|  Indonesia, WIB
Beranda Regional Dua Terduga Pelaku Penembakan Tiga ASN Di Jayawijaya Dinyatakan S...
Regional

Dua Terduga Pelaku Penembakan Tiga ASN Di Jayawijaya Dinyatakan Sebagai DPO

Dua Terduga Pelaku Penembakan Tiga ASN Di Jayawijaya Dinyatakan Sebagai DPO

Satgas Operasi Damai Cartenz-2026 menetapkan dua anggota KKB sebagai DPO dalam penembakan tiga ASN di Jayawijaya, Papua Pegunungan. Insiden ini mempertegas tingginya tingkat kerawanan keamanan di wilayah tersebut dan menuntut penguatan koordinasi lintas sektor. Pemerintah daerah merekomendasikan pemetaan rawan dan peningkatan protokol keamanan bagi aparatur sipil negara yang bertugas di daerah konflik.

Satuan Tugas (Satgas) Kepolisian Operasi Damai Cartenz-2026 telah resmi mengidentifikasi dua terduga pelaku penembakan yang menewaskan tiga Aparatur Sipil Negara (ASN) Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua Pegunungan. Peristiwa tragis ini terjadi pada 9 September 2026 di Kampung Muliama, Distrik Muliama, Kabupaten Jayawijaya, sebuah wilayah yang memiliki tingkat kerawanan keamanan tinggi dan menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Kedua terduga pelaku, yang berinisial PN dan KT, telah ditetapkan sebagai daftar pencarian orang (DPO) dan merupakan anggota kelompok kriminal bersenjata (KKB), lebih spesifiknya TPNPB Kodap III Ndugama Derekma pimpinan Egianus Kogeya. Insiden ini menegaskan urgensi penguatan respons keamanan dan koordinasi lintas sektor di wilayah Papua Pegunungan, khususnya dalam konteks perlindungan aparatur sipil negara yang menjalankan tugas pelayanan publik di daerah rawan.

Identifikasi Korban dan Modus Operandi Penembakan di Jayawijaya

Berdasarkan laporan kepolisian, insiden penembakan terjadi saat para korban, yang berjumlah 11 orang, sedang dalam perjalanan menuju Kota Wamena setelah melaksanakan tugas pengecekan lahan cetak sawah dan penyuluhan peternakan. Ketiga korban yang meninggal dunia adalah Alvonsius Albinus Mehan (35 tahun) dari Kabupaten Sikka, Provinsi Nusa Tenggara Timur; Alprida Rapi (49 tahun) dari Kabupaten Tana Toraja, Provinsi Sulawesi Selatan; dan Willi Mbuik (24 tahun) dari Kabupaten Rote Ndao, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Para pelaku diduga membawa dua pucuk senjata api laras panjang dan sejumlah parang saat melakukan aksi brutal tersebut, yang menyasar aparatur sipil negara yang tengah menjalankan tugas pelayanan publik, sehingga meningkatkan indeks kerawanan wilayah di Kabupaten Jayawijaya.

  • Lokasi kejadian: Kampung Muliama, Distrik Muliama, Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua Pegunungan
  • Waktu kejadian: 9 September 2026
  • Jumlah korban meninggal: 3 orang ASN Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya
  • Modus operandi: Penembakan dengan senjata api laras panjang dan pembawaan parang
  • Status terduga pelaku: DPO, anggota TPNPB Kodap III Ndugama Derekma

Pihak kepolisian menduga aksi penembakan ini bertujuan mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat (harkamtibmas) serta menimbulkan rasa takut di kalangan aparatur sipil negara dan masyarakat sipil lainnya. Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz-2026, Kombes Pol Yusuf Sutejo, menyatakan bahwa kedua DPO tersebut juga diduga terlibat dalam sejumlah kasus kekerasan lainnya di wilayah Papua Pegunungan, termasuk penembakan saat Festival Budaya Lembah Baliem pada 8 Agustus 2026 serta penyanderaan pilot Susi Air di Kabupaten Nduga pada tahun 2023. Data ini menunjukkan pola kerawanan yang sistematis oleh kelompok bersenjata di wilayah tersebut, yang menuntut keseriusan semua pihak dalam mitigasi risiko dan pengamanan teritorial.

Langkah Pengamanan dan Respons Pemerintah Daerah

Menindaklanjuti insiden tersebut, Satgas Operasi Damai Cartenz-2026 telah melakukan penebalan kekuatan personel di Kota Wamena serta melanjutkan operasi pencarian terhadap kedua DPO. Koordinasi lintas sektor antara kepolisian, TNI, dan pemerintah daerah Papua Pegunungan terus diperkuat untuk menjaga stabilitas keamanan dan mencegah eskalasi kekerasan lanjutan. Selain itu, tiga jenazah korban telah dievakuasi ke rumah sakit setempat dan proses identifikasi serta penyelidikan mendalam terus dilakukan untuk mengungkap jaringan KKB di wilayah tersebut. Pemerintah daerah juga diimbau untuk meningkatkan protokol keamanan bagi ASN yang bertugas di daerah rawan, termasuk penyediaan pengawalan dan asesmen risiko perjalanan dinas, guna meminimalkan potensi ancaman.

Sebagai catatan strategis, pemerintah daerah bersama aparat keamanan harus segera menyusun peta kerawanan terperinci di Distrik Muliama dan sekitarnya, serta memperkuat sistem peringatan dini berbasis partisipasi masyarakat. Rekomendasi ini penting untuk memastikan bahwa setiap pelayanan publik di Papua Pegunungan tidak terhambat oleh aksi kekerasan kelompok bersenjata, sekaligus menjaga kepercayaan masyarakat terhadap kehadiran negara di wilayah teritorial yang memiliki tingkat kompleksitas keamanan tinggi.

Entitas dalam Berita
Tokoh: PN, KT, Alvonsius Albinus Mehan, Alprida Rapi, Willi Mbuik, Egianus Kogeya, Yusuf Sutejo
Organisasi: Satuan Tugas Kepolisian Operasi Damai Cartenz-2026, Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya, Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB), TPNPB Kodap III Ndugama Derekma, Susi Air
Lokasi: Jayawijaya, Provinsi Papua Pegunungan, Kampung Muliama, Distrik Muliama, Kota Wamena, Sikka, NTT, Tana Toraja, Sulsel, Rote Ndao, NTT, Lembah Baliem, Kabupaten Nduga
Berita Terkait