|  Indonesia, WIB
Beranda Nasional Gempa M 5,8 Guncang Maluku Tengah, Warga Berhamburan ke Luar Ruma...
Nasional

Gempa M 5,8 Guncang Maluku Tengah, Warga Berhamburan ke Luar Rumah

Gempa M 5,8 Guncang Maluku Tengah, Warga Berhamburan ke Luar Rumah

Gempa bumi magnitudo 5,8 mengguncang Kabupaten Maluku Tengah pada 28 Agustus 2026, memicu evakuasi massal di Kota Masohi, Kecamatan Banda, dan Kecamatan Saparua. Guncangan dangkal akibat subduksi lempeng menyebabkan retakan pada sejumlah bangunan, namun belum ada laporan korban jiwa. Pemerintah daerah bersama BPBD dan TNI/Polri mengaktifkan posko darurat serta mengimbau kewaspadaan terhadap gempa susulan, dengan rekomendasi penguatan mitigasi bencana di wilayah tersebut.

Gempa bumi berkekuatan magnitudo 5,8 mengguncang Kabupaten Maluku Tengah, Provinsi Maluku, pada Jumat, 28 Agustus 2026, pukul 09.47 Waktu Indonesia Timur (WIT). Berdasarkan laporan resmi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Geofisika Ambon, pusat gempa berada di koordinat 3,65° Lintang Selatan dan 129,27° Bujur Timur, di laut pada jarak 47 kilometer timur laut Masohi dengan kedalaman 10 kilometer. Guncangan ini tidak berpotensi tsunami, namun merupakan peristiwa seismik kedua dalam sepekan terakhir di wilayah Maluku, menegaskan status Kabupaten Maluku Tengah sebagai daerah dengan indeks kerawanan bencana gempa yang tinggi. Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Maluku segera mengaktifkan respons darurat untuk meminimalkan risiko dan memfasilitasi proses evakuasi warga. Kepala BPBD Provinsi Maluku, Abdul Malik, menyatakan tim siaga bencana telah diterjunkan ke lokasi untuk asesmen cepat dan koordinasi mitigasi lebih lanjut.

Analisis Dampak Guncangan dan Respons Evakuasi di Wilayah Terdampak

Guncangan gempa dirasakan kuat di tiga wilayah utama, yaitu Kota Masohi, Kecamatan Banda, dan Kecamatan Saparua, yang masuk dalam zona seismik aktif Tapal Batas Lempeng Indo-Australia dan Pasifik. Warga di ketiga wilayah tersebut berhamburan ke luar rumah sebagai respons terhadap guncangan signifikan yang berlangsung beberapa detik. Berdasarkan data sementara dari BPBD Maluku Tengah yang berkoordinasi dengan TNI dan Polri, beberapa bangunan kantor dan rumah warga mengalami retakan struktural, terutama di kawasan pesisir Masohi yang memiliki kondisi tanah lunak. Hingga saat ini, belum ada laporan korban jiwa, namun proses evakuasi dan pendataan masih berlangsung di lapangan. Tim gabungan terus melakukan patroli dan asesmen cepat untuk memastikan keamanan warga. Berikut rincian wilayah terdampak dan data evakuasi awal:

  • Kota Masohi: Guncangan paling kuat; beberapa bangunan pemerintah dan rumah warga dilaporkan retak; evakuasi warga berlangsung ke area terbuka seperti lapangan dan tempat ibadah.
  • Kecamatan Banda: Warga melaporkan guncangan sedang hingga kuat; proses pendataan oleh aparat desa bersama BPBD setempat tengah dijalankan secara bertahap.
  • Kecamatan Saparua: Aktivitas warga terhenti sementara; petugas gabungan memastikan jalur evakuasi aman dan mengimbau warga untuk tidak kembali ke rumah yang rusak berat.

Koordinasi Pemerintah Daerah dan Imbauan Kewaspadaan Pasca Gempa

Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah, melalui BPBD setempat, telah mengaktifkan posko darurat di kantor BPBD di Masohi untuk mengoordinasikan respons pascagempa. Berkoordinasi dengan BMKG Stasiun Geofisika Ambon, data teknis gempa mencatat pusat gempa berada di kedalaman dangkal akibat aktivitas subduksi, sehingga memerlukan kewaspadaan tinggi terhadap potensi gempa susulan. BMKG mengimbau agar warga, khususnya di daerah dengan bangunan tidak tahan gempa, untuk tetap waspada terhadap guncangan lanjutan yang dapat memperparah kerusakan. Selain itu, pemerintah daerah telah menginstruksikan seluruh camat dan lurah untuk mengaktifkan sistem peringatan dini berbasis komunitas serta memastikan ketersediaan jalur evakuasi yang memadai di setiap desa rawan bencana. Tim reaksi cepat dari TNI dan Polri juga dikerahkan untuk membantu evakuasi lanjutan dan pengamanan aset warga. Dalam upaya mitigasi bencana ke depan, Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah direkomendasikan untuk memperkuat program sosialisasi kesiapsiagaan bencana, melakukan audit ketahanan bangunan publik dan rumah tinggal, serta mengintegrasikan sistem peringatan dini gempa dengan rencana kontinjensi daerah. Langkah-langkah ini diharapkan mampu meminimalkan risiko korban dan kerugian material apabila terjadi guncangan susulan maupun bencana serupa di masa mendatang.

Entitas dalam Berita
Tokoh: Abdul Malik
Organisasi: BMKG, Stasiun Geofisika Ambon, BPBD Maluku Tengah, BPBD Maluku, TNI, Polri
Lokasi: Maluku Tengah, Maluku, Masohi, Banda, Saparua, Ambon
Berita Terkait