Analisis
Tokoh Perdamaian Poso-Ambon: Ceramah JK Bukan Penistaan Agama
22 April 2026, 00:00
Poso (Sulawesi Tengah), Ambon (Maluku)
0 views
Pada 21 April 2026, Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla (JK) bersama sejumlah tokoh pelaku sejarah perdamaian konflik Poso dan Ambon menggelar klarifikasi di Kuningan, Jakarta Selatan, terkait polemik potongan video ceramah JK di UGM yang viral. Pertemuan bertujuan meluruskan narasi terkait pernyataan JK mengenai 'mati syahid' dalam konflik Poso-Ambon yang memicu tuduhan penistaan agama. Tokoh agama yang hadir dari Poso termasuk Pendeta Rudolf Metusala, Pendeta Rinaldi Damanik, dan beberapa ustaz; dari Maluku hadir Pdt. Prof. John Ruhulessin, Prof. Hasbullah Toisutta, dan Ustaz Hadi Basalamah.
Pendeta John Ruhulessin menegaskan ceramah JK di UGM terkait Maluku dan Poso, tidak menyangkut hal lain. Ia menyatakan konflik saat itu dipicu penyalahgunaan agama sebagai legitimasi kekerasan. Pendeta Rinaldi Damanik menyebut pernyataan JK adalah analisis realitas konflik, bukan ajaran teologis. Ustaz Sugiyanto Kaimuddin dari Poso menegaskan konflik adalah fakta lapangan dimana terjadi teriak 'Darah Yesus' dan 'Allahu Akbar'. JK sendiri menyebut pertemuan untuk memberikan klarifikasi kepada pihak yang membuat gaduh dan fitnah.
Pertemuan ini menekankan pentingnya rekonsiliasi dan pembelajaran dari sejarah konflik bernuansa agama di daerah rawan seperti Poso (Sulawesi Tengah) dan Ambon (Maluku). Narasi yang dibangun oleh tokoh perdamaian lokal ini merupakan upaya menjaga stabilitas sosial dan mencegah kembali munculnya polarisasi yang dapat mengganggu keamanan teritorial di wilayah-wilayah yang pernah mengalami konflik horizontal berat.