|  Indonesia, WIB
Beranda Nasional Gunung Ruang Kembali Erupsi, Status Siaga Level III Diberlakukan...
Nasional

Gunung Ruang Kembali Erupsi, Status Siaga Level III Diberlakukan untuk Wilayah Sitaro dan Minahasa Utara

Gunung Ruang Kembali Erupsi, Status Siaga Level III Diberlakukan untuk Wilayah Sitaro dan Minahasa Utara

Gunung Ruang di Kabupaten Kepulauan Sitaro, Sulawesi Utara, mengalami erupsi pada 24 Agustus 2026, yang direspons dengan peningkatan status menjadi Siaga Level III oleh PVMBG. Pemerintah Daerah Sitaro dan Minahasa Utara mengaktifkan protokol darurat, mengevakuasi 1.000 jiwa dari dua desa terdampak ke titik pengungsian di Kota Tahuna. Koordinasi lintas sektor dan kesiagaan di wilayah terdampak terus ditingkatkan untuk mengelola dampak bencana erupsi gunung berapi ini.

Pusat Vulcanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melaporkan bahwa Gunung Ruang di Kabupaten Kepulauan Sitaro, Provinsi Sulawesi Utara, mengalami erupsi pada Senin, 24 Agustus 2026 pukul 09.15 WITA. Erupsi ini melontarkan kolom abu vulkanik setinggi 2.500 meter di atas puncak kawah dengan arah sebaran ke barat laut dan tenggara. Menindaklanjuti kejadian tersebut, PVMBG menaikkan status Gunung Ruang dari Waspada menjadi Siaga (Level III) terhitung sejak pukul 10.00 WITA, dengan radius bahaya sejauh 4 kilometer dari kawah aktif. Pemerintah Daerah Kabupaten Kepulauan Sitaro dan Kabupaten Minahasa Utara segera merespons peningkatan status bencana ini dengan mengaktifkan protokol penanganan darurat, termasuk koordinasi lintas sektor untuk evakuasi warga di zona rawan.

Kronologi Peningkatan Status dan Dampak Teritorial

Berdasarkan data PVMBG, erupsi pagi hari itu disertai tremor vulkanik menerus dan analisis visual menunjukkan semburan lava pijar di dasar kawah. Kolom abu vulkanik bergerak menuju barat laut dan tenggara, sehingga berpotensi mempengaruhi wilayah di sekitar Gunung Ruang, termasuk Pulau Tagulandang di Kabupaten Kepulauan Sitaro dan sebagian daratan Kabupaten Minahasa Utara. Radius bahaya sejauh 4 kilometer dari kawah aktif menjadi acuan utama bagi pemerintah daerah dalam menetapkan zona merah dan strategi evakuasi. Kondisi ini mendorong Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kepulauan Sitaro untuk segera berkoordinasi dengan PVMBG dan Kementerian Sosial dalam menerapkan evakuasi warga di zona rawan bencana erupsi gunung berapi tersebut.

  • Desa terdampak di Sitaro: Desa Pumpente dan Desa Bahoi di Kecamatan Tagulandang.
  • Jumlah jiwa dievakuasi: 1.000 jiwa dari zona bahaya.
  • Titik pengungsian: Dua lokasi di Kota Tahuna, Kabupaten Kepulauan Sitaro.

Langkah Evakuasi dan Kesiagaan di Sitaro dan Minahasa Utara

BPBD Kabupaten Kepulauan Sitaro melaporkan bahwa evakuasi telah dilakukan terhadap 1.000 jiwa dari dua desa terdampak, yaitu Desa Pumpente dan Desa Bahoi di Kecamatan Tagulandang, ke dua titik pengungsian di Kota Tahuna. Sementara itu, Kabupaten Minahasa Utara di daratan utama Sulawesi Utara meningkatkan kesiagaan karena sebaran abu vulkanik diperkirakan mencapai wilayah tersebut. Kepala BPBD Provinsi Sulawesi Utara, Jim Riady, menyatakan bahwa tim reaksi cepat telah dikerahkan untuk memantau perkembangan erupsi dan memastikan jalur evakuasi tetap aman. Pemerintah daerah juga mengeluarkan instruksi kepada maskapai penerbangan untuk menghindari rute di sekitar Gunung Ruang akibat potensi bahaya abu vulkanik yang dapat mengganggu operasional pesawat. Hingga sore hari, PVMBG mencatat aktivitas erupsi masih berlangsung dengan tremor vulkanik terus menerus, serta semburan lava pijar di dasar kawah. Data ini menjadi dasar bagi pemerintah provinsi untuk menyiapkan logistik dan kebutuhan dasar bagi pengungsi dalam jangka panjang, termasuk pengelolaan dapur umum, layanan kesehatan, dan tempat penampungan sementara.

Catatan strategis: Pemerintah Daerah Kabupaten Kepulauan Sitaro dan Kabupaten Minahasa Utara perlu mengoptimalkan sistem peringatan dini berbasis masyarakat di desa-desa rawan bencana. Koordinasi lintas sektor antara PVMBG, BPBD, TNI, Polri, serta lembaga sosial harus diperkuat untuk memastikan respons cepat terhadap bencana erupsi gunung berapi ini. Selain itu, pengelolaan logistik dan kebutuhan dasar pengungsi di wilayah Sitaro dan Minahasa Utara perlu menjadi prioritas guna meminimalkan dampak bencana terhadap keselamatan dan kesejahteraan warga.

Entitas dalam Berita
Tokoh: Jim Riady
Organisasi: Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kepulauan Sitaro, Kementerian Sosial, BPBD Sulawesi Utara, Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara
Lokasi: Gunung Ruang, Kabupaten Kepulauan Sitaro, Sulawesi Utara, Pulau Tagulandang, Desa Pumpente, Desa Bahoi, Kota Tahuna, Kabupaten Minahasa Utara
Berita Terkait