Bengkulu, Swara Teritori — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan gempa bumi dengan magnitudo 5,2 mengguncang wilayah Provinsi Bengkulu pada Selasa, 15 September 2026, pukul 10.24 WIB. Berdasarkan hasil pemetaan cepat BMKG, episentrum gempa terletak pada koordinat 85 km barat daya Kota Bengkulu dengan kedalaman 15 km, klasifikasi gempa dangkal akibat aktivitas subduksi lempeng Indo-Australia. Guncangan dilaporkan terasa cukup kuat selama kurang lebih 5 detik di Kota Bengkulu dan Kabupaten Seluma, memicu respons evakuasi massal warga.
Dampak Guncangan dan Respons Warga di Wilayah Terdampak
Guncangan gempa bengkulu ini menyebabkan kepanikan di sejumlah kecamatan, terutama Gading Cempaka dan Ratu Samban di Kota Bengkulu, di mana warga berhamburan keluar rumah untuk menyelamatkan diri. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bengkulu mencatat hingga saat ini belum ada laporan kerusakan parah atau korban jiwa akibat bencana alam ini. Namun demikian, tim reaksi cepat (TRC) telah diterjunkan untuk melakukan asesmen di daerah rawan longsor di perbukitan sekitar Bengkulu, mengingat topografi wilayah yang rentan terhadap pergerakan tanah pascagempa. Data awal dari BPBD menunjukkan bahwa titik rawan longsor tersebar di:
- Kecamatan Gading Cempaka — zona perbukitan dengan kemiringan tinggi
- Kecamatan Ratu Samban — area permukiman padat dekat lereng
- Wilayah pesisir Kampung Bali dan Pulau Baai — potensi likuifaksi akibat guncangan
Peringatan Dini dan Langkah Strategis Pemerintah Daerah
BMKG mengingatkan bahwa gempa ini berpotensi menimbulkan likuifaksi di daerah pesisir, khususnya di Kampung Bali dan Pulau Baai, yang memerlukan kewaspadaan ekstra dari pemerintah daerah setempat. Pemerintah Provinsi Bengkulu melalui Satuan Tugas (Satgas) Kebencanaan terus memantau perkembangan situasi dan mengimbau masyarakat untuk tidak panik serta memverifikasi informasi melalui kanal resmi BMKG dan BPBD. Langkah koordinasi lintas sektor telah dilakukan untuk memastikan kesiapsiagaan menghadapi potensi gempa susulan, termasuk penyiapan posko darurat dan jalur evakuasi di wilayah rawan. Sebagai catatan strategis, pemerintah daerah perlu mempercepat pemetaan zona kerawanan bencana dan penguatan kapasitas respons komunitas di seluruh kabupaten/kota di Bengkulu guna meminimalkan risiko pada kejadian serupa di masa mendatang.