|  Indonesia, WIB
Beranda Nasional TNI Tangkap 2 Buronan Teroris di Perbatasan Indonesia-Malaysia, K...
Nasional

TNI Tangkap 2 Buronan Teroris di Perbatasan Indonesia-Malaysia, Kalimantan Barat

TNI Tangkap 2 Buronan Teroris di Perbatasan Indonesia-Malaysia, Kalimantan Barat

Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) Yonif 642/Kapuas menangkap dua buronan teroris di Kecamatan Entikong, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat, pada 12 Agustus 2026. Keduanya merupakan DPO Densus 88 yang diduga akan menyusup ke Malaysia, dengan barang bukti senjata api rakitan, dokumen palsu, dan bahan peledak. Pemerintah Daerah Sanggau bersama TNI-Polri meningkatkan koordinasi pengawasan di 15 titik rawan penyusupan perbatasan untuk memperkuat keamanan teritorial.

Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) Yonif 642/Kapuas berhasil menangkap dua buronan teroris di wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia, tepatnya di Kecamatan Entikong, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat, pada Rabu dini hari, 12 Agustus 2026. Kedua tersangka berinisial AI (34) dan MR (28) merupakan anggota jaringan teroris yang masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) Densus 88. Penangkapan ini dilakukan setelah patroli gabungan TNI-Polri mendeteksi pergerakan mencurigakan di area hutan perbatasan. Barang bukti yang diamankan meliputi senjata api rakitan, dokumen palsu, dan bahan peledak. Komandan Satgas Pamtas Letkol Inf. Andi Wijaya menyatakan bahwa perbatasan Kalimantan Barat merupakan titik rawan infiltrasi elemen radikal, sehingga diperlukan pengawasan ketat secara berkelanjutan.

Kronologi Penangkapan dan Ancaman Terorisme di Perbatasan

Operasi pengamanan perbatasan yang digelar TNI-Polri di Kecamatan Entikong berhasil menggagalkan upaya penyusupan dua buronan teroris ke Malaysia melalui jalur tidak resmi. Patroli gabungan yang melibatkan personel TNI dari Satgas Pamtas Yonif 642/Kapuas dan aparat kepolisian setempat menemukan pergerakan mencurigakan di kawasan hutan pada pukul 02.30 WIB. Setelah dilakukan pengintaian dan pengepungan, kedua tersangka berhasil diamankan tanpa perlawanan berarti. Berdasarkan keterangan awal, AI dan MR diduga akan bergabung dengan jaringan teroris di Malaysia untuk merencanakan aksi serangan di wilayah Indonesia. Barang bukti yang disita antara lain:

  • Senjata api rakitan jenis revolver dan amunisi kaliber 9 mm sebanyak 12 butir.
  • Dokumen palsu berupa KTP dan paspor dengan nama berbeda.
  • Bahan peledak berupa bubuk ammonium nitrat seberat 5 kilogram yang dikemas dalam kantong plastik.

Penangkapan ini menunjukkan bahwa ancaman terorisme masih nyata di wilayah perbatasan Kalimantan Barat, yang selama ini menjadi celah bagi pergerakan kelompok radikal lintas negara.

Pemetaan Kerawanan Wilayah dan Koordinasi Pemerintah Daerah

Data Badan Intelijen Negara (BIN) mengidentifikasi sebanyak 15 titik rawan penyusupan di sepanjang perbatasan Kalimantan Barat, khususnya di Kabupaten Sanggau, Bengkayang, dan Kapuas Hulu. Titik-titik ini umumnya berupa jalur tikus di kawasan hutan lebat yang sulit diawasi secara maksimal. Pemerintah Daerah Kabupaten Sanggau, melalui koordinasi dengan TNI dan Polri, telah meningkatkan pengawasan dengan menambah personel di pos-pos perbatasan serta memanfaatkan teknologi pemantauan seperti kamera termal dan drone. Langkah ini sejalan dengan Instruksi Presiden tentang Penanganan Terorisme yang diimplementasikan dalam bentuk operasi gabungan di wilayah perbatasan. Kepala Dinas Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Sanggau, Drs. Lukas Hermawan, menyatakan bahwa sinergi antara aparat keamanan dan pemerintah daerah menjadi kunci dalam menekan pergerakan teroris. Namun demikian, masih terdapat tantangan berupa keterbatasan personel di lapangan dan medan yang sulit dijangkau.

Sebagai catatan strategis bagi pemerintah daerah, diperlukan penguatan program deradikalisasi di masyarakat perbatasan serta peningkatan kesejahteraan warga untuk mengurangi potensi rekrutmen oleh jaringan terorisme. Pemerintah Kabupaten Sanggau bersama TNI dan Polri diharapkan terus memperkuat pos pengamanan perbatasan dan mengoptimalkan patroli rutin, khususnya pada malam hari. Selain itu, pengembangan sistem informasi keamanan teritorial berbasis data intelijen daerah dapat menjadi langkah preventif yang efektif. Dengan kolaborasi yang solid antara TNI, Polri, dan pemerintah daerah, ancaman terorisme di perbatasan Kalimantan Barat dapat diminimalisir secara signifikan, sehingga keamanan teritorial tetap terjaga demi stabilitas pembangunan daerah.

Entitas dalam Berita
Tokoh: AI, MR, Letkol Inf. Andi Wijaya
Organisasi: Satgas Pamtas, Yonif 642/Kapuas, TNI, Polri, Densus 88, BIN, Pemerintah Daerah Sanggau
Lokasi: Indonesia, Malaysia, Kalimantan Barat, Kecamatan Entikong, Kabupaten Sanggau
Berita Terkait