|  Indonesia, WIB
Beranda Regional 3.759 Titik Panas Mengepung Kalbar, Kabut Asap Karhutla Bikin Kua...
Regional

3.759 Titik Panas Mengepung Kalbar, Kabut Asap Karhutla Bikin Kualitas Udara Tidak Sehat

3.759 Titik Panas Mengepung Kalbar, Kabut Asap Karhutla Bikin Kualitas Udara Tidak Sehat

BMKG mendeteksi 3.759 titik panas di Kalimantan Barat, dengan konsentrasi tertinggi di Kabupaten Ketapang, Sanggau, dan Kubu Raya. Kabut asap akibat karhutla telah menurunkan kualitas udara hingga kategori tidak sehat, sehingga BPBD bersama BNPB, TNI, Polri, dan Manggala Agni mengerahkan helikopter water bombing untuk pemadaman. Pemerintah daerah perlu segera mengaktifkan posko kesehatan dan memperkuat pengawasan lahan guna mengatasi dampak dan mencegah meluasnya kebakaran.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mendeteksi sebanyak 3.759 titik panas di wilayah Kalimantan Barat, menandakan ancaman serius kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang meluas. Dari total titik panas tersebut, 224 titik berada pada kategori tingkat kepercayaan tinggi, 3.389 titik pada tingkat menengah, dan 146 titik pada tingkat rendah. Data ini dihimpun oleh BMKG Pontianak dan dilaporkan kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalimantan Barat sebagai dasar pengambilan kebijakan penanganan darurat.

Analisis Sebaran Titik Panas dan Wilayah Terdampak

Konsentrasi titik panas tertinggi terkonsentrasi di Kabupaten Ketapang dengan 1.795 titik, disusul oleh Kabupaten Sanggau (466 titik), Kabupaten Landak (268 titik), Kabupaten Kubu Raya (254 titik), Kabupaten Kayong Utara (200 titik), dan Kabupaten Melawi (190 titik). Sebaran ini menunjukkan bahwa kawasan pesisir dan perbatasan Kalimantan Barat menjadi episentrum karhutla yang memerlukan perhatian khusus. Dampak kabut asap telah menurunkan jarak pandang secara drastis, terutama di Ketapang dan Kubu Raya yang mencapai di bawah satu kilometer pada pagi hari. Selain itu, pemantauan kualitas udara di Jongkat, Kabupaten Mempawah, mencatat konsentrasi partikulat halus PM2.5 sebesar 148,8 mikrogram per meter kubik, yang masuk dalam kategori tidak sehat bagi kelompok rentan dan masyarakat umum.

  • Kabupaten Ketapang: 1.795 titik panas (kategori tertinggi)
  • Kabupaten Sanggau: 466 titik panas
  • Kabupaten Landak: 268 titik panas
  • Kabupaten Kubu Raya: 254 titik panas
  • Kabupaten Kayong Utara: 200 titik panas
  • Kabupaten Melawi: 190 titik panas

Upaya Penanganan dan Operasi Pemadaman Terpadu

Dalam merespons kondisi darurat ini, BPBD Provinsi Kalimantan Barat bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), TNI, Polri, dan Manggala Agni telah memperkuat operasi pemadaman secara terpadu. Helikopter water bombing dikerahkan ke lokasi karhutla di Kabupaten Kubu Raya, Kayong Utara, Ketapang, hingga Sambas untuk menjangkau titik api yang sulit diakses dari darat. Kasatgas Informasi Bencana BPBD Kalbar, Daniel, menyatakan bahwa penanganan karhutla kini difokuskan pada pemadaman udara dan patroli darat untuk mencegah meluasnya kebakaran. Operasi ini juga melibatkan masyarakat setempat dalam upaya pembuatan sekat bakar dan sosialisasi bahaya pembakaran lahan.

Kualitas udara yang tidak sehat akibat kabut asap menuntut pemerintah daerah untuk segera mengaktifkan posko kesehatan dan distribusi masker di wilayah terdampak. Selain itu, koordinasi lintas sektor perlu ditingkatkan untuk memastikan logistik pemadaman, termasuk suplai air untuk water bombing, berjalan lancar. Evaluasi kebijakan larangan pembakaran lahan dan pengawasan di tingkat desa juga menjadi langkah strategis jangka panjang untuk mengurangi risiko karhutla di Kalimantan Barat.

Entitas dalam Berita
Tokoh: Daniel
Organisasi: Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), BPBD Kalbar, BNPB, TNI, Polri, Manggala Agni
Lokasi: Kalimantan Barat, Kabupaten Ketapang, Sanggau, Landak, Kubu Raya, Kayong Utara, Melawi, Jongkat, Kabupaten Mempawah, Sambas
Berita Terkait