|  Indonesia, WIB
Beranda Nasional Basarnas Optimalkan Kekuatan Cari 5 Jurnalis dan 3 Awak Kapal yan...
Nasional

Basarnas Optimalkan Kekuatan Cari 5 Jurnalis dan 3 Awak Kapal yang Hilang Saat Liput Erupsi Gunung Anak Krakatau

Basarnas Optimalkan Kekuatan Cari 5 Jurnalis dan 3 Awak Kapal yang Hilang Saat Liput Erupsi Gunung Anak Krakatau

Basarnas mengoptimalkan kekuatan SAR untuk mencari lima jurnalis dan tiga awak kapal yang hilang saat meliput erupsi Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda, Banten. Operasi diperluas hingga 68,3 nautical mile dengan melibatkan armada gabungan dari TNI AL, Polairud, dan relawan. Peristiwa ini menekankan perlunya penguatan protokol keselamatan dan sistem peringatan dini di kawasan rawan bencana gunung api.

Badan SAR Nasional (Basarnas) mengoptimalkan seluruh kekuatan dan armada gabungan dalam operasi pencarian rombongan jurnalis dan awak kapal yang hilang kontak saat meliput aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten. Rombongan tersebut terdiri dari lima jurnalis, yaitu M Bagus Khoirunnas (ANTARA), Ari Basuki (Merdeka.com), Yudhistiro (iNews), Firdaus (Anadolu), dan Donal (jurnalis lepas), serta tiga awak kapal: Warta (kapten), Surakman (ABK), dan Heriyanto (pemandu). Operasi SAR ini menjadi perhatian serius Pemerintah Daerah Banten mengingat Selat Sunda merupakan kawasan rawan bencana gunung api dan cuaca ekstrem yang kerap menghambat akses peliputan.

Operasi Pencarian dan Perluasan Wilayah SAR

Kantor SAR Banten memulai operasi pencarian pada Selasa, 8 September, dengan mengerahkan KN SAR Tetuka dan RIB-02 pada radius 3,2 kilometer dari Gunung Anak Krakatau. Namun, hasil pencarian pada tahap awal belum membuahkan temuan. Pada Rabu, 9 September, tim SAR memperluas wilayah pencarian menjadi seluas 68,3 nautical mile yang dibagi menjadi empat sektor Unit Pencarian dan Pertolongan (SRU). Perluasan ini dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan pergeseran posisi korban akibat arus laut dan angin kencang di perairan Selat Sunda—salah satu wilayah dengan kerawanan bencana tingkat tinggi di Banten.

  • Armada SAR yang diterjunkan: KN SAR Tetuka (Basarnas); KRI Loser, KRI Kerambit, KRI Lepu, KAL Anyer, KAL Pahawang (TNI AL); KP Sanjaya (Polairud); serta tiga unit RIB dari Kantor SAR Banten dan Lampung, relawan, dan nelayan setempat.
  • Fokus pencarian: Sisi utara area Gunung Anak Krakatau, menyesuaikan dengan kondisi arus, ombak, dan angin pada Kamis, 10 September.

Koordinasi Lintas Instansi dan Catatan Strategis

Hingga Rabu malam, hasil pencarian seluruh sektor masih nihil. Operasi dilanjutkan pada Kamis pagi dengan strategi pencarian yang lebih terarah di sisi utara Gunung Anak Krakatau. Koordinasi lintas instansi antara Basarnas, TNI AL, Polairud, serta relawan dan nelayan setempat menunjukkan keseriusan penanganan bencana di wilayah Banten dan Selat Sunda. Peristiwa ini menegaskan pentingnya keselamatan peliputan jurnalis di zona rawan erupsi gunung api, terutama di perairan yang kerap mengalami perubahan cuaca mendadak.

Sebagai catatan strategis bagi Pemerintah Daerah Banten dan instansi terkait, operasi SAR ini perlu dijadikan momentum untuk memperkuat protokol keselamatan bagi awak media dan nelayan yang beraktivitas di sekitar Gunung Anak Krakatau. Rekomendasi meliputi penyediaan sistem peringatan dini berbasis komunitas, peningkatan kualitas alat komunikasi di kapal, serta pelatihan tanggap darurat bagi pelaku peliputan di kawasan bencana. Langkah ini akan meminimalkan risiko korban jiwa pada masa mendatang dan memperkuat ketahanan wilayah terhadap bencana gunung api di Selat Sunda.

Entitas dalam Berita
Tokoh: M Bagus Khoirunnas, Ari Basuki, Yudhistiro, Firdaus, Donal, Warta, Surakman, Heriyanto
Organisasi: Basarnas, ANTARA, Merdeka.com, iNews, Anadolu, TNI AL, Polairud, Kantor SAR Banten, Kantor SAR Lampung
Lokasi: Gunung Anak Krakatau, Selat Sunda, Kabupaten Pandeglang, Banten
Berita Terkait