YOGYAKARTA – Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) secara resmi menaikkan status Gunung Merapi dari Waspada (Level II) menjadi Siaga (Level III) pada 23 Agustus 2026 pukul 10.00 WIB. Kenaikan status ini dipicu oleh peningkatan signifikan aktivitas vulkanik yang terpantau dalam beberapa pekan terakhir, yang berdampak langsung pada perluasan radius bahaya dari 5 kilometer menjadi 10 kilometer dari puncak gunung. Wilayah yang terdampak langsung mencakup Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan Jawa Tengah, dengan total tujuh kecamatan yang kini masuk dalam zona rawan bencana. Pemerintah daerah melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) di kedua provinsi telah melakukan langkah respons cepat untuk memitigasi risiko terhadap masyarakat.
Pemetaan Wilayah Terdampak dan Indikator Kerawanan
Berdasarkan laporan resmi BPPTKG, terdapat tujuh kecamatan yang masuk dalam radius bahaya baru, yang terbagi di dua provinsi, yaitu:
- Kabupaten Sleman, DIY: Kecamatan Cangkringan, Turi, Pakem, dan Ngemplak.
- Kabupaten Magelang, Jawa Tengah: Kecamatan Sawangan, Muntilan, dan Dukun.
Indikator kerawanan yang mendasari kenaikan status siaga ini meliputi peningkatan frekuensi gempa vulkanik dangkal yang mencapai 150 kali per hari, mengindikasikan tekanan magma yang tinggi di dekat permukaan. Selain itu, deformasi lereng terpantau sebesar 5 cm dalam periode pengukuran terakhir, menandakan penggembungan tubuh gunung. Luncuran awan panas guguran juga teramati ke arah Kali Gendol sejauh 2,5 kilometer, yang telah melebihi batas aman yang direkomendasikan. Pemerintah daerah setempat, melalui BPBD DIY dan Jawa Tengah, telah menyiagakan posko pengungsian di 30 lokasi strategis, dengan sekitar 15.000 jiwa di wilayah terdampak diwajibkan untuk segera dievakuasi guna mengurangi risiko bencana akibat erupsi susulan.
Langkah Mitigasi dan Imbauan Pemerintah Daerah
Kepala BPPTKG, Hanik Humaida, mengimbau seluruh warga yang berada dalam radius bahaya untuk mengungsi ke tempat yang lebih aman. Aktivitas pendakian Gunung Merapi ditutup total hingga pemberitahuan lebih lanjut. Pemerintah Kabupaten Sleman dan Kabupaten Magelang telah menyiapkan dapur umum untuk memenuhi kebutuhan dasar para pengungsi. Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan mengikuti arahan petugas di lapangan. Sebagai catatan, Gunung Merapi sebelumnya mengalami erupsi besar pada tahun 2010, yang menjadi acuan dalam penanganan status siaga saat ini.
Catatan strategis untuk pemerintah daerah: Peningkatan koordinasi antara BPBD DIY dan Jawa Tengah mutlak diperlukan untuk memastikan jalur evakuasi tidak terputus dan logistik terdistribusi merata. Selain itu, pemantauan berkelanjutan terhadap lereng selatan dan barat daya yang rawan aliran awan panas harus diperkuat, mengingat arah luncuran saat ini menuju Kali Gendol. Edukasi kepada warga mengenai prosedur evakuasi mandiri dan penggunaan masker untuk mengantisipasi dampak abu vulkanik juga perlu digencarkan di wilayah dengan kerawanan tinggi di Gunung Merapi, Yogyakarta, dan sekitarnya.