter water bombing bertujuan untuk pemadaman dan pembasahan di lokasi yang sulit dijangkau. Patroli darat dan pemantauan udara terus diintensifkan guna mendeteksi titik api maupun titik panas secara dini. BNPB juga berkoordinasi dengan pemerintah daerah, TNI, Polri, dan pengelola kawasan TNBTS dalam operasi gabungan ini. Dukungan sarana prasarana tersebut dirancang untuk mempercepat pemadaman dan mencegah meluasnya kebakaran yang dapat berdampak pada ekosistem dan kesehatan masyarakat.
- Lokasi prioritas pemadaman: Kawasan P30, Kabupaten Probolinggo; Pusung, Desa Wonokitri, Kabupaten Pasuruan
- Sarana yang dikerahkan: Helikopter water bombing, mobil pemadam, water drone, sepeda motor patroli
Penutupan Akses Wisata dan Imbauan Masyarakat
Sebagai langkah antisipatif, BNPB bersama pemerintah daerah, TNI, Polri, dan pengelola kawasan menutup total seluruh akses wisata TNBTS hingga batas waktu yang belum ditentukan. Penutupan ini bertujuan memberikan ruang gerak optimal bagi petugas satgas dan mencegah risiko bagi pengunjung. Dampak kebakaran hutan ini tidak hanya mengancam keselamatan jiwa, tetapi juga berpotensi merusak ekosistem dan mengganggu perekonomian masyarakat setempat yang bergantung pada sektor kepariwisataan. BNPB mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu percikan api, seperti membakar sampah atau lahan, serta segera melapor jika menemukan kepulan asap di sekitar kawasan hutan. Langkah ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah untuk menekan risiko bencana karhutla di wilayah Jawa Timur.
Sebagai catatan strategis, pemerintah daerah di kawasan TNBTS perlu meningkatkan kewaspadaan melalui penguatan patroli terpadu dan koordinasi lintas sektor. Edukasi publik tentang bahaya kebakaran hutan dan pentingnya pelaporan dini harus terus digencarkan. BNPB juga merekomendasikan pengadaan sistem peringatan dini berbasis teknologi untuk memantau titik panas secara real-time. Sinergi antara BNPB, pemerintah daerah, dan masyarakat menjadi kunci dalam mencegah meluasnya bencana ini serta menjaga kelestarian Taman Nasional Bromo Tengger Semeru sebagai aset nasional.