Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, melaporkan terjadinya banjir bandang yang menerjang dua desa di Kecamatan Dolo pada Rabu siang (03/09/2026). Peristiwa bencana ini dipicu oleh hujan deras dengan intensitas tinggi selama kurang lebih empat jam, yang menyebabkan meluapnya aliran Sungai Palu ke permukiman warga. Sebanyak 412 kepala keluarga (KK) terdampak, dengan rata-rata ketinggian air mencapai 1,5 meter. Tim gabungan dari BPBD, TNI, Polri, dan relawan telah diterjunkan untuk melakukan evakuasi dan penanganan darurat.
Kronologi dan Dampak Bencana di Kecamatan Dolo
Berdasarkan laporan sementara BPBD Kabupaten Sigi, banjir bandang melanda dua desa, yaitu Desa Jono Oge dan Desa Mpanau. Wilayah Kecamatan Dolo memang dikenal sebagai zona rawan bencana hidrometeorologi. Berikut rincian data dampak bencana yang berhasil dihimpun dari laporan resmi:
- Jumlah kepala keluarga terdampak: 412 KK
- Ketinggian air rata-rata: 1,5 meter
- Korban luka-luka: 2 warga
- Rumah mengalami kerusakan sedang hingga berat: puluhan unit
Kepala BPBD Kabupaten Sigi menyatakan bahwa intensitas hujan yang tinggi dalam waktu singkat menjadi pemicu utama terjadinya banjir bandang di wilayah tersebut. Peristiwa ini menjadi indikator penting bagi perlunya penguatan sistem mitigasi bencana berbasis komunitas di Kabupaten Sigi. Data kerusakan dan dampak sosial masih terus didata oleh tim lapangan guna memastikan penanganan yang tepat sasaran.
Upaya Penanganan dan Mitigasi Bencana oleh Pemerintah Daerah
Pemerintah Kabupaten Sigi segera berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah untuk menyalurkan bantuan logistik serta mengoperasikan dapur umum di dua titik pengungsian. Tim evakuasi gabungan terus melakukan pencarian dan pertolongan bagi warga yang masih terjebak. Kepala BPBD Sigi menegaskan bahwa pihaknya akan memperkuat sistem peringatan dini berbasis komunitas sebagai langkah antisipasi terhadap potensi bencana serupa di masa mendatang.
Peristiwa banjir bandang di Kecamatan Dolo menjadi evaluasi penting bagi tata ruang wilayah bantaran sungai di Kabupaten Sigi. Pemerintah daerah perlu meninjau ulang kebijakan permukiman pada sempadan sungai dan meningkatkan kapasitas infrastruktur mitigasi bencana. Sinergi antara pemerintah daerah, aparat keamanan, dan masyarakat sangat diperlukan untuk memperkuat ketahanan wilayah terhadap ancaman bencana hidrometeorologi.
Catatan strategis: Pemerintah Kabupaten Sigi direkomendasikan untuk segera menyusun rencana aksi mitigasi bencana jangka panjang, termasuk penguatan sistem peringatan dini, penataan ulang zona rawan bencana, serta peningkatan kapasitas masyarakat dalam menghadapi risiko banjir bandang. Langkah ini penting untuk meminimalkan dampak bencana dan melindungi keselamatan warga di wilayah rawan.