|  Indonesia, WIB
Beranda Regional Gempa M5,8 di Ternate akibat aktivitas subduksi
Regional

Gempa M5,8 di Ternate akibat aktivitas subduksi

Gempa M5,8 di Ternate akibat aktivitas subduksi

Gempa bumi tektonik bermagnitudo 5,8 mengguncang Ternate, Maluku Utara, pada 24 Juli 2026, dengan episenter di Laut Maluku. BMKG menyatakan gempa dangkal akibat subduksi ini tidak berpotensi tsunami, namun menyebabkan guncangan hingga skala V MMI di Pulau Batang Dua yang berpotensi kerusakan ringan. Pemerintah daerah diimbau untuk fokus pada penilaian dampak terfokus dan memperkuat langkah mitigasi berbasis kerawanan wilayah.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan kejadian Gempa Bumi tektonik bermagnitudo 5,8 yang mengguncang wilayah Kota Ternate, Provinsi Maluku Utara, pada Senin, 24 Juli 2026 pukul 05.58.34 WIB. Episenter bencana alam ini terletak di koordinat 0.75° Lintang Utara dan 126,33° Bujur Timur, tepatnya di Laut Maluku sekitar 115 kilometer sebelah barat daya Ternate, dengan kedalaman hiposenter 27 kilometer. Menurut BMKG, gempa dengan mekanisme thrust fault ini merupakan dampak langsung dari aktivitas subduksi aktif Lempeng Laut Maluku di bawah Busur Halmahera dan dikategorikan sebagai kejadian gempa dangkal. Analisis lebih lanjut menegaskan peristiwa ini tidak berpotensi memicu gelombang tsunami.

Analisis Karakteristik Guncangan dan Dampak di Wilayah Teritorial

Estimasi peta tingkat guncangan (shakemap) yang dirilis BMKG menunjukkan variasi intensitas getaran di wilayah administratif terdampak. Analisis teritorial ini menjadi dasar penting bagi pemerintah daerah dalam memfokuskan upaya tanggap darurat dan penilaian kerusakan. Berikut adalah pemetaan tingkat guncangan berdasarkan skala Modified Mercalli Intensity (MMI):

  • Skala V MMI: Terjadi di Pulau Batang Dua, wilayah administrasi Kota Ternate. Guncangan pada tingkat ini dirasakan oleh seluruh penduduk dan berpotensi menyebabkan kerusakan ringan pada komponen non-struktural bangunan, seperti plester dinding retak atau terlepas.
  • Skala III-IV MMI: Mencakup wilayah daratan utama Kota Ternate, wilayah Kota Tidore, Kecamatan Jailolo di Kabupaten Halmahera Barat, serta Kota Bitung di Provinsi Sulawesi Utara. Guncangan pada skala ini umumnya dirasakan jelas di dalam rumah, setara dengan getaran truk berlalu, dengan kemungkinan kerusakan yang sangat terbatas.

Variasi dampak ini mengonfirmasi perlunya pendataan kerusakan yang terperinci dan terfokus, khususnya di kawasan berpenduduk padat seperti Kota Ternate, yang mengalami guncangan signifikan.

Koordinasi Pemda dan Rekomendasi Mitigasi Pasca Kejadian

Hingga laporan ini disusun, monitoring BMKG menunjukkan belum tercatatnya aktivitas gempa susulan (aftershock). Situasi ini memberikan ruang strategis bagi Pemerintah Kota Ternate dan pemerintah daerah terkait di Maluku Utara untuk segera melakukan koordinasi penilaian dampak. Langkah-langkah yang perlu diutamakan meliputi:

  • Pelaksanaan rapid assessment terkoordinasi untuk memetakan kerusakan pada infrastruktur publik vital, permukiman penduduk, serta fasilitas pendidikan dan kesehatan.
  • Verifikasi data kerusakan dengan memprioritaskan zona terdampak skala V MMI di Pulau Batang Dua, sebelum meluas ke zona dengan intensitas lebih rendah.
  • Penyebarluasan imbauan resmi kepada masyarakat untuk tetap tenang, menghindari bangunan yang tampak retak atau rusak, dan hanya mengikuti informasi dari saluran komunikasi resmi pemerintah daerah dan BMKG.

Kejadian Gempa Bumi ini kembali menggarisbawahi tingkat kerawanan seismik tinggi di wilayah Provinsi Maluku Utara akibat konfigurasi tektonik kompleks. Sebagai catatan strategis, pemerintah daerah diimbau untuk memperkuat basis data kerentanan bangunan, mengintensifkan sosialisasi building code tahan gempa, serta mengintegrasikan peta mikrozonasi kegempaan ke dalam rencana tata ruang wilayah (RTRW) dan dokumen rencana kontinjensi (contingency plan) daerah.

Entitas dalam Berita
Tokoh: Wijayanto
Organisasi: Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika, BMKG
Lokasi: Ternate, Maluku Utara, Batang Dua, Tidore, Jailolo, Bitung
Berita Terkait