|  Indonesia, WIB
Beranda Regional BNPB: Karhutla di Sumsel Masih 55 Titik, Kebanyakan di Lahan Gamb...
Regional

BNPB: Karhutla di Sumsel Masih 55 Titik, Kebanyakan di Lahan Gambut

BNPB: Karhutla di Sumsel Masih 55 Titik, Kebanyakan di Lahan Gambut

Hingga 4 September 2026, BNPB mencatat 55 titik panas karhutla di Sumatera Selatan, mayoritas di lahan gambut di Kabupaten OKI, Musi Banyuasin, dan Banyuasin. Faktor utama adalah cuaca kering dan rendahnya muka air gambut. Pemerintah daerah bersama TNI/Polri dan BPBD mengintensifkan patroli, pembasahan lahan, serta water bombing, dan merekomendasikan percepatan restorasi gambut melalui rewetting untuk mencegah kebakaran berulang.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan bahwa hingga 4 September 2026, terpantau sebanyak 55 titik panas (hotspot) kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Sumatera Selatan. Pemantauan satelit yang dilakukan secara berkala oleh BNPB menunjukkan bahwa mayoritas titik api berada di lahan gambut, dengan konsentrasi tertinggi di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Musi Banyuasin, dan Banyuasin. Kondisi cuaca kering yang berkepanjangan serta menurunnya kedalaman muka air tanah gambut menjadi faktor utama meluasnya kebakaran. Pemerintah daerah bersama instansi terkait terus mengintensifkan upaya pengendalian dan pemadaman guna mencegah dampak lebih lanjut terhadap lingkungan dan masyarakat.

Pemetaan Titik Panas dan Kerawanan Lahan Gambut

Berdasarkan data pemantauan BNPB, sebaran titik panas di Sumatera Selatan menunjukkan pola kerawanan yang terkonsentrasi di wilayah dengan ekosistem gambut. Lahan gambut yang telah mengalami degradasi dan drainase berlebihan memiliki potensi kebakaran yang tinggi pada musim kemarau. Berikut rincian wilayah dengan konsentrasi hotspot tertinggi:

  • Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) — tercatat sebagai wilayah dengan jumlah titik api terbanyak, mengingat luasnya lahan gambut yang belum dikelola secara berkelanjutan.
  • Kabupaten Musi Banyuasin — beberapa titik panas ditemukan di area perkebunan dan hutan lindung gambut.
  • Kabupaten Banyuasin — titik api muncul di lahan gambut yang berdekatan dengan permukiman, meningkatkan risiko dampak asap terhadap masyarakat.

Faktor pendukung lainnya adalah kedalaman muka air gambut yang rendah, yang diperparah oleh sedikitnya curah hujan dalam dua bulan terakhir. Data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat bahwa sebagian besar wilayah Sumatera Selatan berada dalam status siaga darurat kekeringan meteorologis. Pemantauan secara kontinu oleh BNPB dan BMKG menjadi kunci dalam mendeteksi dini potensi perluasan karhutla.

Upaya Terpadu Penanggulangan dan Rekomendasi Strategis

Gubernur Sumatera Selatan telah menginstruksikan jajaran pemerintah daerah untuk memperketat patroli darat dan mempercepat program pembasahan lahan gambut di daerah rawan. Langkah ini dilakukan dengan memanfaatkan kanal-kanal yang sudah ada serta pembangunan sekat bakar di titik-titik kritis. BNPB bersama TNI, Polri, dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat mengerahkan helikopter water bombing untuk menjangkau medan lahan gambut yang sulit diakses kendaraan darat. Operasi pemadaman dari udara difokuskan pada titik-titik api yang berpotensi meluas dan menghasilkan kabut asap.

Selain upaya pemadaman, mitigasi juga dilakukan melalui sosialisasi kepada masyarakat sekitar mengenai larangan membuka lahan dengan cara membakar. Pemerintah daerah juga mengaktifkan posko pemantauan di setiap kecamatan rawan karhutla. Langkah ini penting untuk mencegah terbentuknya kabut asap yang dapat mengganggu aktivitas penerbangan di Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang serta berdampak pada kesehatan warga di wilayah Sumatera bagian selatan. Sinergi antara pemantauan satelit, patroli darat, dan operasi udara menjadi strategi utama dalam pengendalian karhutla.

Catatan strategis untuk Pemerintah Daerah: Untuk mengurangi risiko karhutla berulang, pemda perlu mempercepat restorasi gambut melalui pembasahan kembali (rewetting) secara sistematis, serta memperkuat pengelolaan tata air di lahan gambut. Kebijakan ini harus diintegrasikan dengan program pembangunan berkelanjutan dan pengawasan ketat terhadap aktivitas pembukaan lahan. Dengan pendekatan terpadu antara mitigasi, penanggulangan, dan restorasi, diharapkan kerawanan karhutla di Sumatera Selatan dapat ditekan secara signifikan pada masa mendatang.

Entitas dalam Berita
Organisasi: BNPB, TNI, Polri, BPBD
Lokasi: Sumatera Selatan, Ogan Komering Ilir, Musi Banyuasin, Banyuasin
Berita Terkait