Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem berupa gelombang tinggi yang diprakirakan berlangsung hingga 8 September 2026. Peringatan ini difokuskan pada wilayah perairan Selat Sunda dan Perairan Selatan Jawa, yang dinilai memiliki tingkat kerawanan tinggi terhadap keselamatan pelayaran. Berdasarkan analisis BMKG, fenomena ini dipicu oleh pengaruh angin dari sistem tekanan rendah di Samudera Hindia bagian barat serta pola angin Monsun Asia yang masih aktif, sehingga berdampak langsung pada peningkatan ketinggian gelombang di sejumlah titik strategis.
Pemetaan Wilayah Terdampak dan Kategori Bahaya
BMKG mengklasifikasikan wilayah terdampak ke dalam dua kategori berdasarkan tingkat bahaya dan ketinggian gelombang. Kategori berbahaya dengan ketinggian gelombang 2,5 hingga 4,0 meter meliputi:
- Perairan Barat Lampung
- Selat Sunda bagian Selatan
- Perairan Selatan Banten
- Samudera Hindia Selatan Banten hingga Jawa Timur
Sementara itu, kategori waspada dengan ketinggian gelombang 1,25 hingga 2,5 meter berlaku untuk:
- Selat Sunda bagian Utara
- Laut Jawa bagian Barat dan Tengah
- Perairan Utara Jawa Timur
Kondisi ini berpotensi mengganggu transportasi laut, aktivitas bongkar muat di pelabuhan, serta operasi penangkapan ikan oleh nelayan tradisional. Pemerintah daerah di wilayah pesisir, khususnya Kabupaten Pandeglang (Banten), Kabupaten Lampung Selatan (Lampung), serta pesisir selatan Jawa dari Kabupaten Cilacap hingga Banyuwangi, diminta untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap abrasi dan banjir rob yang dapat menyertai fenomena cuaca ekstrem ini.
Rekomendasi Kewaspadaan bagi Pemerintah Daerah dan Pelaku Pelayaran
Menghadapi potensi cuaca ekstrem ini, BMKG mengimbau seluruh pemangku kepentingan, termasuk pemerintah daerah dan operator pelayaran, untuk mengambil langkah antisipatif. Bagi kapal-kapal penyeberangan di lintasan Selat Sunda, disarankan untuk meningkatkan kewaspadaan dan mempertimbangkan faktor keselamatan sebelum berlayar, termasuk menunda pelayaran jika kondisi dinilai membahayakan. Masyarakat pesisir yang tinggal di wilayah terdampak diharapkan memantau informasi terkini dari BMKG dan segera melaporkan kejadian darurat kepada aparat setempat.
Sebagai catatan strategis bagi pemerintah daerah, koordinasi lintas sektor antara BPBD, Dinas Perhubungan, dan Dinas Kelautan dan Perikanan perlu diperkuat guna memastikan kesiapsiagaan dan respons cepat terhadap dampak gelombang tinggi. Pemantauan rutin terhadap kondisi cuaca dan penyebaran informasi peringatan dini ke tingkat desa/kelurahan menjadi kunci untuk meminimalkan risiko kerugian jiwa dan material. BMKG berkomitmen untuk terus memperbarui informasi perkembangan cuaca ekstrem ini secara berkala.