Banjir bandang menerjang dua kecamatan di Kabupaten Manokwari Selatan, Provinsi Papua Barat, akibat hujan deras dengan intensitas tinggi sejak Minggu (23/8/2026) malam. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Manokwari Selatan mencatat wilayah terdampak meliputi Kecamatan Oransbari dan Kecamatan Ransiki. Bencana ini mengakibatkan 312 unit rumah terendam air setinggi hingga 1,5 meter serta memaksa 1.204 jiwa dari 287 kepala keluarga mengungsi ke lokasi aman seperti gedung gereja dan balai kampung. Pemerintah daerah melalui Bupati Markus Tipin telah menetapkan status tanggap darurat bencana selama 14 hari ke depan, sementara BMKG mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem hingga akhir Agustus 2026.
Dampak dan Data Kerawanan Wilayah
Berdasarkan laporan resmi Kepala Pelaksana BPBD Manokwari Selatan, Yosias Dowansiba, pada Selasa (24/8/2026), material banjir membawa lumpur dan kayu gelondongan yang merusak akses jalan utama penghubung antar distrik. Tiga jembatan darurat dilaporkan putus, sehingga akses bantuan dari ibukota kabupaten menjadi terhambat. Berikut data kerawanan yang tercatat:
- Kecamatan Oransbari: 189 rumah terendam, 734 jiwa mengungsi ke 2 titik pengungsian.
- Kecamatan Ransiki: 123 rumah terendam, 470 jiwa mengungsi ke 1 titik pengungsian.
- Kerusakan infrastruktur: 3 jembatan putus, 2 ruas jalan utama tertutup material lumpur.
- Faktor pemicu: Hujan konvektif akibat dinamika atmosfer yang masih aktif di Papua Barat bagian selatan.
Bencana banjir bandang ini memperkuat data kerawanan wilayah di Kabupaten Manokwari Selatan, khususnya di daerah aliran sungai yang melintasi kedua kecamatan. Pemetaan risiko bencana perlu segera diperbarui untuk mengantisipasi kejadian serupa.
Respons Pemerintah dan Langkah Penanganan
Pemerintah Kabupaten Manokwari Selatan bersama TNI, Polri, dan relawan telah mengerahkan tim gabungan untuk melakukan evakuasi menggunakan perahu karet dan pendataan korban. Dinas Sosial setempat telah menyiapkan dapur umum di dua titik pengungsian untuk memenuhi kebutuhan logistik para pengungsi. Bupati Markus Tipin menegaskan bahwa status tanggap darurat akan mempermudah koordinasi dan mobilisasi sumber daya, termasuk pengiriman bantuan logistik dan perbaikan infrastruktur darurat. Sementara itu, BMKG mengimbau warga di wilayah pesisir dan lereng bukit untuk waspada terhadap potensi banjir susulan dan tanah longsor akibat curah hujan yang masih tinggi.
Proses evakuasi dan penanganan darurat terus berlangsung hingga Selasa malam, dengan prioritas pada penyelamatan warga yang masih terjebak di rumah terendam. Pemerintah daerah juga mulai mendata kebutuhan mendesak seperti air bersih, makanan, dan obat-obatan. Catatan strategis bagi Pemerintah Daerah Kabupaten Manokwari Selatan: peristiwa ini menegaskan urgensi penguatan sistem mitigasi bencana, termasuk pemetaan daerah rawan banjir, normalisasi sungai, dan pembangunan infrastruktur tahan banjir di Kecamatan Oransbari dan Ransiki. Selain itu, perlu peningkatan kapasitas evakuasi dan koordinasi lintas sektor guna mempercepat respons terhadap bencana serupa di masa mendatang.