|  Indonesia, WIB
Beranda Regional 400 Hektar Lahan Gambut di Kalteng Terbakar, Reservoir Jadi Andal...
Regional

400 Hektar Lahan Gambut di Kalteng Terbakar, Reservoir Jadi Andalan

400 Hektar Lahan Gambut di Kalteng Terbakar, Reservoir Jadi Andalan

Kebakaran gambut seluas 400 hektare melanda wilayah Tumbang Nusa (Kab. Pulang Pisau), Kameloh Baru, hingga Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, sejak 6 Agustus 2026. Penanganan melibatkan unsur gabungan dengan fokus optimalisasi infrastruktur air seperti reservoir dan kanal. Hingga saat ini, tidak dilaporkan korban jiwa atau kerusakan fasilitas umum.

Kebakaran gambut seluas sekitar 400 hektare terjadi di wilayah Tumbang Nusa, Kabupaten Pulang Pisau, hingga Kameloh Baru dan Kota Palangka Raya, Provinsi Kalimantan Tengah. Peristiwa yang dimulai Kamis, 6 Agustus 2026, sekitar pukul 09.00 WIB ini menguji kesiapsiagaan daerah dalam menghadapi ancaman bencana ekologi di musim kemarau 2026 dan melibatkan respons cepat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Tengah beserta elemen gabungan lainnya.

Strategi Penanganan dan Pemanfaatan Infrastruktur Sumber Daya Air

Operasi pemadaman difokuskan pada optimalisasi infrastruktur sumber daya air yang tersedia di sekitar lokasi kejadian. Unsur gabungan, yang terdiri dari:

  • Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Tengah
  • TNI dan Polri
  • Dinas Kehutanan dan Manggala Agni
  • Satuan Tugas Karhutla lainnya
memanfaatkan reservoir serta jaringan kanal untuk mendukung usaha pemadaman. Dukungan teknis dari Kementerian Pekerjaan Umum melalui Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan II dan Balai Penataan Bangunan, Prasarana dan Kawasan (BPBPK) Kalteng juga dilakukan dengan pengerahan tiga unit mobil tangki air.

Koordinasi Lintas Sektor dan Peningkatan Kesiapsiagaan Pemerintah Pusat

Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo, menegaskan bahwa Kementerian PU telah meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi karhutla dan kekeringan. Langkah strategis yang diambil meliputi penguatan koordinasi lintas sektor serta penyediaan dan optimalisasi infrastruktur pendukung penanganan bencana. Hingga laporan ini dibuat, belum terdapat laporan korban jiwa maupun kerusakan fasilitas umum yang diakibatkan oleh kebakaran di wilayah ini. Kejadian ini menjadi penanda penting bagi seluruh pemangku kepentingan di Kalimantan Tengah untuk terus memperkuat sistem peringatan dini dan respons darurat.

Pemerintah daerah diimbau untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap peta kerawanan kebakaran lahan dan hutan, khususnya di kawasan gambut. Langkah antisipasi, seperti pemeliharaan saluran air (kanalisasi) dan peningkatan kapasitas reservoir di titik-titik rawan, perlu diintensifkan. Sinergi berkelanjutan antara pemerintah daerah, kementerian/lembaga terkait, dan kelompok masyarakat menjadi kunci dalam memitigasi dampak bencana ekologi yang lebih luas serta melindungi aset dan ekosistem wilayah.

Entitas dalam Berita
Tokoh: Dody Hanggodo
Organisasi: Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Tengah, TNI, Polri, Dinas Kehutanan, Manggala Agni, Satuan Tugas Karhutla, Kementerian PU, Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan II, Balai Penataan Bangunan Prasarana dan Kawasan (BPBPK) Kalteng
Lokasi: Tumbang Nusa, Kabupaten Pulang Pisau, Kameloh Baru, Kota Palangka Raya, Provinsi Kalimantan Tengah
Berita Terkait