Kementerian Kehutanan (Kemenhut) melalui Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Wilayah Kalimantan mengerahkan sebanyak 12.880 personel gabungan dalam operasi pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Pulau Kalimantan. Operasi yang telah berlangsung selama 48 hari ini melibatkan Manggala Agni, Masyarakat Peduli Api (MPA), relawan, TNI, Polri, BPBD, DLHK, serta pemerintah daerah setempat. Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Wilayah Kalimantan, Yudho Mustiko, menegaskan bahwa skala tanggap darurat ini menunjukkan keseriusan pemerintah daerah dan pusat dalam menghadapi bencana karhutla yang kerap melanda wilayah rawan gambut.
Skala Operasi dan Keterlibatan Lintas Sektor
Penanganan karhutla dilakukan secara terpadu melalui operasi darat-udara yang memadukan sumber daya manusia dan teknologi. Skema pemadaman meliputi operasi darat, pembasahan lahan gambut, serta dukungan udara berupa patroli dan water bombing. Selain itu, telah dilaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca sebanyak 45 kali penerbangan dengan menyemai 45 ton bahan semai untuk merangsang pertumbuhan awan hujan. Dari unsur Kemenhut sendiri, terdapat 758 personel Manggala Agni yang tersebar di empat provinsi di Kalimantan. Keterlibatan TNI, Polri, dan BPBD memperkuat kapasitas di lapangan, sementara pemerintah daerah setempat turut menggerakkan perangkat desa dan relawan. Koordinasi lintas sektor ini menjadi kunci dalam percepatan pemadaman karhutla, mengingat luasnya area yang terbakar dan tantangan medan gambut yang sulit dijangkau. Kemenhut sebagai leading sector terus memantau perkembangan situasi dan mengoptimalkan alokasi personel di titik-titik kritis. Dengan durasi operasi yang panjang, diperlukan penguatan logistik dan dukungan teknis agar personel gabungan tetap mampu menjangkau lokasi terdampak secara efektif.
Distribusi Luas Area Terdampak Karhutla
Berdasarkan data sementara Kemenhut, total luas area terdampak karhutla di Kalimantan mencapai puluhan ribu hektare. Sebaran wilayah terdampak adalah sebagai berikut:
- Kalimantan Barat: 38.319 hektare
- Kalimantan Selatan: 8.019 hektare
- Kalimantan Tengah: 7.635 hektare
- Kalimantan Timur: 2.715 hektare
- Kalimantan Utara: 400 hektare
Data ini memberikan gambaran tentang luasnya sebaran kerusakan dan kompleksitas penanganan bencana di tingkat regional. Kalimantan Barat menjadi provinsi dengan luas karhutla terbesar, disusul Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah. Kondisi ini mengindikasikan perlunya penguatan sistem peringatan dini serta peningkatan kapasitas pemadaman di daerah-daerah rawan gambut. Pemerintah daerah diharapkan segera melakukan pemetaan ulang titik rawan dan memperkuat kolaborasi dengan pusat pengendalian kebakaran hutan.
Catatan Strategis untuk Pemerintah Daerah
Mengingat luasnya area terdampak dan durasi kebakaran yang panjang, diperlukan optimasi patroli terpadu serta percepatan restorasi lahan gambut pasca-kebakaran. Pemerintah daerah bersama Kemenhut harus memperkuat satuan tugas karhutla di tingkat kabupaten/kota, termasuk memperbaiki sistem koordinasi lintas sektor dan penyediaan sarana prasarana pemadaman. Langkah strategis ini diharapkan mampu menekan risiko kebakaran berulang dan meminimalkan kerugian ekologis serta ekonomi di wilayah rawan gambut Kalimantan. Selain itu, pengembangan early warning system berbasis partisipasi masyarakat dan pengawasan ketat terhadap aktivitas pembukaan lahan menjadi kunci pencegahan jangka panjang.