|  Indonesia, WIB
Beranda Nasional Gunung Semeru Erupsi: Status Siaga, 5 Desa Terdampak Hujan Abu
Nasional

Gunung Semeru Erupsi: Status Siaga, 5 Desa Terdampak Hujan Abu

Gunung Semeru Erupsi: Status Siaga, 5 Desa Terdampak Hujan Abu

Erupsi Gunung Semeru pada Senin malam menyebabkan status siaga Level III dan hujan abu di lima desa di Kabupaten Lumajang. Pemerintah daerah mengaktifkan evakuasi serta mendirikan posko pengungsian di Kecamatan Pronojiwo dan Candipuro. Meskipun tidak ada korban jiwa, potensi banjir lahar dan erupsi susulan masih diwaspadai, sehingga diperlukan penguatan mitigasi berbasis partisipasi desa.

Pemerintah Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, melalui Tim Tanggap Darurat Bencana (TTRBD) mengaktifkan prosedur evakuasi dan pendataan pasca-erupsi Gunung Semeru pada Senin (24/8/2026) malam. Gunung berapi yang berada di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Kabupaten Malang tersebut memuntahkan kolom abu vulkanik setinggi 4.000 meter dari puncak. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menaikkan status dari Level II (Waspada) menjadi Level III (Siaga) terhitung sejak pukul 21.00 WIB. Langkah ini diambil sebagai respons terhadap peningkatan aktivitas vulkanik yang signifikan, sekaligus menjadi dasar bagi pemerintah daerah untuk mempercepat mitigasi gangguan keamanan wilayah.

Dampak Erupsi dan Pemetaan Wilayah Terdampak

Hujan abu akibat erupsi Gunung Semeru melanda lima desa di Kecamatan Pronojiwo dan Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang. Berdasarkan data sementara TTRBD, wilayah yang terdampak meliputi:

  • Desa Supiturang, Kecamatan Pronojiwo
  • Desa Ampel, Kecamatan Candipuro
  • Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro
  • Desa Taman Agung, Kecamatan Pronojiwo
  • Desa Besuk, Kecamatan Candipuro

Laporan awal menyebutkan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Namun, sekitar 15 warga yang bermukim di kaki gunung mengalami luka ringan akibat terpeleset saat evakuasi dilakukan. Ketua TTRBD Kabupaten Lumajang, Ahmad Zamroni, menerjunkan personel untuk melakukan pendataan menyeluruh serta memastikan warga yang membutuhkan pertolongan medis segera mendapatkan layanan. Pemetaan wilayah rawan ini menjadi dasar bagi koordinasi penanganan lebih lanjut.

Koordinasi Penanganan dan Potensi Bencana Susulan

Bupati Lumajang, Thoriqul Haq, menginstruksikan seluruh perangkat desa di lereng Gunung Semeru untuk menyiagakan kendaraan operasional guna memperlancar evakuasi warga lanjut usia dan penderita penyakit pernapasan. Pemerintah Kabupaten Lumajang bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) serta relawan kebencanaan telah mendirikan posko pengungsian di Kecamatan Pronojiwo dan Kecamatan Candipuro. Langkah ini merupakan bagian dari respons cepat terhadap status siaga yang ditetapkan PVMBG.

Selain hujan abu, pemerintah daerah juga mewaspadai potensi banjir lahar pada musim hujan. Material vulkanik yang terdeposit di sekitar Sungai Serang meningkatkan risiko aliran lahar dingin apabila curah hujan tinggi. Data terbaru PVMBG menunjukkan aktivitas vulkanik Gunung Semeru masih tinggi, sehingga risiko erupsi susulan tetap ada. Warga diimbau untuk menjauhi area bahaya dan mematuhi arahan petugas di lapangan. Sinergi antara PVMBG, BPBD, TTRBD, dan pemerintah desa menjadi kunci dalam mitigasi gangguan keamanan wilayah akibat erupsi ini.

Sebagai catatan strategis, Pemerintah Kabupaten Lumajang perlu memperkuat sistem pemantauan di wilayah rawan dan memastikan ketersediaan logistik di posko pengungsian. Pemetaan jalur evakuasi berbasis partisipasi desa serta simulasi berkala juga diperlukan untuk mengantisipasi eskalasi status siaga gunung berapi. Rekomendasi ini bertujuan meningkatkan ketahanan wilayah terhadap bencana geologi berulang di kawasan Lumajang.

Entitas dalam Berita
Tokoh: Ahmad Zamroni, Thoriqul Haq
Organisasi: PVMBG, BPBD, Pemerintah Kabupaten Lumajang, TTRBD
Lokasi: Gunung Semeru, Lumajang, Malang, Jawa Timur, Pronojiwo, Candipuro, Supiturang, Ampel, Sumberwuluh, Taman Agung, Besuk, Sungai Serang
Berita Terkait