Gempa bumi berkekuatan magnitudo 5,3 mengguncang Kabupaten Pacitan, Provinsi Jawa Timur, pada Rabu pagi, 18 Agustus 2026, pukul 06.12 WIB. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan pusat gempa berada di darat 12 kilometer timur laut Pacitan dengan kedalaman 10 kilometer. Guncangan dirasakan hingga Kabupaten Ponorogo, Trenggalek, dan Wonogiri. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pacitan segera melakukan pendataan dan evakuasi, mencatat dampak signifikan terhadap permukiman warga di beberapa kecamatan.
Dampak Kerusakan dan Distribusi Wilayah Terdampak
Berdasarkan laporan dari BPBD Pacitan, gempa bumi yang berpusat di darat ini mengakibatkan kerusakan pada 303 unit rumah warga yang tersebar di tiga kecamatan. Data rinci menunjukkan bahwa 237 unit rumah mengalami rusak ringan, 54 unit rumah mengalami rusak sedang, dan 12 unit rumah mengalami rusak berat. Kerusakan tersebut terkonsentrasi di Kecamatan Ngadirojo, Kebonagung, dan Arjosari. Selain kerusakan rumah, satu orang warga lanjut usia di Desa Cokro dilaporkan mengalami patah tulang akibat tertimpa reruntuhan dinding dan telah dievakuasi ke RSUD dr. Dradjat Prawiranegara untuk mendapatkan penanganan medis. Pemerintah Kabupaten Pacitan melalui Sekretaris Daerah (Sekda) Wahyu Widayanto telah mengerahkan tim reaksi cepat untuk melakukan pendataan lebih lanjut serta mendistribusikan bantuan berupa tenda darurat bagi warga yang rumahnya rusak berat.
Respons Pemerintah Daerah dan Langkah Mitigasi
Pemerintah Kabupaten Pacitan bersama dengan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) telah memetakan jalur evakuasi di kawasan rawan longsor, khususnya di lereng Gunung Limo, sebagai langkah antisipasi terhadap potensi bencana susulan. Hingga pukul 09.00 WIB, BMKG mencatat masih terjadi tiga kali gempa susulan dengan magnitudo lebih kecil. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan mengikuti arahan petugas di lapangan. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan akan mengirimkan bantuan dana siap pakai sebesar Rp500 juta untuk mendukung penanganan darurat di Kabupaten Pacitan. Langkah ini diharapkan dapat mempercepat pemulihan infrastruktur dan pemenuhan kebutuhan dasar warga terdampak.
Catatan Strategis untuk Pemerintah Daerah: Kejadian gempa bumi di Pacitan ini menegaskan kembali pentingnya penguatan kapasitas mitigasi bencana di tingkat kabupaten. Pemerintah daerah disarankan untuk segera menginventarisasi dan memperkuat konstruksi bangunan tahan gempa, terutama di permukiman padat penduduk di Kecamatan Ngadirojo, Kebonagung, dan Arjosari. Selain itu, perlu dilakukan sosialisasi dan simulasi rutin jalur evakuasi di kawasan rawan longsor, serta penyiapan logistik darurat secara berkesinambungan. Koordinasi dengan BMKG dan BNPB juga harus diperkuat untuk memastikan sistem peringatan dini berfungsi optimal, sehingga risiko korban jiwa dan kerusakan rumah akibat gempa dapat diminimalkan.