Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan bahwa dampak erupsi Gunung Anak Krakatau semakin meluas sejak awal September 2026. Sebaran abu vulkanik (abuvulkanik) telah mencapai tiga kabupaten di Provinsi Lampung dan Banten, yaitu Kabupaten Lampung Selatan, Kabupaten Tanggamus, dan Kabupaten Pandeglang. Koordinasi intensif terus dilakukan dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat untuk mengantisipasi ancaman bahaya lanjutan serta paparan material vulkanik yang semakin menyebar.
Pemerintah daerah bersama tim tanggap darurat memonitor perkembangan situasi dan menyiapkan berbagai langkah mitigasi bagi warga terdampak bencana ini. Berikut sebaran wilayah terdampak dan respons penanganan yang telah berjalan saat ini.
Respons Penanganan di Lampung Selatan dan Tanggamus
Di Kabupaten Lampung Selatan, Bupati menginstruksikan seluruh satuan pendidikan untuk mengalihkan kegiatan belajar mengajar ke sistem daring pada 7–8 September 2026 sebagai langkah preventif terhadap risiko paparan abu vulkanik. BPBD setempat memusatkan kewaspadaan pada tiga aspek utama:
- Dampak abu vulkanik terhadap kesehatan dan aktivitas masyarakat.
- Keselamatan masyarakat pesisir dan nelayan yang rentan terkena dampak langsung material vulkanik.
- Antisipasi potensi tsunami serta kesiapan jalur dan tempat evakuasi.
Dinas Kesehatan Kabupaten Lampung Selatan juga telah menyiagakan masker dan ambulans untuk kelompok rentan, termasuk lansia, anak-anak, dan warga dengan gangguan pernapasan. Sementara itu, di Kabupaten Tanggamus, hujan abu yang cukup tebal disertai gempa kecil mulai dirasakan warga sejak 5 September pagi. Dinas Kesehatan setempat segera membagikan masker dan menyiapkan obat-obatan di sejumlah titik terdampak, khususnya di wilayah pesisir seperti Kecamatan Pematang Sawa dan Cukuh Balak. BPBD Tanggamus terus melakukan pemetaan wilayah terdampak dan memastikan distribusi bantuan dasar berjalan lancar serta tepat sasaran.
Kondisi Pandeglang dan Catatan Strategis bagi Pemerintah Daerah
Di Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten, BPBD-PK melaporkan bahwa sebaran material abu vulkanik telah merata ke seluruh kecamatan. Meskipun belum ada laporan korban jiwa, warga diimbau untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan dan menggunakan masker saat beraktivitas. Pemerintah daerah bersama TNI/Polri telah mendirikan posko pengaduan dan distribusi masker di titik-titik strategis. Dampak erupsi ini juga mulai mengganggu sektor pertanian dan perikanan di wilayah pesisir, sehingga diperlukan koordinasi lintas sektor untuk penanganan jangka pendek maupun pemulihan.
Sebagai catatan strategis bagi pemerintah daerah, disarankan untuk segera mengaktifkan pos komando (Posko) tanggap darurat yang terintegrasi di ketiga kabupaten terdampak, memperkuat sosialisasi jalur evakuasi kepada masyarakat pesisir, serta memastikan ketersediaan masker dan alat pelindung diri di setiap fasilitas kesehatan. Selain itu, koordinasi dengan BNPB dan BMKG perlu terus ditingkatkan untuk memantau perkembangan aktivitas vulkanik dan potensi penyebaran abu vulkanik ke wilayah lain di Provinsi Lampung dan Banten. Seluruh pemangku kepentingan di tingkat provinsi dan kabupaten diharapkan bersinergi dalam menghadapi dampak bencana ini.