|  Indonesia, WIB
Beranda Regional 3.039 Hotspot Terpantau, 287 Hektare Lahan Karhutla Sumsel Masih...
Regional

3.039 Hotspot Terpantau, 287 Hektare Lahan Karhutla Sumsel Masih Belum Padam

3.039 Hotspot Terpantau, 287 Hektare Lahan Karhutla Sumsel Masih Belum Padam

Hingga 17 September 2026, Satgas Karhutla Sumatera Selatan mencatat 3.039 hotspot dan 287,25 hektare lahan yang belum padam, dengan konsentrasi tertinggi di Ogan Komering Ilir, Musi Banyuasin, dan Banyuasin. Upaya pemadaman melibatkan 12.285 personel dari BPBD, TNI, Polri, dan Manggala Agni, serta water bombing melalui udara. Pemerintah daerah direkomendasikan untuk memperkuat koordinasi dengan BNPB dan mengoptimalkan data hotspot sebagai sistem peringatan dini.

Satuan Tugas (Satgas) Pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Sumatera Selatan melaporkan bahwa hingga 17 September 2026 pukul 05.00 WIB, tercatat sebanyak 3.039 titik panas (hotspot) terpantau di wilayah provinsi tersebut. Dari peristiwa karhutla yang terjadi pada 16 September 2026, seluas 287,25 hektare lahan masih belum berhasil dipadamkan secara menyeluruh. Penanganan kebakaran yang melibatkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Tentara Nasional Indonesia (TNI), Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri), dan Manggala Agni saat ini terkonsentrasi di sejumlah wilayah prioritas, antara lain Ogan Komering Ilir, Musi Banyuasin, dan Banyuasin. Kondisi ini menunjukkan bahwa upaya pemadaman masih memerlukan intensifikasi, terutama di area dengan konsentrasi hotspot tinggi dan lahan gambut yang rentan.

Sebaran Titik Panas dan Konsentrasi Karhutla di Sumatera Selatan

Berdasarkan data pemantauan Satgas Karhutla Sumatera Selatan, sebaran hotspot pada periode 16 hingga 17 September 2026 menunjukkan konsentrasi tertinggi di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) dengan 1.034 titik panas. Wilayah lain yang mencatat jumlah signifikan meliputi Musi Banyuasin (684 titik), Banyuasin (379 titik), dan Muara Enim (299 titik). Secara rinci, konsentrasi titik panas di wilayah dengan tingkat kerawanan tertinggi adalah sebagai berikut:

  • Ogan Komering Ilir: 1.034 titik
  • Musi Banyuasin: 684 titik
  • Banyuasin: 379 titik
  • Muara Enim: 299 titik

Secara kumulatif, jumlah hotspot di Sumatera Selatan sejak Januari hingga 16 September 2026 telah mencapai 49.591 titik. Angka ini mencerminkan tingginya potensi kebakaran yang harus diwaspadai oleh pemerintah daerah, terutama pada wilayah yang memiliki lahan gambut dan areal konsesi. Selain itu, patroli udara dan tim darat menemukan 63 kejadian karhutla baru pada 16 September 2026, sehingga total kejadian kebakaran sejak awal tahun mencapai 3.098 kejadian. Data ini menjadi indikator penting bagi Satgas dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dalam memetakan prioritas penanganan.

Upaya Pemadaman dan Keterlibatan Satgas Karhutla

Dalam upaya pemadaman, satuan tugas darat telah berhasil menangani lahan seluas 214,06 hektare, sementara pemadaman melalui jalur udara menggunakan helikopter water bombing menjangkau sekitar 30 hektare. Proses pemadaman terus dilakukan secara simultan untuk memastikan api tidak meluas ke kawasan lindung dan areal produktif. Seluruh upaya tersebut berada di bawah koordinasi Satgas Karhutla Sumatera Selatan yang melibatkan berbagai unsur, termasuk BPBD, TNI, Polri, dan Manggala Agni. Sebanyak 12.285 personel dikerahkan dalam Satgas Karhutla untuk mempercepat penanganan kebakaran di lapangan, dengan prioritas penanganan di lima wilayah, yaitu Ogan Komering Ilir, Musi Banyuasin, Banyuasin, Ogan Ilir, dan Muara Enim. Prioritas ini ditetapkan berdasarkan tingkat konsentrasi titik panas dan potensi penyebaran kebakaran yang dinilai tinggi.

Sebagai catatan strategis, pemerintah daerah diharapkan memperkuat koordinasi lintas instansi dan mengoptimalkan data hotspot sebagai dasar peringatan dini kebakaran. Kerja sama dengan BNPB serta pemantapan pos komando Satgas di tingkat kabupaten/kota juga diperlukan untuk mempercepat pemadaman dan mencegah meluasnya karhutla di Sumatera Selatan. Langkah ini krusial mengingat masih adanya lahan yang belum padam dan konsentrasi hotspot yang tinggi, sehingga diperlukan respons cepat dan terpadu dari seluruh pemangku kepentingan.

Entitas dalam Berita
Organisasi: BPBD, TNI, Polri, Manggala Agni, Satgas Karhutla Sumsel
Lokasi: Sumatera Selatan, Ogan Komering Ilir, Musi Banyuasin, Banyuasin, Muara Enim, Ogan Ilir
Berita Terkait