|  Indonesia, WIB
Beranda Nasional Gunung Anak Krakatau Meletus, BMKG Jepang Pantau Potensi Tsunami
Nasional

Gunung Anak Krakatau Meletus, BMKG Jepang Pantau Potensi Tsunami

Gunung Anak Krakatau Meletus, BMKG Jepang Pantau Potensi Tsunami
Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda kembali meletus pada Sabtu (5/9) dinihari WIB, dengan kolom abu vulkanik dilaporkan membubung setinggi hingga 15 kilometer. Japan Meteorological Agency (JMA) atau Badan Meteorologi Jepang turut memantau aktivitas gunung tersebut setelah mendeteksi gempa yang diakibatkan oleh letusan, sebagai bagian dari kewaspadaan terhadap potensi dampak transnasional, termasuk gelombang tsunami. Sementara itu, Badan Geologi Indonesia telah menetapkan status Siaga (Level III) dan memberlakukan larangan aktivitas dalam radius tiga kilometer dari kawah aktif. Pemantauan oleh otoritas vulkanologi Indonesia dan Jepang dilakukan secara koordinatif, mengingat sejarah letusan Krakatau tahun 1883 yang menyebabkan tsunami dahsyat. Meskipun pemantauan intensif dilakukan, evaluasi saat ini oleh PVMBG masih menyatakan bahwa potensi keruntuhan tubuh gunung yang dapat memicu tsunami berskala besar dinilai rendah. Aktivitas erupsi yang terjadi merupakan kelanjutan dari periode aktivitas vulkanik yang meningkat sejak awal Juli 2026. Letusan ini kembali menguji kesiapan sistem peringatan dini tsunami dan koordinasi tanggap darurat di wilayah pesisir Provinsi Banten dan Lampung. Masyarakat diimbau untuk tetap mengikuti informasi resmi dari Badan Geologi melalui PVMBG dan BPBD setempat, serta tidak terpancing oleh informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan mengenai ancaman tsunami.
Entitas dalam Berita
Organisasi: Japan Meteorological Agency, Badan Geologi Indonesia, PVMBG, BPBD
Lokasi: Gunung Anak Krakatau, Selat Sunda, Provinsi Banten, Lampung, Indonesia, Jepang
Berita Terkait