|  Indonesia, WIB
Beranda Nasional Karhutla Kepung 5 Kawasan Gunung di Jatim, Semeru Paling Parah Ca...
Nasional

Karhutla Kepung 5 Kawasan Gunung di Jatim, Semeru Paling Parah Capai 1.888 Hektare

Karhutla Kepung 5 Kawasan Gunung di Jatim, Semeru Paling Parah Capai 1.888 Hektare

Kebakaran hutan dan lahan melanda lima kawasan gunung di Jawa Timur pada 4 September 2026, dengan Gunung Semeru sebagai area terdampak paling parah seluas 1.888,91 hektare. Tim gabungan dari BNPB, BPBD, TNBTS, dan instansi terkait telah melakukan penanganan, namun risiko ekologis dan gangguan konservasi tetap menjadi perhatian. Pemerintah daerah disarankan memperkuat pemetaan kerawanan, koordinasi antarwilayah, dan patroli terpadu untuk mitigasi bencana tahunan ini.

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) secara simultan melanda lima kawasan gunung strategis di Provinsi Jawa Timur per Jumat, 4 September 2026 pukul 12.00 WIB. Berdasarkan laporan Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, kawasan terdampak meliputi Gunung Semeru (Kabupaten Lumajang dan Malang), Gunung Wilis (Kabupaten Nganjuk dan Kediri), Gunung Ungup-Ungup (perbatasan Banyuwangi dan Bondowoso), Gunung Arjuno-Welirang (Kabupaten Pasuruan), serta Bukit Sariwani (Kabupaten Probolinggo). Pemantauan udara dan data satelit mengonfirmasi titik-titik api aktif di sejumlah lokasi, menandakan kerawanan bencana kebakaran yang tinggi pada puncak musim kemarau di Jawa Timur. Kejadian ini menjadi perhatian serius bagi pemerintah daerah dan instansi terkait, mengingat dampak ekologis serta gangguan terhadap aktivitas konservasi di kawasan pegunungan.

Pemetaan Kerawanan dan Data Wilayah Terdampak

Berdasarkan data BNPB, luasan area terbakar paling parah tercatat di kawasan Gunung Semeru, Kabupaten Lumajang, mencapai 1.888,91 hektare. Berikut rincian wilayah terdampak pada lima kawasan gunung tersebut:

  • Gunung Semeru (Kabupaten Lumajang dan Malang): Area terbakar 1.888,91 hektare, dengan titik api di sekitar Blok Ranukembang (Desa Ranupane, Kecamatan Senduro) serta bagian barat Ranu Kumbolo (Desa Ngadas, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang). Pemantauan udara mendeteksi tiga titik api aktif di sekitar Ranu Kumbolo.
  • Gunung Wilis (Kabupaten Nganjuk dan Kediri): Kebakaran melanda area hutan lindung dan lahan perhutani, luasan masih dalam pendataan lanjutan oleh BPBD setempat.
  • Gunung Ungup-Ungup (perbatasan Banyuwangi dan Bondowoso): Api menjalar di lereng selatan, mengancam vegetasi semak dan pinus. Tim gabungan masih berupaya memadamkan titik api.
  • Gunung Arjuno-Welirang (Kabupaten Pasuruan): Kebakaran terjadi di zona konservasi Tahura R. Soerjo, melibatkan area sekitar 120 hektare (data sementara).
  • Bukit Sariwani (Kabupaten Probolinggo): Kebakaran lahan semak belukar seluas sekitar 50 hektare, berhasil dipadamkan oleh tim Manggala Agni dan Perhutani.

Data ini menunjukkan bahwa kerawanan bencana kebakaran hutan dan lahan di Jawa Timur tersebar di berbagai kawasan pegunungan, dengan tingkat keparahan yang bervariasi. Pemetaan titik rawan perlu segera diperkuat untuk mengantisipasi kejadian serupa di masa mendatang.

Upaya Penanganan dan Implikasi Kebencanaan

Penanganan karhutla dilakukan oleh tim gabungan yang terdiri dari BPBD, Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Tahura R. Soerjo, Perhutani, TNI/Polri, Manggala Agni, dan relawan. Hingga saat ini tidak ada laporan korban jiwa atau warga yang terdampak langsung, namun luasan area yang signifikan mengancam kestabilan ekologi. Risiko erosi pasca-kebakaran, hilangnya habitat satwa, serta gangguan terhadap aktivitas pendakian di kawasan konservasi strategis menjadi perhatian utama. BNPB mencatat bahwa kejadian ini merupakan bencana tahunan yang memerlukan penguatan sistem peringatan dini dan mitigasi berbasis data kerawanan.

Sebagai catatan strategis untuk pemerintah daerah, disarankan untuk mengoptimalkan koordinasi antarwilayah dalam pemadaman dan rehabilitasi lahan pasca-kebakaran. Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui BPBD perlu mempercepat pemetaan titik rawan kebakaran hutan dan lahan di seluruh kawasan pegunungan, serta memperkuat patroli terpadu pada musim kemarau. Penguatan kapasitas masyarakat sekitar kawasan hutan dalam pencegahan dan penanganan awal karhutla juga menjadi langkah krusial untuk mengurangi risiko bencana di masa depan.

Entitas dalam Berita
Tokoh: Berton SP Panjaitan
Organisasi: BNPB, BPBD, Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, TNBTS, Tahura R. Soerjo, Perhutani, TNI/Polri, Manggala Agni
Lokasi: Jawa Timur, Gunung Semeru, Kabupaten Lumajang, Gunung Wilis, Kabupaten Nganjuk, Kediri, Gunung Ungup-Ungup, Kabupaten Banyuwangi, Bondowoso, Gunung Arjuno-Welirang, Kabupaten Pasuruan, Bukit Sariwani, Kabupaten Probolinggo, Blok Ranukembang, Desa Ranupane, Kecamatan Senduro, Ranu Kumbolo, Desa Ngadas, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang
Berita Terkait