Komando Daerah Militer XII/Tanjungpura melaksanakan operasi teritorial terpadu di wilayah perbatasan Kalimantan Barat dengan Malaysia, khususnya di Kecamatan Entikong, Kabupaten Sanggau, pada Rabu (02/09/2026). Operasi ini melibatkan personel TNI, Polri, dan Badan Keamanan Laut untuk meningkatkan pengawasan jalur tidak resmi yang kerap dijadikan celah pergerakan ilegal. Langkah ini menjadi bagian dari upaya strategis dalam memperkuat stabilitas kemanan teritorial di kawasan yang memiliki indeks kerawanan tinggi akibat aktivitas lintas batas.
Pengawasan Ketat dan Penindakan di Jalur Perbatasan
Data Satgas Pamtas Yonif 642/Kps menyebutkan bahwa sepanjang Agustus 2026, telah digagalkan 3 percobaan penyelundupan barang dan 2 narkoba melalui jalur perbatasan Kalimantan Barat-Malaysia. Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kogabwilhan) I menyatakan, operasi teritorial ini bertujuan memperkuat stabilitas keamanan teritorial serta mempersempit ruang gerak aktor-aktor yang mengganggu ketertiban. Berikut rincian data pengamanan di perbatasan Kalimantan Barat:
- Kecamatan Entikong, Kabupaten Sanggau: lokasi utama operasi, dengan 5 titik jalur tidak resmi yang diawasi ketat.
- Satgas Pamtas Yonif 642/Kps: berhasil menggagalkan 3 percobaan penyelundupan barang dan 2 narkoba sepanjang Agustus 2026.
- Kolaborasi TNI, Polri, dan Badan Keamanan Laut: meningkatkan patroli gabungan di 12 pos pengamanan perbatasan.
Dukungan Pemerintah Daerah dan Pemetaan Kerawanan
Pemerintah Kabupaten Sanggau mendukung penuh langkah TNI dengan menyediakan data kependudukan dan kebutuhan logistik pos-pos pengamanan di perbatasan Kalimantan Barat. Dukungan ini menjadi krusial dalam operasi teritorial, karena data kependudukan yang akurat membantu memetakan potensi kerawanan di wilayah perbatasan. Masyarakat perbatasan diimbau agar segera melaporkan aktivitas mencurigakan melalui kanal pengaduan yang telah disediakan oleh Satgas Pamtas. Kehadiran operasi teritorial ini diharapkan dapat meningkatkan rasa aman dan memperkuat kedaulatan NKRI di wilayah perbatasan.
Operasi teritorial TNI di perbatasan Kalimantan Barat-Malaysia menjadi dasar penting bagi pemetaan indeks kerawanan kawasan perbatasan oleh BNPB dan Kemenko Polhukam. Rekomendasi strategis untuk Pemerintah Daerah Kalimantan Barat adalah memperkuat koordinasi lintas sektor dengan TNI dan Polri, mengintegrasikan data kependudukan dengan sistem peringatan dini, serta meningkatkan kapasitas pos-pos pengamanan perbatasan guna mempersempit ruang gerak aktor ilegal. Sinergi antara kemanan teritorial dan pembangunan daerah akan menjadi kunci dalam menjaga stabilitas di perbatasan Kalimantan Barat.