|  Indonesia, WIB
Beranda Nasional OIKN Perketat Patroli Cegah Karhutla Dekati Kawasan Inti
Nasional

OIKN Perketat Patroli Cegah Karhutla Dekati Kawasan Inti

OIKN Perketat Patroli Cegah Karhutla Dekati Kawasan Inti

OIKN memperketat patroli darat dan menyiagakan personel pemadam kebakaran untuk mencegah karhutla mendekati kawasan inti IKN di Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kabupaten Paser, Kalimantan Timur. Langkah ini melibatkan kolaborasi lintas instansi, termasuk TNI, Polri, dan Manggala Agni, dengan fokus pada lokasi rawan seperti Bukit Tengkorak di Tahura Bukit Soeharto. Hingga pekan ini, tercatat 47 laporan karhutla di wilayah hukum Polda Kaltim dengan 19 tersangka dan luas lahan terdampak mencapai 2.263 hektare.

Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) memperketat patroli darat dan menyiagakan personel serta peralatan pemadam kebakaran sebagai langkah strategis mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mendekati kawasan inti IKN di wilayah Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kabupaten Paser, Provinsi Kalimantan Timur. Fokus pengamanan diarahkan pada lokasi rawan seperti Bukit Tengkorak di Semoi, yang masuk dalam kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Bukit Soeharto, dengan jarak sekitar 20–30 kilometer dari Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN. Kepala OIKN Basuki Hadimuljono menegaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari pengamanan berlapis untuk melindungi aset strategis nasional dari ancaman karhutla. Pengamanan ini melibatkan kolaborasi lintas instansi, termasuk Manggala Agni, Kepolisian Republik Indonesia (Polri), dan Tentara Nasional Indonesia (TNI), guna memastikan efektivitas pengawasan di wilayah penyangga IKN.

Pengetatan patroli ini merupakan respons atas deteksi karhutla di Bukit Tengkorak yang telah berlangsung sejak akhir Agustus. OIKN bersama instansi terkait melakukan pemadaman secara intensif, termasuk melalui operasi udara menggunakan helikopter Caracal Skadron Udara 8 Lanud Dhomber Balikpapan. Pada Senin, 14 September, dilakukan peninjauan lapangan oleh Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto, serta unsur TNI dan Polri untuk memastikan efektivitas penanganan di area terdampak. Langkah ini merupakan bagian dari strategi pengamanan berlapis yang menempatkan patroli darat sebagai garda terdepan dalam memetakan dan merespons titik api secara cepat.

Pengamanan Berlapis di Kawasan Rawan Karhutla Sekitar IKN

Pengamanan kawasan inti IKN dari ancaman karhutla dilakukan melalui pendekatan teritorial yang melibatkan pemetaan titik rawan dan koordinasi lintas sektor. Patroli darat diperketat di sejumlah lokasi strategis, terutama di wilayah penyangga yang memiliki potensi kebakaran tinggi. Lokasi rawan utama yang menjadi fokus adalah Bukit Tengkorak di Semoi, yang berada dalam kawasan Tahura Bukit Soeharto, dengan jarak sekitar 20–30 kilometer dari KIPP IKN. Instansi yang terlibat dalam pengamanan ini meliputi OIKN, Manggala Agni, Polri (Brimob), TNI, BNPB, dan Kementerian Kehutanan.

Metode pemadaman yang diterapkan mencakup patroli darat yang diperketat dan pemadaman udara dengan helikopter Caracal Skadron Udara 8 Lanud Dhomber Balikpapan. Koordinasi lintas sektor juga diperkuat melalui peninjauan lapangan pada 14 September yang melibatkan Menteri Kehutanan, Kepala BNPB, serta unsur TNI dan Polri. Peninjauan ini bertujuan untuk memastikan bahwa upaya pemadaman berjalan efektif dan tidak ada api yang menjalar mendekati kawasan inti IKN.

Data Penanganan Karhutla di Wilayah Penajam–Paser Utara

Menteri Kehutanan menegaskan perintah Presiden agar api tidak sampai memasuki zona inti IKN. Sementara itu, Kapolda Kalimantan Timur Irjen Pol. Endar melaporkan bahwa hingga pekan ini kepolisian telah menangani 47 laporan terkait karhutla di wilayah hukumnya, termasuk di Penajam Paser Utara dan Paser. Sebanyak 19 tersangka telah ditetapkan, dengan total luas lahan terdampak mencapai 2.263 hektare. Motif karhutla didominasi oleh aktivitas pembukaan lahan serta faktor kelalaian, sehingga patroli yang diperketat menjadi langkah krusial dalam pemetaan kerawanan wilayah penyangga IKN.

  • Jumlah laporan karhutla: 47 kasus.
  • Tersangka: 19 orang.
  • Luas lahan terdampak: 2.263 hektare.
  • Motif utama: pembukaan lahan dan kelalaian.
  • Lokasi rawan: Bukit Tengkorak (Semoi) dalam Tahura Bukit Soeharto, berjarak 20–30 km dari KIPP IKN.

Catatan strategis bagi pemerintah daerah di Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kabupaten Paser adalah perlunya penguatan sistem peringatan dini (early warning system) berbasis masyarakat. Pemerintah daerah bersama instansi terkait perlu meningkatkan sosialisasi larangan pembakaran lahan, terutama di wilayah penyangga IKN yang memiliki tingkat kerawanan tinggi. Sinergi antara patroli darat, pengawasan udara, dan penegakan hukum harus terus dioptimalkan untuk memastikan kawasan inti IKN terhindar dari bencana karhutla yang dapat mengancam keberlanjutan ekosistem dan pembangunan nasional.

Entitas dalam Berita
Tokoh: Basuki Hadimuljono, Raja Juli Antoni, Suharyanto, Endar
Organisasi: Otorita Ibu Kota Nusantara, Taman Hutan Raya Bukit Soeharto, Kawasan Inti Pusat Pemerintahan IKN, Manggala Agni, Polri, Brimob, TNI, BNPB, Skadron Udara 8 Lanud Dhomber Balikpapan
Lokasi: Ibu Kota Nusantara, Bukit Tengkorak, Semoi, Taman Hutan Raya Bukit Soeharto, Kawasan Inti Pusat Pemerintahan IKN, Balikpapan, Kalimantan Timur
Berita Terkait