|  Indonesia, WIB
Beranda Nasional BNPB Rilis Peringatan Dini Banjir Bandang untuk Wilayah Sulawesi...
Nasional

BNPB Rilis Peringatan Dini Banjir Bandang untuk Wilayah Sulawesi Selatan dan Maluku

BNPB Rilis Peringatan Dini Banjir Bandang untuk Wilayah Sulawesi Selatan dan Maluku

BNPB mengeluarkan peringatan dini banjir bandang dan tanah longsor untuk periode 15-18 Juli 2026 di Sulawesi Selatan (4 kabupaten) dan Maluku (3 kabupaten), berdasarkan prediksi BMKG atas curah hujan tinggi. Pemerintah daerah diinstruksikan mengaktifkan posko siaga, menyiapkan logistik, dan melakukan sosialisasi masyarakat. Langkah ini merupakan bagian dari upaya sistematis pengurangan risiko bencana berbasis early warning system.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) secara resmi mengeluarkan peringatan dini potensi bencana banjir bandang dan tanah longsor untuk periode 15 hingga 18 Juli 2026. Peringatan ini menyasar wilayah administratif di Provinsi Sulawesi Selatan dan Provinsi Maluku, berdasarkan analisis prediktif dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang mengindikasikan intensitas curah hujan dengan kategori tinggi hingga sangat tinggi. Langkah ini merupakan implementasi konkret dari sistem peringatan dini (early warning system) dalam kerangka pengurangan risiko bencana di tingkat nasional.

Pemetaan Wilayah Rawan dan Analisis Pemicu di Sulsel & Maluku

BNPB telah memetakan wilayah-wilayah dengan tingkat kerawanan tinggi berdasarkan parameter klimatologis dan geomorfologis. Di Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel), empat wilayah kabupaten masuk dalam zona peringatan utama. Secara spesifik, keempat kabupaten tersebut adalah:

  • Kabupaten Luwu Utara
  • Kabupaten Luwu
  • Kabupaten Toraja Utara
  • Kabupaten Enrekang

Sementara itu, di Provinsi Maluku, fokus kewaspadaan difokuskan pada tiga wilayah kabupaten, yakni Kabupaten Maluku Tenggara Barat, Kabupaten Seram Bagian Barat, dan Kabupaten Buru Selatan. Deputi Bidang Pencegahan BNPB, Prasinta Dewi, menjelaskan bahwa peningkatan risiko ini dipicu oleh konvergensi beberapa faktor kritis. Faktor-faktor tersebut meliputi karakteristik topografi wilayah yang didominasi perbukitan dan lereng, kondisi tanah yang telah mencapai titik jenuh air (soil saturation), serta degradasi tutupan vegetasi di sejumlah lokasi yang mengurangi daya serap tanah.

Koordinasi Antar-Lembaga dan Langkah Kesiapsiagaan Daerah

Sebagai tindak lanjut administrasi dan operasional, BNPB telah mengirimkan surat resmi kepada para kepala daerah di wilayah terdampak peringatan. Surat tersebut dialamatkan kepada Gubernur Sulawesi Selatan dan Gubernur Maluku, serta para Bupati di ketujuh kabupaten yang teridentifikasi. Inti instruksi dalam surat tersebut menekankan tiga langkah kunci kesiapsiagaan pemerintah daerah:

  • Aktivasi dan penguatan fungsi posko siaga bencana di tingkat provinsi dan kabupaten untuk pemantauan 24 jam.
  • Penyiapan logistik tanggap darurat, termasuk peralatan penyelamatan, tempat evakuasi, dan kebutuhan dasar, di lokasi-lokasi strategis.
  • Pelaksanaan sosialisasi intensif dan edukasi masyarakat, khususnya yang bermukim di daerah aliran sungai (DAS), lereng curam, dan kawasan rawan gerakan tanah.

BNPB juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan mandiri dengan mengenali tanda-tanda alam pendahulu banjir bandang. Indikator yang perlu diwaspadai antara lain munculnya suara gemuruh dari arah hulu sungai, perubahan warna air sungai menjadi keruh secara tiba-tiba, serta terjadinya hujan dengan durasi panjang dan intensitas tinggi di wilayah pegunungan atau hulu.

Pemerintah daerah di Sulawesi Selatan dan Maluku didorong untuk tidak hanya berfokus pada kesiapan tanggap darurat, namun juga memperkuat aspek pencegahan struktural jangka menengah. Rekomendasi strategis mencakup percepatan rehabilitasi lahan kritis dan daerah tangkapan air, penegakan regulasi tata ruang berbasis mitigasi bencana, serta integrasi data peringatan dini dari BMKG ke dalam sistem komando operasional daerah (SKPD) terkait. Sinergi yang kuat antara pemerintah provinsi, kabupaten, dan desa, serta kolaborasi dengan unsur TNI-Polri dan relawan, menjadi kunci efektivitas dalam mengantisipasi dan memitigasi dampak dari potensi banjir bandang yang telah diidentifikasi melalui sistem peringatan dini ini.

Entitas dalam Berita
Tokoh: Prasinta Dewi
Organisasi: Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG)
Lokasi: Sulawesi Selatan, Maluku, Kabupaten Luwu Utara, Kabupaten Luwu, Kabupaten Toraja Utara, Kabupaten Enrekang, Kabupaten Maluku Tenggara Barat, Kabupaten Seram Bagian Barat, Kabupaten Buru Selatan
Berita Terkait