|  Indonesia, WIB
Beranda Regional Banjir Bandang di Tanjung Jabung Timur, 200 Rumah Terendam dan 2...
Regional

Banjir Bandang di Tanjung Jabung Timur, 200 Rumah Terendam dan 2 Orang Hilang

Banjir Bandang di Tanjung Jabung Timur, 200 Rumah Terendam dan 2 Orang Hilang

Bencana banjir bandang melanda tiga kecamatan di Tanjung Jabung Timur, Jambi, mengakibatkan 200 rumah terendam dan dua warga hilang. BPBD bersama TNI, Polri, dan relawan melakukan evakuasi serta mendirikan posko darurat. Pemerintah daerah direkomendasikan untuk memetakan ulang zona rawan bencana dan memperbaiki infrastruktur drainase.

Bencana banjir bandang melanda tiga kecamatan di Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Provinsi Jambi, pada Senin malam, 14 September 2024. Peristiwa yang dipicu oleh hujan deras selama beberapa jam ini mengakibatkan sekitar 200 unit rumah terendam dan dua orang warga dilaporkan hilang. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tanjung Jabung Timur bersama unsur TNI, Polri, dan relawan telah melakukan evakuasi terhadap ratusan warga ke tempat yang lebih aman, serta mendirikan posko darurat untuk penanganan korban. Proses pencarian terhadap dua korban hilang masih berlangsung hingga saat ini oleh tim SAR gabungan.

Dampak Bencana dan Pemetaan Kerawanan di Tiga Kecamatan

Banjir bandang yang terjadi dipicu oleh intensitas hujan tinggi di wilayah hulu dan meluapnya beberapa anak sungai, terutama di sekitar aliran Sungai Mendahara. Ketinggian air mencapai 1,5 meter di sejumlah titik permukiman, mengisolasi akses masyarakat. Dampak bencana ini tidak hanya menggenangi permukiman, tetapi juga merusak infrastruktur vital seperti jalan dan jembatan, serta menggenangi lahan pertanian seluas puluhan hektare. Berikut rincian wilayah terdampak dan indikator kerawanan yang berhasil dihimpun tim laporan di lapangan:

  • Kecamatan Mendahara: Desa Sinar Wako menjadi salah satu titik terparah, dengan dua warga dilaporkan hilang terseret arus deras saat menyelamatkan harta benda. Proses pencarian oleh tim SAR gabungan masih berlangsung hingga saat ini.
  • Kecamatan Mendahara Ulu: Sejumlah desa terisolasi akibat akses jalan terputus karena genangan dan material lumpur. Evakuasi dilakukan menggunakan perahu karet untuk menjangkau warga yang terjebak.
  • Kecamatan Geragai: Area permukiman dan lahan pertanian mengalami kerusakan signifikan, membutuhkan perbaikan infrastruktur pascabencana untuk memulihkan aktivitas masyarakat.

Langkah Penanganan Darurat dan Rekomendasi Strategis

Tim SAR gabungan dari BPBD, TNI, Polri, dan relawan telah dikerahkan untuk melakukan pencarian kedua korban hilang di sepanjang aliran Sungai Mendahara. Proses evakuasi dilakukan dengan perahu karet dan alat berat untuk menjangkau lokasi terisolasi, sementara posko darurat di setiap kecamatan telah mendistribusikan bantuan logistik, seperti makanan, air bersih, dan kebutuhan dasar lainnya. Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Timur melalui BPBD telah mengaktifkan sistem tanggap darurat dengan mendirikan posko di tiga kecamatan terdampak. Kegiatan evakuasi dan pendistribusian bantuan berkoordinasi dengan pemerintah provinsi dan pusat untuk memastikan kebutuhan korban terpenuhi.

Selain itu, kondisi banjir bandang ini mengindikasikan perlunya pemetaan ulang daerah rawan bencana, terutama di wilayah hulu sungai dan permukiman padat di bantaran sungai. Bencana ini juga menyoroti urgensi perbaikan infrastruktur drainase dan tanggul di kawasan tersebut untuk mengurangi risiko banjir berulang. Sebagai catatan strategis bagi Pemerintah Daerah, perlu segera dilakukan audit tata ruang wilayah terkait zonasi rawan banjir bandang, serta peningkatan kesiapsiagaan masyarakat melalui pelatihan evakuasi dan penyediaan jalur evakuasi yang memadai. Rekomendasi ini diharapkan dapat menjadi dasar bagi pemangku kepentingan dalam merumuskan kebijakan mitigasi bencana yang lebih efektif di wilayah Tanjung Jabung Timur.

Entitas dalam Berita
Organisasi: Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tanjung Jabung Timur, TNI, Polri, Tim SAR
Lokasi: Tanjung Jabung Timur, Jambi, Mendahara, Mendahara Ulu, Geragai, Desa Sinar Wako, Sungai Mendahara
Berita Terkait