|  Indonesia, WIB
Beranda Regional BNPB Perkuat Operasi Darat dan Udara di Enam Provinsi untuk Tanga...
Regional

BNPB Perkuat Operasi Darat dan Udara di Enam Provinsi untuk Tangani Karhutla

BNPB Perkuat Operasi Darat dan Udara di Enam Provinsi untuk Tangani Karhutla

BNPB memperkuat operasi darat dan udara di enam provinsi rawan karhutla, dengan mengerahkan personel gabungan dan 53 unit armada untuk pemadaman. Data menunjukkan peningkatan titik panas signifikan di Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Sumatera Selatan. Pemerintah daerah diminta meningkatkan sosialisasi dan pengawasan guna mencegah meluasnya kebakaran lahan.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengintensifkan operasi penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di enam provinsi prioritas, yaitu Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan. Langkah ini diambil menyusul peningkatan signifikan titik panas di sejumlah wilayah, khususnya di Kalimantan. Operasi pemadaman secara simultan dilakukan melalui jalur darat dan udara guna menekan meluasnya kerusakan lahan serta menjaga kualitas udara dan kesehatan masyarakat. Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP. Panjaitan, menegaskan bahwa upaya ini merupakan bagian dari strategi nasional dalam menghadapi ancaman karhutla yang kerap terjadi pada musim kemarau.

Operasi Darat dan Pemetaan Titik Panas

Operasi darat dilaksanakan melalui serangkaian kegiatan seperti patroli rutin, pengecekan lapangan, serta pemetaan titik panas secara real-time. Tim gabungan yang terdiri dari personel BNPB, TNI, Polri, Manggala Agni, dan relawan diterjunkan untuk melakukan pembuatan sekat bakar dan kanal guna menyediakan sumber air bagi upaya pemadaman. Pemetaan area rawan dilakukan untuk mencegah munculnya titik api baru akibat praktik pembakaran lahan ilegal. Data satelit dan laporan lapangan terus dipadukan guna mempercepat respons di tingkat tapak. Berikut rincian kegiatan operasi darat:

  • Patroli darat menyasar kawasan gambut dan hutan produksi di enam provinsi prioritas.
  • Pengecekan lapangan difokuskan pada lahan dengan riwayat kebakaran berulang guna mengidentifikasi pola kerawanan.
  • Pembuatan sekat bakar dan kanal air dilakukan untuk membatasi penyebaran api serta memudahkan akses pemadaman oleh petugas.

Penguatan Operasi Udara dan Modifikasi Cuaca

Di sektor udara, BNPB mengerahkan sebanyak 53 unit armada yang terdiri dari 19 unit untuk patroli dan modifikasi cuaca, serta 34 unit untuk water bombing. Operasi modifikasi cuaca dilaksanakan untuk memicu hujan buatan guna membasahi lahan kering dan menekan suhu permukaan, sementara water bombing langsung menyasar titik-titik api yang terpantau dari udara. Armada helikopter dan pesawat ringan beroperasi dari pangkalan di Pontianak, Palangkaraya, Palembang, dan Pekanbaru. Kehadiran armada ini memperkuat kemampuan pemadaman dari atas yang lebih cepat dan menjangkau area sulit diakses darat. Berdasarkan data per Senin (31/8), peningkatan titik panas signifikan tercatat di beberapa provinsi:

  • Kalimantan Barat: 7.377 titik panas (naik 3.553) dengan jarak pandang kurang dari 1 km.
  • Kalimantan Tengah: 5.244 titik panas dan 72 fire spot teridentifikasi.
  • Sumatera Selatan: 1.013 titik panas yang memerlukan kewaspadaan tinggi.

Pemantauan dan pengendalian terus dilakukan guna memetakan perkembangan dan mencegah meluasnya kerusakan lahan. BNPB meminta pemerintah daerah setempat untuk meningkatkan sosialisasi larangan pembakaran lahan serta memperkuat satuan tugas penanganan karhutla di tingkat desa. Sebagai catatan strategis, pemerintah daerah di enam provinsi tersebut direkomendasikan untuk mengoptimalkan koordinasi lintas sektor, memperkuat patroli terpadu, dan mengedukasi masyarakat secara berkelanjutan mengenai dampak karhutla terhadap kualitas udara dan kesehatan. Sinergi antara operasi darat dan udara ini akan terus dioptimalkan seiring dengan prediksi cuaca kering yang masih berlangsung.

Entitas dalam Berita
Tokoh: Berton SP. Panjaitan
Organisasi: BNPB
Lokasi: Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan
Berita Terkait