|  Indonesia, WIB
Beranda Nasional BNPB: Kualitas Udara di Kalimantan Masuk Level Berbahaya
Nasional

BNPB: Kualitas Udara di Kalimantan Masuk Level Berbahaya

BNPB: Kualitas Udara di Kalimantan Masuk Level Berbahaya

BNPB melaporkan kualitas udara di Kalimantan Tengah dan Barat masuk kategori berbahaya akibat karhutla, dengan 63 titik api di Kalteng dan 30 di Kalbar. Satgas darat dan udara dikerahkan, namun kendala jarak pandang dan kondisi lahan gambut menghambat upaya pemadaman. Pemerintah daerah disarankan mengaktifkan posko darurat dan memperkuat koordinasi lintas sektor untuk menekan dampak polusi udara.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan kondisi kritis kualitas udara di Pulau Kalimantan akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terus meluas. Dalam konferensi pers di Gedung BNPB pada Selasa, 1 September 2026, Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, menyampaikan bahwa status kualitas udara di sejumlah wilayah Kalimantan telah berada pada kategori sangat tidak sehat hingga berbahaya. Dua provinsi yang menjadi sorotan utama adalah Kalimantan Tengah dan Kalimantan Barat, di mana konsentrasi polusi udara akibat kabut asap telah mengganggu aktivitas masyarakat, transportasi, dan sektor ekonomi regional. Pemerintah daerah melalui satuan tugas (Satgas) darat dan udara terus dikerahkan untuk menekan penyebaran titik api dan dampak asap.

Kondisi Darurat Karhutla di Kalimantan Tengah

Di Kalimantan Tengah, pemantauan satelit mendeteksi sebanyak 63 titik api yang tersebar di berbagai kabupaten, dengan konsentrasi tertinggi di Kabupaten Kotawaringin Timur dan sekitarnya. Satgas Darat yang diterjunkan berhasil memadamkan lahan terbakar seluas lebih dari 87 hektare. Namun, upaya pemadaman dari udara menghadapi kendala serius akibat rendahnya jarak pandang yang membatasi operasi helikopter water bombing. Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) telah dilaksanakan sebanyak satu sorti di wilayah Kota Waringin Timur dengan menyebarkan 800 kilogram bahan semai garam, tetapi hasilnya belum optimal karena sulitnya mendapatkan hujan alami. BNPB mencatat bahwa kondisi ini memperparah tingkat polusi udara di wilayah tersebut, dengan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) yang konsisten berada di atas 300 (berbahaya).

  • 63 titik api terdeteksi di Kalimantan Tengah.
  • Luas lahan berhasil dipadamkan: lebih dari 87 hektare.
  • OMC: 1 sorti, 800 kg bahan semai, terkendala cuaca.
  • Jarak pandang rendah menghambat operasi udara.

Krisis Kualitas Udara di Kalimantan Barat

Sementara itu, di Kalimantan Barat, tercatat 30 titik api yang tersebar di beberapa kabupaten, dengan kualitas udara yang masuk kategori berbahaya bagi kesehatan. Pemerintah daerah bersama BNPB mengerahkan lima helikopter water bombing yang telah melakukan total curah air sebanyak 724 ribu liter ke area terdampak. Meskipun upaya ini signifikan, dampak asap tetap meluas akibat angin yang membawa partikel polutan ke wilayah pemukiman dan fasilitas publik. BNPB terus berkoordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk memantau potensi hujan sporadis dalam periode 1 hingga 7 September 2026, yang diharapkan dapat mendukung kelancaran OMC dan mengurangi konsentrasi polusi udara. Data menunjukkan bahwa sekitar 70% titik api di Kalbar berada di lahan gambut yang sulit dipadamkan tanpa penanganan terpadu.

  • 30 titik api di Kalimantan Barat.
  • 5 helikopter water bombing, 724 ribu liter air.
  • Kualitas udara berbahaya (ISPU >300).
  • Koordinasi dengan BMKG untuk prakiraan hujan.

Sebagai catatan strategis, pemerintah daerah di Kalimantan Tengah dan Kalimantan Barat perlu segera mengaktifkan posko darurat dan mengintensifkan patroli Satgas di lapangan untuk mencegah perluasan titik api. Langkah preventif seperti sosialisasi larangan pembakaran lahan gambut dan penguatan sistem peringatan dini polusi udara harus diprioritaskan. Koordinasi lintas sektor antara BNPB, BMKG, dan Satgas daerah menjadi kunci untuk mengoptimalkan OMC dan water bombing, sambil menyediakan masker gratis bagi masyarakat terdampak guna meminimalkan risiko kesehatan jangka panjang.

Entitas dalam Berita
Tokoh: Berton SP Panjaitan
Organisasi: BNPB, Satgas Darat, BMKG
Lokasi: Pulau Kalimantan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, Gedung BNPB, Kota Waringin Timur
Berita Terkait